- Aplikasi Lazada
- Situs Web Lazada
- Blibli
- BMoney
- Vidio
- Hago App
- SnackVideo
- X
- Sola Mahjong
- Goddess of Victory: NIKKE
- Age of Empires Mobile
- Valorant
- Teamfight Tactics Mobile
- Apple Podcasts
- WeTV
- MAXStream TV
- Discord
- Telegram Messenger
- YouTube
- Ludo World–Ludo Superstar
- Crossfire: Legends
22 Platform yang Berisiko Tinggi untuk Anak Dirilis Komdigi, Apa Saja?

Komdigi menetapkan 22 platform berisiko tinggi bagi anak, mencakup belanja daring, media sosial, perpesanan, streaming, dan gim, berdasarkan penilaian mandiri PSE yang diverifikasi.
Risiko utama meliputi kontak dengan orang asing, paparan konten pornografi atau kekerasan, serta penyalahgunaan data pribadi dan eksploitasi komersial terhadap anak.
Fitur seperti autoplay, infinite scrolling, dan rekomendasi algoritmik berpotensi memicu penggunaan berlebihan, sekaligus membuka risiko kejahatan siber, kekerasan, pornografi anak, TPPO, dan radikalisasi.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) merilis daftar platform, aplikasi, produk, layanan, dan fitur digital yang teridentifikasi memiliki profil risiko tinggi bagi anak.
Penetapan profil risiko tersebut dilakukan berdasarkan penilaian mandiri (self-assessment) oleh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), yang kemudian diverifikasi oleh Komdigi. Penilaian mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari potensi kontak dengan orang tidak dikenal hingga risiko paparan konten berbahaya dan eksploitasi anak di ruang digital.
Berikut Popmama.com rangkum daftar platform serta alasan dan konsekuensi yang perlu diketahui.
Table of Content
Daftar 22 Platform dan Aplikasi yang Memiliki Profil Risiko Tinggi untuk Anak

Pexels/Zulfugar Karimov Berdasarkan hasil identifikasi Komdigi, terdapat 22 produk, layanan, dan fitur digital yang teridentifikasi memiliki profil risiko tinggi bagi anak.
Daftar tersebut mencakup platform belanja daring, media sosial, aplikasi perpesanan, layanan streaming, hingga sejumlah permainan digital.
Berikut daftarnya:
Profil risiko tinggi ini tidak hanya berkaitan dengan jenis layanan yang ditawarkan, tetapi juga karakteristik interaksi dan fitur digital yang terdapat di dalam platform atau aplikasi tersebut.
Alasan Komdigi Rilis Daftar 22 Platform yang Masuk dalam Profil Risiko Tinggi
1. Kerawanan kontak dengan orang tak dikenal

Magnific/yanalya Platform jejaring sosial, media perpesanan, dan game interaktif memiliki kerawanan yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung antara anak dengan pihak asing atau orang yang tidak dikenal.
Kondisi tersebut dapat membuka celah terjadinya interaksi yang berisiko ketika anak menggunakan platform tanpa pembatasan atau perlindungan yang memadai.
2. Potensi paparan konten berbahaya

Pexels/Shoperlp Anak juga berisiko terpapar berbagai konten yang belum sesuai dengan tahap perkembangan usianya. Potensi tersebut mencakup konten pornografi, kekerasan, maupun materi lain yang tidak terfilter.
3. Ancaman keamanan data pribadi dan eksploitasi konsumen

Pexels/panumas nikhomkhai Aspek lainnya adalah risiko penyalahgunaan maupun pengumpulan data pribadi anak. Anak juga berpotensi menjadi sasaran eksploitasi secara komersial karena karakteristiknya sebagai konsumen di ruang digital.
4. Risiko adiksi dan dampak kesehatan mental maupun fisik

Pexels/Aibek Skakov Karakteristik serta desain sejumlah platform digital, seperti autoplay, infinite scrolling, dan rekomendasi algoritmik, dapat mendorong penggunaan gawai secara berlebihan.
Penggunaan secara berlebihan tersebut dinilai berisiko memberikan dampak buruk terhadap kondisi psikologis dan fisiologis anak.
5. Ancaman kejahatan siber dan kasus nyata di lapangan

Pexels/Ron Lach Risiko lainnya berkaitan dengan potensi kejahatan yang dapat terjadi ketika anak menggunakan ruang digital tanpa pembatasan.
Berdasarkan data pengaduan dan kajian lembaga seperti KPAI, risiko tersebut dapat berkaitan dengan tindak kekerasan fisik, psikis, dan seksual, pornografi anak, 5. Ancaman kejahatan siber dan kasus nyata di lapangan, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), paparan radikalisasi atau terorisme, hingga dorongan risiko bunuh diri pada anak.
Itulah tadi daftar 22 platform yang berisiko tinggi untuk anak yang dirilis Komdigi. Semoga bisa menjadi panduan orangtua untuk melindungi anak-anak di ruang digital ya!





















