Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Posisi Duduk Bayi di Stroller dan Car Seat Bisa Berpengaruh pada Tumbuh Kembang
Freepik/ASphotofamily
  • Posisi duduk bayi di stroller atau car seat yang terlalu tegak dapat mengganggu perkembangan tulang belakang dan menambah tekanan pada punggung bawah.

  • Penggunaan stroller atau car seat terlalu lama dapat membatasi pernapasan bayi serta meningkatkan risiko sindrom kepala datar akibat tekanan berlebih pada kepala.

  • Posisi ideal bayi adalah kepala sejajar tanpa dagu menunduk, panggul sedikit menekuk, serta pemilihan kursi sesuai usia dan berat badan untuk mendukung tumbuh kembang optimal.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Penggunaan stroller maupun car seat untuk bayi memang memudahkan Mama dan Papa untuk bepergian bersama si Kecil agar aktivitasnya menjadi lebih praktis dan nyaman.

Namun, Mama dan Papa juga perlu memerhatikan posisi duduk stroller maupun car seat yang belum tentu sesuai dengan anatomi tubuh bayi.

Selain itu, jika bayi terlalu sering berada di dalam stroller atau car seat yang tidak sesuai dengan tubuhnya, tumbung kembang bayi menjadi terhambat. Kondisi tersebut juga telah dijelaskan oleh Dokter Spesialis Anak, dr. Mirza Afrizal.

Berikut Popmama.com akan membahas bagaimana posisi duduk bayi di stroller atau car seat bisa berpengaruh pada tubuh kembang bayi sesuai dari pandangan dokter. Yuk, simak selengkapnya, Ma.

Hubungan Posisi Duduk Terlalu Tegak dengan Tumbuh Kembang Bayi

Freepik/ASphotofamily

Tulang belakang bayi, terutama pada bayi dengan usia kurang dari 6 bulan, masih dalam tahap perkembangan.

Pada usia ini, kondisi tulang bayi masih melengkung menyerupai huruf C, tidak seperti kondisi tulang orang dewasa yang menyerupai huruf S.

Oleh karena itu, posisi duduk yang terlalu lama di stroller atau car seat, terutama jika tidak sesuai dengan bentuk tubuh bayi atau terlalu tegak, dapat memengaruhi proses tumbuh kembang si Kecil.

Kondisi ini terjadi karena tulang belakang bayi masih belum memiliki penopang yang cukup kuat. Akibatnya, kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan pada tulang serta ligamen di bagian punggung bawah.

Risiko Posisi Duduk Terlalu Tegak pada Bayi

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Menempatkan bayi di dalam stroller maupun car seat dalam posisi yang kurang sesuai dengan tubuh si Kecil dapat menimbulkan gangguan pada tubuh bayi, terutama pada bagian diafragma.

Kondisi tersebut memicu diafragma sulit untuk bergerak secara optimal sehingga kapasitas paru-paru menjadi terbatas. Akibatnya, asupan oksigen bayi akan menurun, bahkan hanya dalam waktu 30 menit.

Selain itu, penggunaan car seat maupun stroller dalam waktu terlalu lama, terutama dengan sandaran keras, dapat memberikan tekanan terus-menerus pada kepala bayi yang masih lunak sehingga memicu risiko sindrom kepala datar atau plagiocephaly.

Apa Posisi yang Ideal untuk Bayi?

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Sebelum Mama memilih stroller atau car seat untuk si Kecil, pastikan bentuknya telah ideal atau sesuai dengan tubuh bayi.

Pemilihan stroller atau car seat yang sesuai dengan tubuh bayi dapat menjaga kenyamanan sekaligus mendukung tumbuh kembang si Kecil secara lebih baik.

Posisi yang ideal adalah ketika kepala bayi berada sejajar dan dagu tidak menunduk ke arah dada sehingga jalan napas tetap terbuka dengan baik.

Selain itu, panggul sebaiknya berada dalam posisi sedikit menekuk agar berat tubuh bayi dapat tersebar secara merata.

Cara Memilih Stoller atau Car Seat yang Tepat

Freepik

Selain menentukan bentuk dudukan yang sesuai dengan tubuh bayi, Mama juga perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum membeli stroller atau car seat untuk si Kecil.

Mama dapat mempertimbangkan usia serta berat badan si Kecil karena setiap jenis kursi memiliki spesifikasi yang berbeda untuk menyesuaikan kondisi tumbuh kembang bayi.

Selain itu, Mama juga sebaiknya memilih car seat yang kompatibel dengan kondisi mobil serta telah memenuhi standar keselamatan yang berlaku agar keamanan si Kecil lebih terjaga.

Alternatif Cara Dalam Mendukung Tumbuh Kembang Bayi

Freepik

Mama dapat mendukung tumbuh kembang si Kecil melalui berbagai aktivitas menyenangkan sekaligus interaktif, salah satunya adalah tummy time atau melakukan permainan lantai dengan menempatkan bayi di atas permukaan yang lembut.

Aktivitas tersebut memicu si Kecil agar dapat merangkak atau berguling guna memperkuat otot leher, punggung, dan bahu sebagai bagian penting dari tahap perkembangannya.

Mama juga dapat menggendong si Kecil agar ia lebih leluasa dalam mengeksplorasi lingkungan sekitarnya dengan lebih aman. Cara ini tidak hanya mendukung perkembangan sensorik si Kecil, tetapi juga mempererat ikatan emosional antara bayi dengan Mama.

Berikut merupakan penjelasan terkait posisi duduk bayi di stroller dan car seat bisa berpengaruh pada tumbuh kembang. Semoga artikel ini bermanfaat, ya, Ma.

Editorial Team