Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
gisel dan gempi
Instagram.com/gisel_la

Intinya sih...

  • Gisel menyadari Gempi banyak meniru sifatnya, mulai dari mudah menangis, cengeng, hingga suka ngomel. Hal itu membuatnya merasa seperti sedang melihat refleksi diri sendiri lewat sang anak.

  • Karena merasa anak menyerap semua sikapnya, Gisel kini berusaha lebih menahan emosi. Ia mengaku jadi lebih “tone down” saat ingin marah karena Gempi seolah jadi pengingat untuk bersikap lebih sabar.

  • Secara psikologis, anak memang belajar lewat observasi dan peniruan orangtua. Respons emosi, cara bicara, hingga kebiasaan sehari-hari bisa membentuk pola perilaku anak di masa depan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Gisella Anastasia atau Gisel membagikan cerita hangat seputar hubungan dirinya dengan putri semata wayangnya, Gempita Nora Marten alias Gempi. Di Youtube HAS Creative yang diunggah pada Rabu (28/1/2026), menurut Gisel, kini ia sering melihat sifat Gempi yang tak jauh berbeda dari dirinya sendiri.

Sebagai orangtua, hal ini justru menjadi kesempatan baginya untuk belajar lebih sabar dan reflektif sebagai orangtua.

Gisel semakin sadar dengan hal ini khususnya setelah momen liburan mereka yang berkesan, di mana Gisel menyadari betapa Gempi sering menyerap semua tingkah laku dan emosi yang ditunjukkan mamanya dalam keseharian. 

Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.

1. Gisel sadar Gempi banyak meniru sifatnya

Instagram.com/gisel_la

Gisel di podcast video itu blak-blakan mengakui kalau putrinya, Gempi, makin terlihat mirip dengan dirinya. Gisel juga membicarakan soal sifat dan sisi emosi Gempi yang seolah melihat dirinya sendiri. 

Ia menyebut Gempi yang mudah menangis, cengeng, hingga suka ngomel ternyata muncul karena melihatnya.

“Nangisnya, cengengnya, ngomelnya,” kata Gisel.

2. Seolah berkaca, Gisel justru belajar lebih sabar ke Gempi

Instagram.com/gisel_la

Menyadari anak banyak menyerap perilakunya, Gisel merasa harus lebih mengontrol diri. Ia mengatakan responsnya terhadap Gempi kini jauh lebih ditahan dibanding dulu.

Bagi Gisel, Gempi seolah jadi pengingat agar ia lebih sabar dan hati-hati dalam bersikap.

“Jadi kalau mau marahin juga jadi berkaca buat aku. Jadi makin ke sini makin tone down, karena diserap semua sama dia,” ungkapnya. 

Gisel juga sempat bercerita soal momen Gempi saat liburan ke Bali bersama sang papa, Gading Marten. Tingkah Gempi yang dinilainya menggemaskan membuatnya refleks bertanya dalam hati.

“Kemarin pas liburan ke Bali sama bapaknya tuh gemes. ‘Ini niru siapa nih?’. Biasanya bapaknya kepancing tapi waktu itu lagi nggak, jadi dibecandain,” tutur Gisel.

3. Jadi bahan refleksi, anak memang cenderung mencontoh sikap orangtua

Instagram.com/gisel_la

Apa yang dialami Gisel sebenarnya sejalan dengan banyak temuan dalam psikologi perkembangan anak. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa anak belajar terutama melalui observasi dan peniruan terhadap figur terdekat, terutama orangtua. 

Cara berbicara, mengelola emosi, hingga kebiasaan kecil sering kali diserap anak tanpa disadari. Misalnya jika diambil menurut teori social learning, menjelaskan bahwa anak bukan hanya meniru perilaku yang terlihat, tetapi juga respons emosional orangtuanya. 

Artinya, ketika orangtua mudah marah, cemas, atau sering mengeluh, anak bisa menangkap pola tersebut sebagai cara “normal” bereaksi terhadap situasi. Karena itu, sikap orangtua sehari-hari menjadi contoh langsung yang membentuk kontrol emosi dan perilaku anak di masa depan.

Itulah tadi informasi mengenai Gisel sadar Gempi makin mirip dirinya sehingga jadi bahan refleksi. Wah, jadi bahan belajar nih buat orangtua.

Editorial Team