Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana/AI
Penyelidikan polisi menunjukkan bahwa kasus RZ memiliki keterkaitan erat dengan kasus B (4), anak asal Makassar yang sempat viral setelah ditemukan di pedalaman Jambi. Pelaku dalam kedua kasus ini ternyata berasal dari kelompok yang sama, yang kemudian terpecah karena perselisihan internal terkait pembagian keuntungan.
Aparat kepolisian menemukan keterkaitan melalui beberapa nama tersangka yang saling berhubungan. Salah satunya adalah WN, seorang calo dari Wonosobo yang terbukti memiliki koneksi dengan pelaku dalam kasus B. Bahkan, mereka pernah bertemu langsung di kediaman WN di Jawa.
Dalam kedua kasus ini, alur perdagangan anak mengikuti pola yang sama. WN berperan sebagai penghubung yang menjemput korban dari Jakarta, kemudian menyerahkannya kepada EM, koordinator di Jambi yang mengatur distribusi anak-anak. EM kemudian menghubungi LN, pasangan suami istri yang menjadi perantara terakhir untuk menyalurkan anak-anak ke wilayah Suku Anak Dalam.
Yang menarik, nama LN sendiri sudah tercatat dalam penyelidikan kasus B sebelumnya, meskipun saat itu belum berhasil ditangkap. Kini, LN kembali muncul dalam kasus RZ dengan peran yang sama.
Harga anak melonjak drastis di setiap perpindahan tangan. Dalam kasus RZ, IJ menjual RZ seharga Rp17,5 juta kepada WN. Kemudian WN menjual ke EM dengan harga Rp35 juta, dan akhirnya EM menjual ke LN dengan harga mencapai Rp85 juta. Pola serupa juga terjadi pada kasus B, di mana harga awal hanya sekitar Rp3 juta namun membengkak hingga puluhan juta rupiah saat sampai ke perantara terakhir.
Kasus B melibatkan empat tersangka, yaitu SY, pasangan suami istri AS dan M, yang diduga telah memperdagangkan sembilan anak melalui perantara yang sama. Dari kesamaan cara kerja pelaku dan keterkaitan antarjaringan, terlihat jelas bahwa perdagangan anak ini bukan kejadian tunggal melainkan operasi yang sudah berjalan berulang kali.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa ancaman terhadap anak dapat datam dari mana saja, bahkan dari lingkungan terdekat yang seharusnya melindungi mereka. Apabila melihat aktivitas mencurigakan terkait perdagangan orang atau kehilangan anggota keluarga, segera melaporkan ke layanan darurat 110 atau kantor polisi terdekat.