Mitos fakta posisi tidur bayi - rawpixel.com/McKinsey
Anak atau bayi yang terdiagnosa menderita thalasemia kemungkinan dapat diobati dengan cara melakukan transfusi darah tali pusat dan transplantasi sumsum tulang. Sayangnya, tidak semua penderita thalasemia cocok dengan metode pengobatan ini. Meski transfusi darah secara rutin diperlukan bagi penderita thalasemia beta, tetapi hal ini dapat menyebabkan terjadinya sejumlah komplikasi yang terjadi sebagai akibat penumpukkan zat besi di dalam tubuh.
Anak yang menderita thalasemia dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang bergizi dan mengandung nutrisi yang lengkap seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Namun, sebaiknya hindari pemberian makanan yang mengandung zat besi dalam jumlah tinggi seperti hati dan daging merah serta produk olahannya, ya Ma. Mama dapat menggantikannya dengan ikan, ayam atau susu dengan kandungan zat besi rendah.
Selain itu, jika si Kecil menderita thalasemia sebaiknya perbanyak konsumsi bahan pangan yang mengandung fitat atau senyawa yang menghambat absorbsi besi seperti sereal dan teh serta menghindari konsumsi vitamin C yang justru membantu peningkatan penyerapan besi dalam tubuh.