Alih-alih mengajarkan anak bicara dengan baby talk, Mama bisa mengganti dengan menggunakan teknik parentese. Apa itu?
Parentese merupakan teknik yang membuat anak tidak hanya mendengar, melainkan juga berbicara.
Dr. Patricia Kuhl selaku Profesor Ilmu Bicara dan Pendengaran sekaligus direktur Institut Pembelajaran & Ilmu Otak di University of Washington menemukan bahwa anak yang diajak berkomunikasi dengan teknik parentese di usia 11 dan 14 bulan akan dapat lebih banyak berceloteh serta memiliki kosakata yang lebih kaya di usia 24 bulan.
Berikut tips menggunakan teknik parentese pada anak melansir dari laman Rayito Schools:
- Berbicara dengan lembut dan dan perlahan. Gunakan pula nada suara yang bersemangat agar bunyi vokalnya lebih terdengar oleh si Kecil.
- Gunakan nama sebenarnya dari suatu benda. Misalnya saja, ucapkan nama "kucing" alih-alih "ucing". Hal ini dapat membantu anak mengasosiasikan berbagai hal menggunakan istilah yang tepat.
- Perhatikan ekspresi wajah dan gerakan bayi. Lakukan teknik terbaik untuk melihat respons anak. Respons mereka dapat berupa celotehan, bergumam, atau bahkan tertawa.
- Pastikan anak memperhatikan setiap kata yang Mama ucapkan. Jangan lupa sertakan nama anak dalam percakapan. Saat berbicara, usahakan berhadapan dengan anak dan lakukan kontak mata secara teratur.
- Berbicara dengan anak secara rutin. Berlatih berbicara dengan anak bisa sambil melakukan aktivitas sehari-hari. Lakukan hal tersebut bisa saat makan, memandikan, atau bermain dengan anak. Mama juga dapat berbicara dengan si Kecil sambil menunjukkan mainan favoritnya atau mendeskripsikan gambar di buku cerita.
- Berikan waktu untuk anak merespons. Perhatikan gerakan non verbal yang dilakukan anak sebagai upaya si Kecil dalam merespons.
Nah, itu dia alasan mengapa orangtua dilarang baby talk pada bayi. Sebagai gantinya, Mama bisa menggunakan teknik parentese yang membuka peluang bagi si Kecil untuk merespons.
Semoga informasinya membantu, ya, Ma!