Meskipun ketakutan adalah bagian alami dari masa kanak-kanak, bisakah ketakutan itu melewati batas dan berkembang menjadi fobia? Tidak, kata para ahli. Fobia di masa kanak-kanak sangat jarang terjadi, karena fobia dianggap sebagai ketakutan yang tidak rasional.
Sementara sebagian besar ketakutan anak-anak adalah apa yang dianggap 'tidak rasional' dalam perspektif orang dewasa, dari sudut pandang anak-anak ketakutan itu sangat masuk akal. Bagaimanapun, kita mungkin secara logis tahu kita tidak akan pergi ke saluran pembuangan bak mandi, tetapi imajinasi seorang anak mungkin mengatakan sebaliknya.
Ketakutan yang mungkin dicap sebagai fobia pada orang dewasa (seperti ketakutan akan kegelapan, suara keras, atau bahkan mandi) tidak dianggap sebagai fobia sejati pada anak-anak. "Mama bisa menyebut ini adalah fobia anak, tapi secara perkembangan normal, hal ini tidak seperti fobia orang dewasa," jelas Dr. Sears.
"Untuk 'fobia' masa kanak-kanak yang normal, orangtua secara bertahap dapat membantu anak menjadi terbiasa dengan hal-hal dengan menunjukkan kepada mereka bagaimana caranya berinteraksi secara lembut dengan apa pun yang mereka takuti." Dr. Brown setuju, "Beberapa anak benar-benar cemas tentang kebisingan, keramaian, orang asing, dan kegelapan," katanya. "Tapi itu bukan fobia, dan Mama dapat bekerja sama untuk membantu menghilangkan rasa takut itu untuk mencegahnya menjadi fobia sejati di masa depan. Kata Dr. Brown, "Hargai rasa takut, atasi rasa takut, dan berdayakan anak."
Nah, demikian informasi mengenai rasa takut bayi. Semoga informasi ini dapat membantu Mama untuk semakin mengenali anak dan membantu mereka mendapatkan perkembangan yang optimal.