10 Bahasa Tubuh Negatif yang Anak Perlu Hindari Saat Berinteraksi

Bahasa tubuh yang negatif dapat merusak hubungan sosial anak

17 Juni 2021

10 Bahasa Tubuh Negatif Anak Perlu Hindari Saat Berinteraksi
Freepik/Cookie-studio

Sadar atau tidak, postur, gerakan, dan gerak tubuh memiliki pengaruh besar pada cara orang melihat dan bereaksi terhadap seseorang, entah itu positif atau negatif. Bahasa tubuh memberi sinyal apakah sedang percaya diri atau gugup, fokus atau terganggu, dan banyak lagi.

Penggunaan bahasa tubuh yang positif berdampak pada masa depan anak seperti mendapatkan lingkaran sosial yang lebih luas, maju dalam karier, dan lain-lain. Sebaliknya, bahasa tubuh yang negatif dapat mematikan percakapan dan merusak hubungan sosial.

Untuk menambah pengetahuan anak, kali ini Popmama.com akan membahas 10 bahasa tubuh yang negatif dan harus dihindari saat bercakapan dengan orang lain. Kira-kira apa saja bahasa tubuh yang negatif ya?

1. Menghindari kontak mata

1. Menghindari kontak mata
Freepik/Karlyukav

Menghindari kontak mata adalah hal yang besar. Saat berbicara dengan orang lain, anak tentu harus menghindari matanya melihat ke lantai atau melihat sekeliling ruangan.

Ini memberi sinyal kepada orang lain bahwa anak sedang tidak percaya diri pada diri sendiri atau apa yang ia katakan, yang membuat pendengarnya cenderung tidak mempercayainya.

Ini juga menunjukkan bahwa anak bahkan gugup atau merasa terintimidasi. Atau bahkan bosan dengan apa yang orang lain katakan.

Saat berbicara dengan seseorang, pastikan anak mempertahankan semacam kontak mata. Jadikan itu alami, namun bukan tatapan datar yang menyeramkan ya!

2. Senyum terpaksa

2. Senyum terpaksa
Freepik/Zinkevych

Senyum terpaksa mengacu pada senyum yang dipaksakan. Anak yang berpura-pura tersenyum biasanya cukup mudah dikenali, dan itu bisa dianggap sangat tidak jujur.

Senyum dan bentuk respons emosional lainnya, keluar secara alami karena pikiran bawah sadar seseorang sangat sulit untuk dibohongi.

Bahkan jika secara sadar anak tersenyum lebar, pendengarnya mungkin akan ikut senang, namun jika anak tidak bermaksud demikian, orang lain kemungkinan akan mencatat bahwa ada sesuatu yang mencurigakan.

3. Menyentuh wajah

3. Menyentuh wajah
Freepik/c

Ada banyak contoh untuk yang satu ini, mulai dari menopang kepala dengan tangan hingga menggosok dahi. Ada sangat sedikit situasi di mana menyentuh wajah ketika berbicara dengan orang lain adalah hal yang positif.

Bergantung pada apa yang sebenarnya anak lakukan, terlalu sering menyentuh wajah bisa membuatnya terlihat gugup, tidak jujur, tidak tertarik, atau terganggu.

4. Menyilangkan lengan

4. Menyilangkan lengan
Freepik/8photo

Menyilangkan tangan adalah salah satu contoh yang tidak sepenuhnya negatif, tetapi ini benar-benar dapat memberikan penampilan kekuatan dalam beberapa situasi. Tetapi tak sedikit juga yang menganggap di mana lengan terlipat mengomunikasikan sesuatu yang kurang positif.

Ini bisa membuat anak terlihat tidak sabar. Misalnya, minta anak membayangkan tentang wali kelas yang menyilangkan tangannya sebagai tanggapan atas kenakalan terakhir anak di sekolah. Itu merupakan tindakan defensif.

Menggunakan lengan untuk memberi ruang antara anak dan orang lain, juga bisa terlihat tampil sedikit arogan.

Editors' Picks

5. Menutupi bagian sensitif tubuh

5. Menutupi bagian sensitif tubuh
Freepik/Cookie-studio

Menutupi bagian sensitif pada tubuh sebenarnya masuk jauh ke alam bawah sadar dan masa lalu evolusioner. Manusia menggunakan tangan atau benda lain untuk menutupi tempat-tempat di tubuh seperti perut atau alat kelamin ketika merasa gugup atau terintimidasi.

Anak melihat orang lain sebagai ancaman sehingga ia menutupi tempat-tempat di tubuh yang paling rentan terhadap cedera. Jenis postur ini juga bisa membuat tubuh terlihat lebih kecil dan lemah. Yang bisa mengisyaratkan fakta bahwa anak gugup atau tidak percaya diri.

6. Membelakangi

6. Membelakangi
Freepik/Wavebreakmedia

Seharusnya cukup jelas bahwa membelakangi seseorang bukanlah pembuka percakapan yang baik. Tetapi ada banyak cara lain yang tanpa disadari bisa anak lakukan untuk menutup percakapan dengan orang lain.

Jika anak ingin menunjukkan kepada seseorang bahwa ia sedang mendengarkan, pastikan bahasa tubuh anak terbuka untuk orang lain dan tidak memotongnya. Bahkan berarti dengan seluruh tubuhnya, termasuk menyilangkan kaki.

7. Menyipitkan mata

7. Menyipitkan mata
Freepik/Beststudio

Jika anak mencoba untuk memiliki interaksi yang baik dan positif, menyipitkan mata mungkin bukan ide yang baik.

Menyipitkan mata secara tidak sadar berhubungan dengan kemarahan, karena itu adalah reaksi alami kebanyakan orang dan hewan ketika mereka bersemangat. Namun beberapa orang memiliki kebiasaan menyipitkan mata saat berpikir.

Sehingga, jika anak tidak mengenal baik orang yang ia ajak bicara, anak mungkin mendapat kesan yang salah dan berpikir anak skeptis atau tidak menyukai apa yang orang lain katakan.

8. Gerakan berulang

8. Gerakan berulang
Freepik

Banyak orang yang memiliki kebiasaan fisik tertentu yang berulang. Ini bisa berupa mengetuk jari ke meja, menggoyangkan lutut, menggigit kuku, memindahkan berat badan ke depan dan ke belakang, atau gelisah dengan pakaian.

Tak satu pun dari ini mengomunikasikan hal-hal baik kepada orang yang anak ajak bicara. Ini bisa membuat orang lain melihat anak sebagai orang yang terganggu, gugup, kompulsif, atau mereka bahkan mungkin menganggap gerakan itu mengganggu.

Jadi ada baiknya bagi anak untuk berhenti dengan semua gerakan gelisah. Mungkin sulit untuk menghentikannya segera dan sekaligus, tetapi anak bisa terbiasa. Namun, ini tidak berlaku untuk gerakan tangan saat berbicara, yang sebenarnya dapat membuat anak lebih karismatik.

9. Bermain dengan benda

9. Bermain benda
Freepik/Wavebreakmedia-micro

Bermain dengan benda adalah cara cepat untuk memberi tahu orang lain bahwa anak tidak memerhatikan mereka saat berbicara, seperti duduk sambil mengutak-atik ponsel atau bermain dengan pulpen selama percakapannya.

Dilansir dari Everyday Power, kebiasaan mengotak-atik barang ini sudah ada sejak berabad-abad lalu, ini bisa berupa pena, selembar kertas, atau pembungkus permen karet. Apa pun itu, ini bisa membuat anak terlihat cuek dan tidak peduli dengan apa yang orang lain katakan.

10. Membungkuk

10. Membungkuk
Freepik/Songsak

Anak mungkin akan kagum melihat bagaimana postur tubuh yang baik dapat meningkatkan cara orang melihatnya. Postur tubuh yang baik membuat anak tampak lebih percaya diri, menarik, dan terkendali.

Ini berarti berdiri dan berjalan dengan punggung lurus, bahu ditarik ke belakang, dan dagu terangkat. Jika anak berjalan dan berbicara dengan postur tubuh yang membungkuk, ia akan terlihat malas atau tidak tertarik dengan pembicaraan.

Tapi juga jangan berlebihan ya, jika anak membusungkan dada dan berjalan-jalan seperti ia adalah anak pemilik tempat itu, orang-orang tertentu bisa salah paham lho!

Nah itulah beberapa bahasa tubuh yang perlu anak hindari saat berkomunikasi dengan orang lain. Menghilangkan kebiasaan bahasa tubuh negatif dapat akan membantu untuk membuat kesan yang tepat pada siapapun yang ia temui.

Namun dengan latihan dan konsistensi, anak tentunya bisa mengembangkan bahasa tubuh yang memengaruhi kesan positif. Semoga informasinya bermanfaat ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.