Penting! Pahami 5 Alasan Anak Harus Tidur Tanpa Gadgets

Mama wajib baca nih, karena tidak cuma anak, Mama dan Papa juga harus tidur tanpa gadgets

1 Maret 2020

Penting Pahami 5 Alasan Anak Harus Tidur Tanpa Gadgets
Flickr/Sherry Kang

Sejauh apa pun melangkah, rumah adalah tempat kembali pulang.
Menurut Mama, kata-kata di atas itu benar gak sih?

Yang jelas, rumah adalah tempat yang nyaman dan aman bagi Mama, Papa, serta si Anak. Tempat di mana kita bisa jauh dari ingar bingar dan melupakan dunia luar. 

Namun di zaman milenial ini tanpa disadari, Mama telah membuka pintu selebar-lebarnya untuk orang yang tidak kita kenal untuk 'masuk' ke rumah. Bahkan kadang memotong waktu istirahat, karena mereka datang kapan saja. Mereka, 'masuk' melalui gadget yang ada di rumah.

Itulah efek dari teknologi. Bahkan anak mama juga akan terkena pengaruhnya. Maka dari itu, inilah saatnya Mama dan Papa membantu si Anak mengatasinya. Yang utama, Mama harus memberlakukan aturan tanpa gadget di tempat tidur. 

Apa alasannya hingga harus demikian?

1. Menahan melatonin

1. Menahan melatonin
nutraingredients-asia.com

Melatonin adalah hormon yang dibuat oleh kelenjar pineal yaitu kelenjar kecil yang berada di otak. Hormon melatonin inilah yang bantu mengendalikan siklus bangun dan tidur (ritme sirkadian) manusia.

Dilansir dari sleep.org, ternyata cahaya biru yang dipancarkan oleh layar ponsel, komputer, tablet, dan televisi menahan produksi melatonin.

Berkurangnya hormon melatonin akan membuat manusia kesulitan untuk tidur. 

Editors' Picks

2. Waktu tidur

2. Waktu tidur
pxhere

Perlu diketahui, di usia 6-13 tahun anak disarankan memiliki waktu tidur sebanyak 9 sampai 11 jam per harinya.

Namun, dengan adanya ponsel, komputer, tablet, dan televisi memungkinkan si Anak fokus menatap layar hingga lupa pada waktu tidurnya.

Apalagi, selesai bermain dengan gadget belum tentu si Anak langsung bisa tertidur. Mama masih ingat kan dengan hormon melatonin?

Si Anak akan kesulitan untuk memulai tidur, akibatnya dia akan bangun kesiangan dan malas berangkat ke sekolah.

3. Otak menjadi terjaga

3. Otak menjadi terjaga
Pixabay/ Geralt

Terjaga di sini bukan berarti terlindung, Ma. Tetapi, tetap terbangun atau tidak beristirahat.

Dilansir dari theweeklyreview.com.au, seorang anak pra-remaja mengatakan bahwa tidak membalas pesan dengan cepat adalah bencana sosial.

"Jika kamu tidak membalas dalam lima menit, dia mengira kamu membencinya, dan kamu akan bertengkar keesokan harinya."

Ternyata, si Anak yang duduk di rumah (yang harusnya menjadi zona aman dan nyamannya) malah merasa khawatir terhadap apa yang terjadi di lingkungan sosialnya pada esok hari. 

Mama tidak mengetahui masalah mereka, jika Mama tidak berbicara dengan si Anak. Dan hal itu tidak akan mungkin dilakukan jika mereka mengunci diri mereka di kamar dengan gadget-nya.

Padahal, setelah sepanjang hari dikelilingi oleh teknologi, otak atau pikiran juga butuh istirahat lho, Ma. Sehingga, ada baiknya untuk tidak membalas e-mail atau pesan, melihat hal-hal menarik di media sosial dan sebagainya di waktu istirahat malam.

4. Mengganggu kualitas tidur

4. Mengganggu kualitas tidur
bellabeat.com

Tidak menggunakan gadget bukan berarti bisa tidur nyenyak.

Suara notifikasi pesan, e-mail, panggilan, dan lain-lain adalah hal yang dapat membangunkan dan mengganggu kualitas tidur kita, lho.

5. Memberikan efek negatif bagi tubuh

5. Memberikan efek negatif bagi tubuh
Pixabay/StockSnap

Menurut Child Development Institute, kebanyakan anak menggunakan gadget untuk bermain gamebrowsing atau menonton film. Aktivitasnya biasanya begitu mengasyikan sehingga mereka tidak mengalihkan pandangan dari layar. Mereka juga tidak memperhatikan hal-hal seperti postur tubuh, jarak layar, dan kecerahan layar yang dapat mempengaruhi penglihatan dan kesehatan mereka.

Menatap layar elektronik untuk waktu yang lama saja menyebabkan ketidaknyamanan pada tubuh misalnya: mata kering, iritasi, dan mata sulit fokus untuk sementara waktu.

Tidak hanya mempengaruhi mata, Mama juga sering merasakan sakit leher dan punggung, bukan? Bayangkan, Mama saja sulit mengatasinya, apalagi anak mama?

Sekali lagi, anak mama akan meniru perilaku orangtuanya. Maka agar anak tidak terkena dampak buruk dari gadget, Mama dan Papa juga harus menyingkirkan gadget dari tempat tidur.

Selamat tidur nyenyak!

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.