Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Tren ‘Sunday Reset’ Membuat Orangtua Rentan Burnout? Ini Faktanya!
Freepik
  • Tren “Sunday reset” di TikTok mendorong orangtua menyiapkan minggu baru dengan membersihkan rumah dan menyusun jadwal lebih awal.

  • Fokus berlebihan pada produktivitas membuat waktu bonding dengan bayi berkurang, padahal kehadiran emosional orangtua lebih penting daripada rumah yang selalu rapi.

  • Menjadikan Minggu sebagai “hari kerja tambahan” meningkatkan risiko burnout, sehingga disarankan memilih tugas prioritas dan tetap memberi ruang untuk istirahat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Akhir-akhir ini, muncul tren Sunday reset di TikTok yang menawarkan solusi agar minggu terasa lebih rapi dan terkontrol. Sekilas terlihat membantu, ya, Ma. 

Tapi, ketika hari Minggu justru berubah menjadi hari sibuk beberes, waktu istirahat yang seharusnya jadi momen recharge bisa ikut hilang, termasuk waktu bonding bersama bayi di rumah.

Lalu, apakah tren ini benar-benar membantu atau justru menambah beban mental orangtua? 

Berikut rangkuman Popmama.com terkait tren ‘Sunday reset’ membuat orangtua rentan burnout?

1. Apa itu 'Sunday reset'?

Freepik

Tren Sunday reset biasanya diisi dengan aktivitas seperti membersihkan rumah, menyiapkan menu mingguan, mencuci pakaian, menyusun jadwal, hingga merapikan perlengkapan anak untuk satu minggu ke depan. Tujuannya sederhana, supaya hari Senin terasa lebih ringan dan tidak terburu-buru, dilansir dari laman Parents

Secara psikologis, konsep ini memang masuk akal, Ma. Banyak orang merasa lebih tenang ketika memiliki rasa kontrol dan pencapaian sebelum minggu baru dimulai. Menyelesaikan beberapa tugas di hari Minggu bisa mengurangi rasa cemas yang sering muncul menjelang hari kerja.

Tapi, masalah muncul ketika reset berubah menjadi tuntutan untuk menyelesaikan semuanya dalam satu hari. Ada unsur perfeksionisme yang membuat orangtua merasa harus selalu siap dan rapi. Padahal realitanya, kehidupan keluarga, apalagi dengan bayi, tidak pernah sepenuhnya bisa diprediksi.

2. Dampaknya pada hubungan orangtua dan bayi

Freepik

Bayi sebenarnya tidak membutuhkan rumah yang selalu bersih sempurna atau jadwal yang tersusun rapi. Yang paling mereka butuhkan adalah kehadiran Mama dan Papa. 

Ketika hari Minggu dihabiskan sepenuhnya untuk membereskan pekerjaan rumah, momen seperti tummy time, jalan santai sore hari, atau sekadar bercanda di kasur bisa terlewat. Padahal momen inilah yang memperkuat ikatan antara orangtua dan bayi.

Selain itu, bayi sangat peka terhadap kondisi emosional orangtuanya. Jika Mama atau Papa merasa lelah, bayi bisa ikut merasakannya, lho. Sebaliknya, orangtua yang cukup istirahat cenderung lebih sabar, responsif, dan hangat dalam berinteraksi.

3. Mengapa tren ini bisa membuat orangtua rentan burnout?

Freepik/jcomp

Mengubah setengah akhir pekan menjadi “hari kerja tambahan” tentunya membuat Mama tidak benar-benar mendapatkan waktu istirahat. Bagi orangtua dengan bayi, kurang istirahat bisa terasa lebih berat karena pola tidur saja sudah sering terputus.

Bagi ibu rumah tangga, tekanan ini juga bisa terasa lebih besar. Pekerjaan rumah tangga sering kali tidak terlihat atau kurang diapresiasi. Jika Sunday reset menjadi standar tambahan yang harus dipenuhi setiap minggu, beban mental pun bisa semakin meningkat.

Padahal dalam fase merawat bayi, fleksibilitas jauh lebih penting daripada kesempurnaan. Akan selalu ada hari ketika bayi rewel, jadwal mama berantakan, dan rencana tidak berjalan sesuai harapan. Dan itu sepenuhnya normal dalam kehidupan keluarga.

4. Tips tetap produktif tanpa mengorbankan waktu bonding dengan bayi

Freepik/pch.vector

Daripada  melakukan Sunday reset, orangtua bisa memilih satu atau dua tugas yang benar-benar membantu meringankan minggu depan, misalnya menyiapkan perlengkapan bayi atau mencuci pakaian si Kecil. Sisanya bisa dilakukan bertahap.

Beberapa cara menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kualitas waktu mama bersama bayi:

  1. Pilih maksimal dua tugas utama di hari Minggu

  2. Sisakan free time untuk bermain atau cuddling bersama bayi

  3. Batasi paparan media sosial 

  4. Prioritaskan istirahat ketika bayi tidur

  5. Nikmati momen sederhana seperti menyusui atau membacakan buku

  6. Terima bahwa rumah tidak harus selalu sempurna

Karena pada akhirnya, bayi hanya akan mengingat rasa aman, pelukan hangat, dan perhatian penuh dari orangtuanya.

Nah, itu dia penjelasan terkait tren Sunday reset membuat orangtua rentan burnout. Apakah Mama punya pengalaman yang sama?

Editorial Team