Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Anak Bisa Jadi Target Child Grooming di Medsos, Begini Cara Melindunginya

Teenager being cyberbullied on smartphone
Freepik

Di era serba daring seperti sekarang, jari-jari mungil anak kita sudah lihai menggeser layar selayaknya orang dewasa, Ma. Bermain media sosial kini sudah jadi bagian dari dunia mereka, layaknya taman bermain baru.

Namun, di balik keseruan itu, ada bahaya mengintai yang sering tak kasat mata, yakni child grooming. Ancaman ini nyata, Ma. Para predator bisa menyamar sebagai "teman baik" di balik layar untuk mendekati dan mengeksploitasi anak-anak kita.

Lantas, apa sih sebenarnya child grooming itu? Dan yang paling penting, bagaimana kita sebagai orang tua bisa menjadi benteng pertahanan pertama?

Yuk, simak penjelasan singkat dan langkah-langkah pencegahannya dalam artikel Popmama.com berikut ini.

1. Child grooming dilakukan oleh orang dewasa

Remaja sedang mendengarkan musik
Freepik

Child grooming adalah tindakan manipulasi yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak di bawah umur. Dalam melancarkan aksinya, pelaku child grooming akan membangun kedekatan emosional dengan korban terlebih dahulu.

Korban lalu merasa dicintai oleh pelaku, sehingga ia mau menuruti apa saja yang diminta oleh pelaku mulai dari materi hingga kepuasan seksual.

Child grooming ini termasuk kejahatan yang kerap terjadi di media sosial, Ma, sehingga tugas kita sebagai orang tua perlu lebih ekstra waspada dalam mendampingi anak bermedia sosial.

2. Cegah dengan memenuhi tangki cinta anak

Medium shot happy woman and girl.jpg
Freepik

Kebanyakan korban child grooming adalah anak-anak yang kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari orang-orang terdekatnya, termasuk orang tua. 

Karena saat mereka merasa dekat dengan teman dunia mayanya itu, anak akan merasa bahwa ada orang lain yang memerhatikan dan memberikan kasih sayang.

Makanya, orang tua harus memenuhi tangki cinta anaknya. Dengan demikian, ia tidak perlu mencari sumber kasih sayang dan perhatian dari orang lain, terlebih dari orang dewasa yang baru dikenal di media sosial.

Selain itu, penting juga bagi orang tua untuk membangun kedekatan dengan anak dan mengetahui pergaulannya dengan komunikasi terbuka, agar anak bisa merasa orang tua sebagai teman bercerita.

3. Ajari anak bermedia sosial dengan bijak dan aman

Remaja berkumpul bersama
Freepik

Selain memenuhi tangki cinta anak, langkah pencegahan lainnya adalah mengajari anak untuk bermedia sosial dengan aman dan bijak.

Penggunaan media sosial di era digital saat ini memang sulit untuk dihindari, Ma, untuk itu peran kita sebagai orang tua perlu mengajari anak agar tidak berkenalan dengan sembarang orang.

Selain waspada dengan orang baru, ajarkan juga pada anak untuk menjaga data-data yang bersifat privasi, seperti alamat, nomor telepon, atau sekolah.

Nggak cuma mencegah terjadinya child grooming, bermedia sosial dengan aman juga mencegah terjadinya tindak kejahatan lain, seperti penipuan.

4. Beri pemahaman pada anak

Beautiful young mother and her daughter are using a smartphone and smiling sitting on the couch in living room
Freepik/DC Studio

Last but not least, Mama dan Papa juga perlu memberikan pemahaman kepada anak, bahwa tidak semua orang yang ada di media sosial adalah orang baik.

Ajarkan anak untuk membangun boundaries atau batasan dalam berinteraksi dengan orang-orang di media sosial, apalagi pada orang yang baru mereka kenal hanya lewat dunia maya.

Dengan memahami apa itu child grooming dan bahayanya, orangtua diharapkan bisa mengambil langkah pencegahan sedini mungkin untuk melindungi anak-anaknya.

Di zaman sekarang ini, penggunaan media sosial dan internet memang sulit untuk dihindari, Ma, Pa. Yang penting, selalu beri perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak kita, ya.

Semoga anak kita terhindar dari bahaya child grooming yang dilakukan oleh orang dewasa!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Big Kid

See More

Kisah Inspiratif Afnan, Siswa 5 SD di Kalimantan Tembus Lari 5KM dengan Pace 3

07 Jan 2026, 15:53 WIBBig Kid