Apakah Mama Menjaga Kesehatan Mental Anak dengan Baik? Ini 7 Tandanya

Kesehatan mental anak tentu tidak boleh diabaikan ya, Ma!

19 Agustus 2021

Apakah Mama Menjaga Kesehatan Mental Anak Baik Ini 7 Tandanya
Freepik/Freepic-diller

Jika Mama memiliki seseorang yang sehat secara mental, ada kemungkinan besar ia membawa manfaat bagi kesehatan mental Mama. Ini juga berlaku bagaimana kehadiran Mama di rumah berpengaruh pada kesehatan mental seorang anak.

Anak yang sehat secara emosional membuat hubungan sosialnya menjadi ringan dan tidak ragu dalam mengeluarkan yang terbaik dari dirinya. Sebaliknya, berada di lingkungan yang tidak sehat secara mental membuat anak mudah gelisah.

Apakah Mama dapat menjaga kesehatan mental anak dengan baik? Coba yuk simak beberapa tandanya yang telah Popmama.com rangkum dari laman Everyday Power di bawah ini!

1. Mengajukan pertanyaan dan mendengarkan jawaban anak dengan baik

1. Mengajukan pertanyaan mendengarkan jawaban anak baik
Freepik

Sebagai permulaan, setiap orangtua perlu memiliki empati terhadap anaknya, atau kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi anak. Ini melibatkan mencoba memahami apa yang anak alami, dan mengakuinya.

Mama tak perlu mengalami situasi atau perasaan yang sama, atau bahkan memiliki reaksi berbeda dari yang anak lakukan dalam situasi tertentu. Namun, Mama dapat mengakui atas apa yang anak rasakan.

Misalnya, Mama berusaha memahami situasi anak dengan mengajukan pertanyaan yang sesuai dan/atau dengan mencoba membayangkan apa yang anak alami.

Jika Mama mendengarkan anak secara aktif, seperti menerima apa yang ia katakan, mengajukan pertanyaan yang relevan untuk memahami pengalamannya, itu menunjukkan empati. Ini cara untuk membuat anak merasa dimengerti, salah satu perasaan paling positif di dunia

2. Tidak ragu membagikan pengalaman suka maupun duka

2. Tidak ragu membagikan pengalaman suka maupun duka
Freepik

Meskipun empati itu penting, itu tidak cukup untuk meningkatkan kesehatan mental anak. Sebagai seorang remaja yang mulai membuka diri pada dunia, ia juga ingin seseorang yang dapat berbagi pengalamannya dan terbuka dengannya. Begitulah meningkatkan keterikatan.

Walaupun Mama sangat pengertian dengan anak, ia akan merasa lebih nyaman di sekitar seseorang yang mengungkapkan apa yang terjadi di dalam dirinya.

Ketika Mama hanya mengajukan pertanyaan, ini bisa membuat anak bertanya-tanya apa yang disembunyikan, atau mengapa Mama tidak banyak berbagi tentang diri sendiri. 

Apakah keterbukaan dapat terjadi dengan cepat atau lambat, setiap anak pasti merasa senang ketika Mama membagikan pengalaman hidup, baik suka atau duka. Ini juga mengajarkan anak untuk menerima dan mengakui bahwa kerentanan emosional adalah hal yang wajar terjadi pada setiap orang.

Editors' Picks

3. Mengakui kesalahan diri sendiri dan bertanggung jawab untuk menindaklanjuti

3. Mengakui kesalahan diri sendiri bertanggung jawab menindaklanjuti
Freepik/our-team

Setiap manusia tentu pernah melakukan kesalahan, bahkan jika itu kesalahan Mama pada anak. Misalnya melupakan janji untuk berbicara bersama, tidak meluangkan waktu untuk anak, dan lain-lain. Ketika berbuat salah, orangtua perlu meminta maaf pada anak.

Hal ini dapat menciptakan persepsi bahwa melakukan kesalahan adalah hal wajar dan bisa sangat berdampak pada kesehatan mental anak. Sebaliknya, tidak bisa mengakui kesalahan dapat menumbuhkan sikap egois pada anak.

Meminta maaf juga memberi pesan pada anak bahwa melakukan kesalahan bukan berarti kecatatan, bahkan ia bisa belajar menjadi pribadi yang lebih baik dengan kesalahan. Ini sangat membantu untuk mengurangi rasa cemas anak ketika melakukan kesalahan.

4. Mampu mengelola emosi anak secara efektif hampir setiap waktu

4. Mampu mengelola emosi anak secara efektif hampir setiap waktu
Freepik/Prostooleh

Semua orang pernah suka lupa menahan emosinya, itulah yang membuat kita menjadi manusia. Merasa sedih, marah, kesal, kecewa, sedih, atau terjebak dalam rasa kebenaran atau ketidakadilan diri sendiri.

Jika mampu menjaga kesehatan mental anak dengan baik, Mama akan menyadari bahwa ini terjadi pada semua orang, termasuk anak remaja. Selain itu, Mama juga akan mencoba untuk penasaran dan tidak menghakimi anak ketika itu terjadi.

Menunjukkan belas kasihan dan simpati membuat anak merasa bahwa ia tidak perlu berusaha keras menjadi orang yang sempurna, agar tidak ditolak atau ditinggalkan orang lain.

5. Mama dapat merawat diri sendiri dengan baik secara mental, emosional, dan fisik

5. Mama dapat merawat diri sendiri baik secara mental, emosional, fisik
Freepik/Karlyukav

Ketika mampu merawat diri sendiri dengan baik, anak dapat mempercayai Mama untuk menjaga kesehatan mental, emosional, dan fisiknya dengan baik pula. Ini sangat penting dalam segala jenis hubungan yang bermakna, di rumah, di tempat kerja, di sekolah.

Berada di keluarga yang menjalani gaya hidup sehat seringkali membuat anak ingin menjalaninya juga. Bahkan orangtua menjadi panutan bagi anak-anaknya. Ketika dapat menjaga diri dengan baik, tentu Mama ingin anak melakukan hal yang sama.

Ini dapat meningkatkan kesenangan dan mengurangi masalah, baik secara individu, maupun dalam hubungan orangtua dan anak.

6. Menunjukkan rasa nyaman ketika sendirian atau bersama orang-orang

6. Menunjukkan rasa nyaman ketika sendirian atau bersama orang-orang
Pexels/RODNAE Productions

Memiliki sosok Mama yang mampu menyendiri atau bersama orang lain, memberi anak kesempatan untuk belajar menyeimbangkan kebutuhan sosialnya.

Ini bukan berarti bahwa anak tidak sehat secara mental ketika ia memiliki kepribadian introvert atau ekstrovert. Namun, anak memahami bahwa kedua kualitas itu sama-sama berharga dalam hubungan yang sehat.

Ketika Mama menunjukkan dapat menikmati waktu sendirian dan bersosialisasi, itu mengajarkan anak bahwa hubungan juga perlu "bernafas", ini dapat berlaku untuk hubungan keluarga dan hubungan pertemanan anak, agar memelihara keaslian dan rasa hormat.

7. Dapat mencari, menerima, dan memberikan bantuan

7. Dapat mencari, menerima, memberikan bantuan
Freepik/Peoplecreations

Mama perlu menunjukkan pada anak kenyamanan dengan memberi dan menerima bantuan. Hal ini menunjukkan bahwa setiap manusia tidak lebih baik dari yang lain, semua memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Ketika anak bersama orangtua yang nyaman dengan pandangan ini, itu memberinya kesempatan untuk mengikuti kebutuhannya. Anak akan merasa paling baik ketika ia tahu Mama akan ada untuknya tanpa menghakimi dan membuatnya merasa lemah.

Selain itu anak juga membutuhkan orang yang akan mengizinkannya untuk memberikan bantuan. Ini memberi anak kebebasan untuk tidak terjerumus dalam memilih satu peran atau yang lain.

Itulah beberapa tanda Mama dapat menjaga kesehatan mental anak dengan baik. Ketika Mama dapat menjaga kesehatan mental anak, ia akan merasa lebih baik dan ada semakin banyak waktu yang dihabiskan bersama.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.