Comscore Tracker
TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Bolehkah Bayi Makan Biskuit?

Biskuit bisa menjadi camilan yang praktis dan tersedia di mana saja, namun amankah untuk bayi?

28 September 2022

Bolehkah Bayi Makan Biskuit
Unsplash/Pawel Czerwinski

Biskuit sering diberikan pada bayi sebagai pilihan camilan cepat saat bepergian dan bahkan di rumah. Biskuit komersial biasanya dibuat dengan tepung, lemak, gula, dan garam. Selain itu juga mengandung bahan-bahan lain, seperti susu, telur, biji-bijian, buah-buahan kering, dan kacang-kacangan.

Biskuit mudah tersedia, terjangkau, dan memiliki berbagai pilihan. Namun, meskipun biskuit kemasan terlihat menarik, perlu dipertimbangkan apakah aman untuk bayi. Selain itu, biskuit-biskuit yang dijual di pasaran mungkin mengandung bahan-bahan yang tidak baik untuk bayi.

Nah, sebelum memberikan biskuit untuk si Kecil, simak dulu ulasan Popmama.com berikut ini tentang bolehkah bayi makan biskuit kemasan?

Bolehkah Bayi Makan Biskuit Kemasan?

Bolehkah Bayi Makan Biskuit Kemasan
Kampus Production/Pexels

Menurut National Health Service, orangtua sebaiknya menghindari memberi makan makanan ringan dalam kemasan pada bayi. Ini termasuk biskuit. Alasannya, karena makanan dalam kemasan bukan pengganti makanan segar yang sehat.

Sebaliknya, Mama disarankan untuk mengembangkan kebiasaan memberi makan makanan sehat untuk bayi seperti buah-buahan dan sayuran segar.

Namun, untuk alasan fungsional, seperti tumbuh gigi, bayi yang berusia di atas enam bulan dapat mengonsumsi biskuit tumbuh gigi yang rendah sodium dan tanpa pemanis.

Biskuit tumbuh gigi dapat membantu mengurangi rasa sakit saat tumbuh gigi. Mama dapat membiarkan bayi mengunyah di permukaan gusi yang keras.

Editors' Picks

Kapan Bayi Bisa Makan Biskuit?

Kapan Bayi Bisa Makan Biskuit
Freepik/freepic.diller

Usia 8-12 bulan adalah waktu untuk mengenalkan biskuit atau kue kering pada bayi. 

Mama juga dapat memberikannya saat gigi bayi mulai tumbuh, ya! Biskuit menenangkan gusi bayi saat tumbuh gigi.

Selain itu, usia 8-12 bulan adalah periode terbaik untuk memperkenalkan bayi pada seni mengunyah. Bayi dapat menggunakan biskuit dan kue kering untuk mempelajari cara makan sambil menikmati camilan yang enak.

Karena berisiko tersedak, jangan lupa untuk mengawasinya saat makan.

Mengapa Bayi Harus Menghindari Konsumsi Biskuit Kemasan?

Mengapa Bayi Harus Menghindari Konsumsi Biskuit Kemasan
Unsplash/Lefteris Pachis

Biskuit kemasan seringkali dianggap tidak sehat untuk bayi karena biasanya mengandung:

  • Tepung olahan: Sebagian besar biskuit kemasan mengandung tepung gandum halus (maida), yang memiliki sedikit atau tanpa serat. Selain itu juga kekurangan zat gizi mikro, seperti vitamin B dan zat besi (6) (7). Kurangnya serat membuat pencernaan tepung tidak baik bagi sistem pencernaan bayi yang belum matang. Selain itu, konsumsinya dapat menyebabkan sembelit jika tidak dibarengi konsumsi makanan sehat lainnya.
  • Gula halus: Bayi di bawah 24 bulan harus menghindari makanan dengan tambahan gula. Gula halus atau gula putih memiliki nilai gizi nol karena tidak memiliki nutrisi dan serat. Konsumsinya yang berlebihan dapat menimbulkan risiko masalah kesehatan, seperti obesitas pada masa kanak-kanak dan kerusakan gigi.
  • Garam: Bayi di bawah 12 bulan membutuhkan kurang dari satu gram (kurang dari 0,4 gram natrium) garam sehari. Bayi bisa mendapatkan natrium ini dari ASI atau susu formula dan makanan padat lainnya yang mungkin mereka makan. Dengan demikian, memberi makan biskuit kemasan dapat menyebabkan konsumsi natrium yang berlebihan yang dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang bayi.
  • Lemak trans: Lemak trans adalah jenis lemak makanan yang terbentuk ketika minyak nabati dihidrogenasi. Lemak ini dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan menurunkan kolesterol HDL (kolesterol baik). Selama periode tertentu, konsumsi lemak trans dapat memicu masalah kesehatan, seperti penyakit jantung.
  • Pengemulsi: Pengemulsi menstabilkan emulsi lemak dan air dalam biskuit. Ini mungkin dianggap sebagai aditif kecil. Namun penelitian menunjukkan bahwa pengemulsi dapat mengubah mikrobiota usus dan menyebabkan masalah kesehatan pencernaan.
  • Sintetik lainnya: Bahan pengembang, kondisioner adonan, perasa, pewarna buatan, dan pengawet adalah beberapa zat sintetis yang mungkin terkandung dalam biskuit. Bahan-bahan ini sebaiknya tidak dikonsumsi oleh bayi karena dapat berdampak buruk pada sistem pencernaannya.
  • Alergen tersembunyi: Biskuit mungkin mengandung alergen tersembunyi, seperti susu padat, kedelai, dan kacang tanah, yang dapat memicu reaksi alergi atau menyebabkan intoleransi pada bayi yang rentan.

Biskuit dan Kue Kering yang Cocok untuk Bayi

Biskuit Kue Kering Cocok Bayi
Unsplash/Cala

Biskuit buatan sendiri tanpa pemanis yang terdiri dari bahan-bahan sehat, seperti biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan, tanpa pengawet, aditif, gula buatan, garam, atau baking powder, cocok untuk bayi.

Namun meski bahannya aman, kue kering dan biskuit buatan sendiri harus diberikan kepada bayi dalam jumlah sedang. Kue dan biskuit tidak boleh mengganti makanan sehat, seperti ASI atau susu formula, sereal, sup, puree, dan bubur.

Nah, itu penjelasan bolehkah bayi makan biskuit. Apa camilan kesukaan bayi mama?

Baca juga:

Topic:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk