10 Nominasi Film Na Willa di Piala Citra FFI 2026, Cek Kategorinya!

FFI 2026 mengumumkan nominasi Piala Citra pada 12 Oktober di Jakarta. Malam puncak dijadwalkan November 2026.
Film Na Willa arahan Ryan Adriandhy meraih 10 nominasi, terbanyak kedua setelah Ghost in The Cell yang memperoleh 12 nominasi.
Nominasi Na Willa mencakup film terbaik, akting, skenario, sinematografi, artistik, efek visual, suara, lagu tema, busana, serta kritik film.
Festival Film Indonesia (FFI) 2026 resmi mengumumkan daftar nominasi Piala Citra pada Senin (12/10/2026) dari Gedung Produksi Film Negara (PFN), Jakarta. Pengumuman tersebut disiarkan melalui YouTube, sementara malam puncak penganugerahannya dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Salah satu film yang mencuri perhatian adalah Na Willa, karya sutradara Ryan Adriandhy yang berhasil meraih 10 nominasi di berbagai kategori. Perolehan ini menempatkan Na Willa di posisi kedua setelah Ghost in The Cell yang mengamankan 12 nominasi.
Diadaptasi dari buku karya Reda Gaudiamo, Na Willa mengikuti kisah seorang anak perempuan berusia enam tahun yang tinggal di sebuah gang di pinggiran Surabaya pada era 1960-an. Film yang tayang di bioskop sejak 18 Maret 2026 ini menghadirkan dunia masa kecil melalui sudut pandang polos, hangat, dan penuh rasa ingin tahu.
Berikut Popmama.com rangkum 10 nominasi film Na Willa di Piala Citra FFI 2026.
Table of Content
1. Masuk nominasi Film Cerita Panjang Terbaik

Instagram.com/nawillaofficial Film Na Willa masuk nominasi Film Cerita Panjang Terbaik bersama Dopamin, Ghost in The Cell, Operasi Pesta Copet, dan Para Perasuk. Kategori bergengsi ini mempertemukan lima film terpilih dari 93 film cerita panjang yang terdaftar di FFI 2026.
Diproduksi oleh Visinema Studios, film ini diadaptasi dari buku pertama trilogi Na Willa karya Reda Gaudiamo. Ryan Adriandhy bertindak sebagai penulis sekaligus sutradara dalam debutnya menggarap film live-action, menghadirkan kisah masa kecil yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
2. Luisa Adreena masuk nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik

Instagram.com/luisaadreena Aktris muda Luisa Adreena berhasil masuk nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik berkat perannya sebagai Na Willa. Ia bersaing dengan aktris berpengalaman, yakni Christine Hakim, Marsha Timothy, Meriam Bellina, dan Shenina Cinnamon.
Dalam film berdurasi 118 menit tersebut, Luisa memerankan anak perempuan berusia enam tahun yang menjalani hari-harinya dengan kepolosan dan rasa ingin tahu. Karakter Na Willa menjadi pusat cerita sekaligus mengajak penonton melihat kehidupan melalui perspektif seorang anak.
3. Ryan Adriandhy masuk nominasi Penulis Skenario Adaptasi Terbaik

Instagram.com/adriandhy Ryan Adriandhy masuk nominasi Penulis Skenario Adaptasi Terbaik berkat kemampuannya mengadaptasi kisah Na Willa ke dalam naskah film. Ia bersaing dengan Mouly Surya lewat Tukar Takdir, serta Johanna Wattimena dan Bernardus Raka lewat Nobody Loves Kay.
Skenario Na Willa mengadaptasi buku pertama dari trilogi karya Reda Gaudiamo dengan tetap mempertahankan unsur penting cerita aslinya. Salah satunya adalah latar belakang keluarga Na Willa, sehingga kisahnya tetap memiliki identitas kuat ketika dihadirkan melalui media layar lebar.
4. Yadi Sugandi masuk nominasi Pengarah Sinematografi Terbaik

Instagram.com/sugandiyadi Keindahan visual Na Willa mengantarkan Yadi Sugandi ke nominasi Pengarah Sinematografi Terbaik. Ia bersaing dengan Gunnar Nimpuno lewat Para Perasuk, Ical Tanjung lewat Ghost in The Cell, Vera Lestafa lewat Dopamin, serta Yudi Datau lewat Semua Akan Baik-baik Saja.
Ryan Adriandhy memilih format live-action untuk menghadirkan nostalgia sekaligus realisme kehidupan Surabaya pada era 1960-an. Melalui komposisi gambar dan pengambilan kamera, suasana gang serta rumah tempat Na Willa tumbuh menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman menonton yang dekat dengan keseharian tokohnya.
5. Rini Sri Handayani masuk nominasi Pengarah Artistik Terbaik

Instagram.com/festivalfilmbandung Rini Sri Handayani masuk nominasi Pengarah Artistik Terbaik berkat karyanya dalam film Na Willa. Ia bersaing dengan tim artistik dari film Ikatan Darah, Ghost in The Cell, Monster Pabrik Rambut, dan Para Perasuk.
Penataan artistik film ini dirancang untuk menghadirkan suasana Surabaya pada era 1960-an melalui detail rumah, gang, properti, dan lingkungan tempat para tokoh beraktivitas. Pendekatan visual yang hangat membantu membangun dunia Na Willa sekaligus memperkuat nuansa nostalgia sepanjang cerita.
6. David A Widya P, Concetta CFX, dan Dalang Digital Studio masuk nominasi Penata Efek Visual Terbaik

Youtube.com/CINEMA 21 Tim efek visual Na Willa yang terdiri dari David A Widya P, Concetta CFX, dan Dalang Digital Studio berhasil masuk nominasi Penata Efek Visual Terbaik. Mereka bersaing dengan tim dari Ghost in The Cell, Monster Pabrik Rambut, Badut Gendong, dan Abadi Nan Jaya.
Kehadiran Na Willa dalam kategori ini menarik karena filmnya mengangkat drama keluarga dengan latar kehidupan masa lalu. Nominasi tersebut menunjukkan bahwa efek visual turut mendukung proses pembangunan dunia cerita, termasuk membantu menghadirkan suasana yang sesuai dengan latar waktu film.
7. Siti Asifa Nasution dan Satrio Budiono masuk nominasi Penata Suara Terbaik

Instagram.com/paman_tito Siti Asifa Nasution dan Satrio Budiono masuk nominasi Penata Suara Terbaik melalui film Na Willa. Keduanya bersaing dengan tim tata suara dari Abadi Nan Jaya, Semua Akan Baik-baik Saja, Para Perasuk, dan Tunggu Aku Sukses Nanti.
Menariknya, Satrio Budiono tercatat masuk nominasi dalam kategori yang sama melalui dua film, yakni Na Willa dan Para Perasuk. Pencapaian tersebut menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan menjelang malam puncak FFI 2026, ketika kontribusi para penata suara turut mendapat apresiasi.
8. Laleilmanino masuk nominasi Pencipta Lagu Tema Terbaik

Instagram.com/amiawards Lagu ‘Sikilku Iso Muni’ mengantarkan Arya Aditya Ramadhya, Ilman Ibrahim Isa, dan Anindyo Baskoro ke nominasi Pencipta Lagu Tema Terbaik. Mereka bersaing dengan para pencipta lagu dari film lain, termasuk karya Alvin Witarsa, Ipang Lazuardi, Sal Priadi, serta Tony Dwi Setiaji dan Joko Anwar.
Kategori Pencipta Lagu Tema Terbaik menjadi salah satu kategori baru yang hadir di FFI 2026. Kehadiran lagu tema dalam Na Willa terasa selaras dengan pendekatan musikal film ini, sekaligus memperlihatkan bagaimana musik dapat menjadi bagian penting dalam membangun suasana dan karakter cerita.
9. Penata Busana Terbaik Astrid Rosiana Ishak

Youtube.com/CINEMA 21 Astrid Rosiana Ishak masuk nominasi Penata Busana Terbaik melalui karyanya dalam film Na Willa. Ia bersaing dengan penata busana dari Badut Gendong, Operasi Pesta Copet, Ghost in The Cell, dan Monster Pabrik Rambut.
Latar Surabaya pada era 1960-an menuntut rancangan busana yang mampu menggambarkan suasana zaman tersebut secara meyakinkan. Pemilihan pakaian untuk para tokoh menjadi salah satu unsur pendukung yang membantu penonton mengenali lingkungan sosial dan kehidupan sehari-hari Na Willa.
10. Karya Kritik Film Terbaik “Dunia Setinggi Mata Na Willa”

Instagram.com/sonitriantoro Tak hanya diakui melalui berbagai aspek produksi film, Na Willa juga hadir dalam kategori Karya Kritik Film Terbaik melalui tulisan berjudul “Dunia Setinggi Mata Na Willa” karya Soni Triantoro. Tulisan tersebut bersaing dengan karya kritik dari Gladhys Elliona, Yulaika Romadhani, Anton Kurnia, dan I Ngurah Gede Adi Putra.
Berbeda dari kategori teknis lainnya, Karya Kritik Film Terbaik memberikan apresiasi kepada tulisan yang membahas dan menganalisis film. Dari 110 karya kritik film yang terdaftar pada FFI 2026, tulisan tentang Na Willa berhasil menjadi salah satu dari lima nominasi terpilih.
Perolehan 10 nominasi di Piala Citra FFI 2026 menjadi pencapaian membanggakan bagi film Na Willa. Berbagai nominasi tersebut mencakup aspek akting, penulisan skenario, sinematografi, hingga musik yang menunjukkan luasnya apresiasi terhadap karya arahan Ryan Adriandhy ini.
Itulah rangkuman 10 nominasi film Na Willa di Piala Citra FFI 2026.
Dengan masuknya Na Willa dalam 10 kategori, menarik untuk menantikan nominasi mana saja yang berhasil membawa pulang Piala Citra pada malam puncak FFI 2026 mendatang.






















