Child grooming adalah perilaku manipulatif yang dilakukan seseorang untuk membangun kedekatan dan kepercayaan dengan anak, dengan tujuan mengeksploitasi, baik secara seksual, emosional, maupun psikologis.
Proses ini biasanya terjadi secara bertahap dan halus, sehingga sering kali tidak disadari oleh korban.
Pelaku bisa berpura-pura menjadi sosok yang perhatian, memberikan pujian berlebihan, menawarkan hadiah, hingga membuat anak merasa spesial, dan bergantung secara emosional.
Seiring berjalannya waktu, pelaku mulai mengaburkan batasan yang wajar, seperti meminta anak menyimpan rahasia, menanyakan hal pribadi, mengirim pesan atau konten tidak pantas, hingga mengarahkan anak pada perilaku yang merugikan.
Karena dampaknya dapat mengganggu kesehatan mental anak dalam jangka panjang, penting bagi orangtua dan lingkungan sekitar untuk memahami tanda-tandanya serta membangun komunikasi yang terbuka agar anak merasa aman untuk bercerita.