Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Pexels
Pexels

Intinya sih...

  • Duduk sendiri merupakan tonggak penting motorik kasar bagi bayi.

  • Bayi usia 8-9 bulan yang belum bisa duduk sendiri tanpa bantuan perlu dievaluasi oleh dokter.

  • Orangtua harus memantau perkembangan bayi dengan rutin dan melakukan kontrol lewat buku KIA dan dokter.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Duduk merupakan salah satu tonggak perkembangan penting bagi bayi. Sejak lahir, bayi mulai melakukan beberapa hal yang pada akhirnya akan mendukung kemampuannya untuk duduk.

Perlu diingat, setiap bayi memiliki kecepatannya sendiri dalam tumbuh dan berkembang, Ma. Meski begitu, Mama juga perlu memiliki panduan tentang tonggak perkembangan bayi pada umumnya.

Jadi, kapan bayi bisa duduk sendiri? Jika bayi usia 8 bulan belum bisa duduk sendiri, apakah kondisi ini normal? Bila si Kecil belum bisa duduk sendiri di usia 8 bulan, Mama bisa menyimak rangkuman informasi tentang bayi duduk sendiri pada ulasan Popmama.com berikut ini.

Bayi Usia 8 Bulan Belum Bisa Duduk Sendiri, Apakah Kondisi Ini Normal?

Pexels

Duduk sendiri merupakan tonggak penting motorik kasar. Kemampuan ini biasanya terjadi saat otot leher, punggung, dan perut bayi sudah cukup kuat.

Di usia 4-6 bulan, bayi sudah mulai bisa duduk dengan bantuan. Di usia 6-8 bulan, bayi mulai bisa duduk sendiri tanpa disangga selama beberapa detik, Ma. Di usia 9 bulan, sebagian besar bayi mulai bisa duduk sendiri dengan stabil.

Dilansir dari unggahan dr. Nur Agus Guna Winarto Wijata, Sp.A di laman Instagram pribadinya @dr.aguswijata, bila di usia 8-9 bulan bayi belum bisa duduk sendiri tanpa bantuan, ini red flag dan harus segera dievaluasi. Bisa jadi, ada gangguan pada motorik kasar, tonus otot, bahkan masalah neurologis yang harus ditangani sejak dini.

Jadi, bila Mama mengamati ada tanda-tanda bayi tidak bisa duduk sendiri di usia 8-9 bulan, segera diskusikan dengan dokter. Semakin cepat dievaluasi dan ditangani, maka semakin baik hasil stimulasi dan terapinya.

dr. Agus Wijata menambahkan agar orangtua harus memantau tonggak perkembangan bayi dengan rutin. Bagaimana memantaunya? Bukan dengan membandingkannya dengan bayi lain tapi dengan melakukan kontrol lewat buku KIA dan dokter, ya.

Duduk: Tonggak Perkembangan Penting bagi Bayi

Pexels

Duduk tegak memberi bayi perspektif yang lebih luas tentang dunia dan memungkinkan mereka bermain dan meraih benda dengan cara yang sama sekali baru.

Namun, belajar duduk tegak adalah sebuah proses, dan itu tidak mudah. ​​Otot punggung, leher, dan inti tubuh bayi perlu cukup kuat untuk menjaga mereka tetap tegak, dan mereka perlu menyeimbangkan diri dan mencari tahu di mana harus meletakkan kaki mereka agar tidak terjatuh.

Tonggak perkembangan motorik penting ini membutuhkan kekuatan dan koordinasi.

Bagaimana Bayi Belajar Duduk?

Unsplash/Jimmy Conover

Bagi bayi, duduk adalah usaha besar. Berikut adalah bagaimana prosesnya biasanya berlangsung:

Bayi baru lahir

Bayi masih jauh dari bisa duduk tegak dengan atau tanpa bantuan. Namun, Mama dapat mulai mempersiapkannya dengan banyak waktu tengkurap. Pada awalnya, yang paling bisa mereka lakukan hanyalah mencoba mengangkat kepala mereka – dan itu bagus! Mereka sedang memperkuat otot punggung dan leher serta melatih keterampilan yang mereka butuhkan untuk mulai duduk.

Usia 1 hingga 2 bulan

Saat bayi mendapatkan kontrol kepala yang lebih baik dari semua waktu tengkurap itu, Mama akan melihat mereka dapat mengangkat kepala lebih tinggi dan bahkan memutarnya ke samping. Inilah jenis latihan yang dibutuhkan bayi untuk mengatasi duduk dalam beberapa bulan ke depan.

Usia 3 hingga 4 bulan

Mulai sekitar sekarang, Mama akan melihat peningkatan besar dalam kekuatan leher dan kontrol kepala bayi. Mereka akan belajar mengangkat kepala hingga 45 derajat dan menjaganya tetap stabil saat berbaring tengkurap. Pada usia 4 bulan, banyak bayi menggunakan lengan mereka untuk mengangkat kepala dan dada mereka dari tanah dalam gerakan push-up mini. Beberapa bayi akan mulai berguling dari tengkurap ke telentang.

Usia 5 hingga 6 bulan

Bayi akan terbiasa duduk dengan bantuan, dan mungkin akan dapat duduk dengan baik di kursi tinggi atau kursi bayi di lantai. Pastikan untuk menggunakan sabuk pengaman agar bayi tetap aman. Selain itu, setelah bayi dapat duduk di kursi tinggi dan menunjukkan tanda-tanda kesiapan lainnya, Mama dapat mulai memberi mereka makanan padat.

Bayi mungkin juga akan belajar berguling dari telentang ke tengkurap, yang membutuhkan lebih banyak kekuatan dan koordinasi daripada berguling dari tengkurap ke telentang.

Usia 7 hingga 8 bulan

Setelah duduk dengan bantuan, bayi akan menemukan cara untuk menjaga keseimbangan saat duduk dengan mencondongkan tubuh ke depan pada satu atau kedua tangan dalam posisi tripod. Pada usia 7 hingga 8 bulan, mereka mungkin akan dapat duduk tanpa bantuan, yang akan membebaskan tangan mereka untuk menjelajah. Segera mereka akan belajar cara berputar untuk meraih benda yang diinginkan saat duduk.

Usia 9 bulan ke atas

Pada tahap ini, bayi akan mampu duduk dengan baik dan akan memahami cara masuk dan keluar dari posisi duduk.

Untungnya, bayi telah membangun keterampilan untuk duduk sejak lahir. Tonggak perkembangan awal seperti kontrol kepala dan leher serta berguling adalah keterampilan perkembangan penting yang biasanya mendahului dan akan memfasilitasi kemampuan duduk.

Cara Membantu Bayi Duduk Tegak

Pexels/RDNE Stock project

Mama dapat membantu bayi mencapai tonggak perkembangan ini – berikut caranya:

  • Berikan mereka banyak waktu tengkurap. Mengangkat kepala dan dada membantu bayi memperkuat otot leher dan mengembangkan kontrol kepala yang diperlukan untuk duduk tegak. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan untuk memulai dengan 3 hingga 5 menit waktu tengkurap 2 hingga 3 kali sehari dan meningkatkannya – seiring bertambahnya usia dan kekuatan bayi– menjadi 15 hingga 30 menit per hari setiap hari.

  • Dorong bayi untuk melihat ke atas selama waktu tengkurap. Gunakan mainan berwarna cerah yang mengeluarkan suara untuk mendorong mereka melihat ke atas. (Ini juga merupakan cara yang baik untuk memastikan pendengaran dan penglihatan bayi berada pada jalur yang benar.)

  • Biarkan bayi berlatih duduk tegak dengan ditopang bantal atau bersandar pada Mama. Letakkan mereka di pangkuan Mama dan biarkan mereka bersandar pada Mama (atau topang mereka dengan tangan Mama) saat Mama duduk bersama. Atau, Mama dapat menopang bayi dengan bantal. Beberapa bantal menyusui berfungsi dengan baik untuk tujuan ini – pastikan untuk mengawasi.

  • Setelah bayi terbiasa duduk dengan bantuan penyangga, letakkan mainan dan benda-benda menarik lainnya dalam jangkauan mereka agar duduk menjadi lebih menyenangkan. Bermain lempar tangkap dengan menggulirkan bola ke arah mereka saat mereka duduk. Benda-benda ini dapat memberikan fokus yang dapat membantu mereka mendapatkan keseimbangan.

  • Seperti biasa, dan terutama saat mereka baru belajar duduk, pastikan untuk tetap berada di dekat bayi jika mereka terjatuh. Ajak mereka berlatih duduk di lantai berkarpet yang lembut atau di luar di tempat berumput dengan selimut piknik.

Jadi, jika bayi usia 8 bulan belum bisa duduk sendiri, Mama sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan evaluasi. Semoga bermanfaat.

Editorial Team