5 Kelompok Makanan Kaya Gizi untuk MPASI Pertama si Kecil

Menyajikan MPASI itu mudah, asal Mama tahu panduannya

29 Mei 2020

5 Kelompok Makanan Kaya Gizi MPASI Pertama si Kecil
freepik.com/user17581499

Si Kecil telah berusia enam bulan. Selamat, Ma! Kini saatnya ia memasuki tahap perkembangan baru yaitu mengonsumsi makanan padat alias MPASI untuk pertama kalinya. Di usia enam bulan, kebutuhan energi dan nutrisi bayi mulai bertambah sehingga pemberian ASI saja sudah tidak mencukupi. 

Dilansir dari IDAI, proses belajar makan bukan semata untuk memenuhi kebutuhan nutrisi saja. Melainkan juga momen latihan keterampilan dan kebiasaan makan yang sehat. Dalam proses makan ini, terjadi juga keterlibatan dan ikatan antara orangtua dan anak yang mendekatkan.

Untuk pertama kalinya, MPASI dapat diberikan berupa bubur yang konsistensinya halus cenderung encer. Nantinya, konsistensi ini akan dikentalkan secara bertahap hingga akhirnya bayi bisa makan makanan seperti orang dewasa. Bagi Mama yang baru pertama kali mempersiapkan ASI, berikut Popmama.com merangkum lima kelompok makanan untuk MPASI pertama si Kecil, dilansir dari pregnancybirthbaby.org.au:

1. Sayuran dan kacang-kacangan

1. Sayuran kacang-kacangan
Pixabay/Steve Buissinne

Berikan sayuran dan kacang-kacangan seperti labu, ubi jalar, wortel, kentang, kacang polong, brokoli, kembang kol, atau zucchini. Haluskan bahan-bahan di atas, aduk sedikit demi sedikit agar teksturnya mengental. Protein nabati sudah bisa diberikan sejak bayi berusia enam bulan.
 

Editors' Picks

2. Buah-buahan

2. Buah-buahan
Pixabay/LC-click

Untuk buah-buahan, berikan apel yang telah direbus dan dihaluskan, pir, persik, pisang matang yang ditumbuk, atau buah-buahan dalam keluarga berry. Hindari memberi apel mentah berukuran besar di awal karena bayi bisa tersedak karenanya. Secara bertahap, perkenalkan potongan buah segar seperti pisang dan apel mentah yang diparut.

Ada mitos yang mengatakan bahwa bayi sebaiknya diperkenalkan sayur dahulu baru buah. Nyatanya, dilansir dari IDAI, sayur dan buah dapat diperkenalkan bersamaan. Tidak terbukti pengenalan buah lebih dahulu mempersulit penerimaan sayur. 

Berikan buah segar, bukan jus buah, apalagi jus buah kemasan karena mengandung banyak gula. Konsumsi jus buah akan membuat anak kenyang sehingga tidak berselera saat jam makan tiba.

3. Biji-bijian dan sereal

3. Biji-bijian sereal
archanaskitchen.com

Biji-bijian dan sereal yang telah difortifikasi dapat menjadi langkah awal memperkenalkan makanan padat kepada bayi. Berikan sereal bayi dengan konsistensi yang encer untuk pertama kali, kemudian kentalkan secara bertahap. Jangan tambahkan madu ke dalamnya. Selain itu, hindari memberikan sereal dengan tambahan kepingan cokelat atau gula tambahan.

4. Daging, ikan, unggas, telur dan kacang-kacangan

4. Daging, ikan, unggas, telur kacang-kacangan
Shutterstock/ Dream79

Bahan-bahan di atas dapat dihaluskan hingga teksturnya menjadi puree. Lihatlah reaksi bayi. Ketika ia dapat menerima kelompok makanan ini tanpa adanya indikasi alergi, tambahkan potongan-potongan ayam, daging cincang, cincangan ikan segar, tahu tumbuk, kacang polong tumbuk, telur rebus tumbuk dan sebagainya. 

Pastikan menyajikan kelompok makanan ini dalam keadaan benar-benar matang. Hati juga aman diberikan pada bayi. Bahkan mengandung zat besi yang diperlukan oleh bayi. 

Bolehkah menambahkan gula dan garam agar memiliki rasa? Dilansir dari website IDAI, di bawah usia 1 tahun sebaiknya diberikan gula dan garam seminimal mungkin. Hal ini boleh dilakukan jika dengan pemberian gula dan garam dapat meningkatkan selera makan anak.

5. Susu, keju, yoghurt

5. Susu, keju, yoghurt
Freepik

ASI atau susu formula harus tetap diberikan bersama dengan ASI hingga anak berusia 12 bulan. Kemudian, sejumlah kecil olahan susu lainnya dapat ditambahkan ke makanan, misalnya keju parut atau yoghurt. Keju parut baik untuk memberi rasa pada sayuran tumbuk. Pilih yoghurt tanpa tambahan gula. Boleh diberi tambahan buah potong yang empuk untuk memberi rasa dan variasi agar anak tidak bosan.

Itulah lima kelompok makanan untuk MPASI pertama si Kecil. Mulailah memberikan MPASI pertama kali ini satu kali sehari. Kemudian secara bertahap tambahkan frekuensinya menjadi dua hingga tiga kali sehari. Semoga menginspirasi, Ma!

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.