God Complex VS Narsistik pada Anak

Apakah anak mama menunjukkan tanda-tanda god complex? Apa benar god complex sama dengan narsistik?

27 Oktober 2021

God Complex VS Narsistik Anak
Freepik/cookie_studio

Apakah Mama pernah mendengar istilah “god complex”? Biasanya, istilah ini ditujukan pada orang-orang yang bersikap seolah-olah dirinya dewa di antara para manusia.

Orang-orang yang dilabeli dengan god complex biasanya terlihat angkuh, seperti merasa bahwa dirinya sempurna dan berada di atas orang lain. Pada kenyataannya, orang dengan god complex memang merasa lebih baik dari orang lain, Ma.

Tanda-tanda ini terlihat sama dengan tanda-tanda narsistik. Karena itu, orang sering mengira bahwa god complex adalah narsistik.

Padahal, god complex dan narsistik merupakan dua hal yang berbeda lho, Ma. Keduanya hanya mirip dan berkaitan.

Nah, sebenarnya, apa itu god complex? Apa itu narsistik? Apa ya perbedaan antara god complex dan narsistik?

Untuk mengetahuinya, yuk simak penjelasan mengenai god complex vs narsistik pada anak yang telah Popmama.com rangkum di bawah ini, Ma.

Editors' Picks

1. Apa itu god complex?

1. Apa itu god complex
Freepik/8photo

Dilansir dari laman psychologenie.com, god complex merupakan ilusi psikologis dan sebuah kelemahan dalam hal kepribadian manusia yang menganggap bahwa dirinya “maha”-segalanya.

Orang dengan god complex memandang orang lain sebagai manusia biasa, sedangkan dirinya adalah manusia sempurna atau bahkan “dewa”. Ia sangat percaya diri sehingga benar-benar melebih-lebihkan diri, kemampuan, dan haknya sendiri. Ia merasa pantas diperlakukan spesial.

Orang dengan kondisi ini bisa sangat arogan. Ia merasa paling pintar di kelompoknya, paling tahu segalanya, menganggap bahwa realita dan pengalamannya adalah yang nyata, serta merasa diperbolehkan melakukan segalanya tanpa mempertimbangkan orang lain.

Namun, walaupun ia terlihat sangat percaya dan cinta pada dirinya sendiri, yang terjadi di dalamnya justru sebaliknya. Menurut beberapa ahli, orang dengan god complex sebenarnya menderita rendah diri, tidak percaya diri hampir di semua hal.

Hal itulah yang membuatnya selalu membutuhkan perhatian dan kekaguman dari sekitarnya. Ia merasa kemampuannya valid jika diakui oleh orang lain, bukan hanya oleh dirinya sendiri.

2. Apa itu narsistik pada anak?

2. Apa itu narsistik anak
Freepik/cookie_studio

Narsisme atau narsistik merupakan salah satu gangguan kepribadian yang terdaftar dalam buku “Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders 5” (DSM-5). Dalam buku tersebut, gangguan ini dinamakan Narcissistic Personality Disorder (NPD).

Dilansir dari laman emedicinehealth.com, narsistik ditandai dengan penilaian yang muluk-muluk terhadap dirinya sendiri dan menganggap dirinya superior, kebutuhan akan perhatian dan kekaguman, hubungan yang dangkal dengan orang lain, serta kurangnya empati.

Nah, sama dengan god complex, anak yang didiagnosis narsistik juga memiliki harga diri yang rapuh di balik topeng super-percaya dirinya. Ia jadi sensitif terhadap kritik sekecil apa pun.

Sebagai salah satu gangguan kepribadian, ada tiga faktor yang memungkinkan narsistik berkembang pada seseorang. Hal ini dinyatakan oleh ahli gangguan kepribadian James F. Masterson yang dilansir dari laman psychologytoday.com.

Yang pertama, narsistik bisa berkembang karena sifat yang dibawa sejak lahir (sifat alami). Jika ada anak yang terlahir memiliki empati yang tinggi, ada juga anak yang terlahir sebaliknya.

Kedua, narsistik juga bisa berkembang karena faktor pengasuhan, yaitu bagaimana orangtua dan pengasuh memperlakukan anak sejak lahir. Memiliki orangtua dengan gangguan kepribadian narsistik, bisa membuat anak tumbuh dengan gangguan yang sama karena didikan yang ia dapatkan.

Yang terakhir, narsistik bisa berkembang karena takdir. Maksudnya, gangguan ini dialami akibat anak mengalami peristiwa yang tak diinginkan pada masa perkembangannya dan hal itu berdampak padanya. Misalnya, kematian orangtua.

3. Perbedaan god complex dan narsistik pada anak

3. Perbedaan god complex narsistik anak
Freepik/jeswin

Dari penjelasan tentang god complex dan narsistik di atas, kedua kondisi mental tersebut terlihat mirip ya, Ma? Namun, god complex bukanlah narsistik.

Dilansir dari laman mindbodygreen.com, god complex bukanlah kondisi yang dapat didiagnosis sebagai gangguan. God complex tidak ada di dalam DSM-5, tapi narsistik ada.

Anak yang didiagnosis narsistik hampir pasti akan menunjukkan beberapa tanda god complex. Namun, anak dengan god complex belum tentu mendapatkan diagnosis narsistik.

God complex juga bisa menyertai penyakit mental lain yang melibatkan mania, seperti gangguan bipolar. Ketika berada dalam episode manik (fase peningkatkan mood secara intens), sebagian orang bisa menunjukkan beberapa tanda god complex, Ma.

Agar lebih paham perbedaannya, yuk kita perhatikan tanda-tanda god complex dan narsistik, Ma. Berikut ini adalah tanda-tanda umum god complex menurut seorang pekerja sosial klinis berlisensi De-Andrea Blaylock-Johnson, LCSW yang dilansir dari laman mindbodygreen.com.

  • Menilai diri sendiri terlalu tinggi dari yang sebenarnya dan menganggap dirinya superior
  • Manipulatif, salah satunya adalah melakukan gaslighting
  • Mementingkan diri sendiri dan sulit menerima sudut pandang orang lain
  • Kurangnya empati
  • Merasa berhak melakukan apa pun tanpa memperhatikan perasaan orang lain
  • Merasa tidak pernah salah
  • Memiliki kebutuhan yang tinggi untuk dipuji, dikagumi, dan diakui orang lain
  • Berperilaku tidak berperasaan atau tidak emosional
  • Mengisolasi diri karena berpikir bahwa dirinya lebih baik dari orang lain dan tidak membutuhkan orang lain
  • Memiliki hubungan interpersonal yang tidak bertahan lama, biasanya karena teman-teman tidak tahan dengan sikapnya
  • Terus-menerus melewati batas
  • Kurang bertanggung jawab

Tanda-tanda god complex yang telah disebutkan di atas dimiliki juga oleh gangguan kepribadian narsistik, Ma. Namun, dilansir dari laman emedicinehealth.com, selain yang disebutkan di atas, anak yang didiagnosisi narsistik pun bisa menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut.

  • Merasa iri terhadap orang lain yang terlihat lebih baik darinya dan orang lain juga iri padanya
  • Tidak melihat mata lawan bicara
  • Membangun hubungan interpersonal yang dangkal berdasarkan latar belakang atau “manfaat” orang tersebut baginya
  • Mengalami separation anxiety atau kecemasan perpisahan
  • Memiliki ekspektasi yang tinggi dan tidak masuk akal terhadap orang lain
  • Berperilaku antisosial, seperti berkelahi atau mencuri mainan temannya
  • Mundur dari atau menyangkal kenyataan yang mengancam penilaiannya yang muluk terhadap diri sendiri
  • Rasa identitas diri tidak stabil, rasa diri sering kali rapuh
  • Narsistik juga merupakan faktor risiko yang signifikan untuk upaya bunuh diri

Itulah penjelasan mengenai god complex vs narsistik pada anak, Ma. Intinya, god complex bukanlah narsistik. Keduanya hanya mirip dan berkaitan. Keduanya juga sama-sama buruk bagi penderitanya sendiri dan sekitarnya. Jika anak mama menunjukkan tanda-tanda god complex ataupun narsistik, sebaiknya segera konsultasikan ke psikolog ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.