Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Vitamin yang Perlu Dikonsumsi Anak Setiap Hari dan Tidak 
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
  • Vitamin D dan zat besi direkomendasikan dikonsumsi setiap hari untuk mendukung pertumbuhan.

  • Zinc, probiotik, minyak ikan atau DHA, serta kalsium tidak wajib diminum harian.

  • Orangtua perlu mengenali tanda kekurangan vitamin pada anak dan selalu memperhatikan dosis.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Vitamin adalah senyawa organik yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung proses metabolisme, pertumbuhan, dan menjaga kesehatan tubuh tetap optimal. Pada bayi, kebutuhan vitamin umumnya bisa diperoleh dari ASI dan makanan bergizi seimbang. Seiring bertambahnya usia, beberapa bayi terkadang memerlukan tambahan vitamin tertentu melalui suplemen untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya.

Meski begitu, tidak semua vitamin perlu dikonsumsi setiap hari. Dokter Spesialis Anak, Ardi Santoso, melalui akun Instagram pribadinya @ardisantoso, membagikan konten edukasi mengenai vitamin yang dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari dan vitamin yang hanya perlu diberikan dalam kondisi tertentu.

Berikut Popmama.com rangkum informasi terkait vitamin yang perlu dikonsumsi anak setiap hari dan tidak. Yuk, simak, Ma!

Vitamin yang Perlu Dikonsumsi Anak Setiap Hari

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

 1. Vitamin D

Vitamin D termasuk nutrisi penting yang dianjurkan dikonsumsi setiap hari. Vitamin ini berperan penting dalam membantu penyerapan kalsium dan menjaga kesehatan tulang serta gigi si Kecil.

Kekurangan vitamin D pada anak dapat menyebabkan riketsia nutrisional, yaitu gangguan pertumbuhan tulang yang biasanya terjadi pada usia 6 bulan hingga 2,5 tahun. Gejalanya meliputi kelemahan otot, keterlambatan perkembangan motorik, bentuk kaki O, hingga keterlambatan pertumbuhan gigi.

Melansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kebutuhan vitamin D pada bayi usia 0–12 bulan adalah 400 IU per hari, baik bayi mendapatkan ASI eksklusif maupun tidak. Sementara anak usia di atas 12 bulan membutuhkan sekitar 600 IU per hari.

 2. Zat besi

Zat besi juga termasuk nutrisi yang penting diberikan secara rutin, terutama setelah bayi memasuki usia 6 bulan. Pada usia ini, cadangan zat besi dalam tubuh mulai berkurang dan ASI saja tidak lagi mencukupi kebutuhan harian bayi.

Kekurangan zat besi dapat berdampak pada perkembangan kecerdasan, perilaku, hingga kemampuan motorik anak. Anak dengan anemia defisiensi besi biasanya tampak lebih lemas, sulit fokus, mudah rewel, dan lambat merespons.

Kebutuhan zat besi bayi usia 6–12 bulan sekitar 11 mg per hari, sedangkan anak usia 1–3 tahun membutuhkan sekitar 7 mg per hari. Pemberian zat besi tambahan biasanya disesuaikan dengan kondisi anak, seperti berat badan lahir rendah atau prematur, sehingga sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak.

Vitamin yang Tidak Perlu Dikonsumsi Setiap Hari

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

  1. Zinc
    Zinc tidak selalu perlu diberikan setiap hari. Suplemen zinc lebih dianjurkan saat anak mengalami diare akut untuk membantu mempercepat pemulihan dan menjaga daya tahan tubuh.

  2. Probiotik
    Probiotik juga tidak wajib dikonsumsi rutin setiap hari. Suplemen ini biasanya diberikan sesuai kondisi tertentu, misalnya ketika anak mengalami gangguan pencernaan atau sedang menjalani pengobatan tertentu.

  3. Minyak Ikan atau DHA
    Minyak ikan dan DHA sebenarnya bisa diperoleh dari makanan sehari-hari seperti ikan laut, telur, atau susu. Karena itu, suplemen DHA tidak selalu wajib diberikan setiap hari jika kebutuhan nutrisi anak sudah terpenuhi dari makanan.

  4. Kalsium
    Kalsium tetap penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi, tetapi kebutuhan hariannya sebaiknya dipenuhi terlebih dahulu dari makanan seperti susu, keju, yogurt, tahu, dan sayuran hijau.

Kenali Tanda Anak Kekurangan Vitamin

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Mama juga perlu mengenali beberapa tanda kekurangan vitamin pada anak agar kebutuhan nutrisinya bisa segera disesuaikan. Berikut beberapa tanda yang umum terjadi:

  • Kekurangan vitamin D: anak lebih mudah sakit, lemas, dan sering batuk pilek

  • Kekurangan vitamin C: gusi mudah meradang, mimisan, dan mudah memar

  • Kekurangan zat besi: anak tampak pucat, lesu, dan mudah pusing

  • Kekurangan vitamin A: mata dan kulit terasa kering

  • Kekurangan vitamin E: koordinasi tubuh terganggu dan otot melemah

  • Kekurangan zinc: diare, rambut rontok, dan radang kulit

Jenis Vitamin

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Secara umum, vitamin dibagi menjadi dua jenis berdasarkan cara vitamin tersebut larut dan diserap oleh tubuh, yaitu vitamin larut lemak dan vitamin larut air. Vitamin larut lemak lebih mudah diserap jika dikonsumsi bersama makanan yang mengandung lemak sehat, serta dapat disimpan lebih lama di dalam tubuh sebagai cadangan nutrisi.

Sementara itu, vitamin larut air akan langsung larut dan digunakan oleh tubuh sesuai kebutuhan. Karena tidak disimpan dalam jumlah besar, sisa vitamin biasanya akan dikeluarkan melalui urine sehingga perlu dipenuhi secara rutin dari makanan sehari-hari.

Tips Memberikan Vitamin untuk Bayi

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

  1. Pastikan kandungannya cocok untuk anak
    Sebelum memberikan vitamin, pastikan si Kecil tidak memiliki alergi terhadap kandungan tertentu agar tidak memicu reaksi alergi.

  2. Perhatikan dosis pada label
    Pemberian vitamin yang berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan anak. Karena itu, selalu ikuti aturan pakai dan dosis yang dianjurkan pada kemasan atau oleh dokter.

  3. Hindari memberikan dua suplemen sekaligus
    Beberapa produk vitamin sudah mengandung kombinasi nutrisi lengkap. Memberikan dua suplemen sekaligus tanpa pengawasan dokter bisa meningkatkan risiko kelebihan dosis.

  4. Konsultasikan dengan dokter
    Jika bayi masih berusia di bawah 6 bulan atau Mama masih bingung menentukan vitamin yang tepat, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak karena setiap bayi memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda.

Itu tadi penjelasan vitamin yang perlu dikonsumsi anak setiap hari dan tidak. Sesuaikan dengan kebutuhan si Kecil, ya, Ma!

Editorial Team