Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana
Selain berbagi kenangan masa kecil, Ringgo juga membagikan pengalamannya mengajarkan puasa kepada anak-anaknya, Bjorka dan Mars.
Ringgo menceritakan bahwa Bjorka pernah merasa tidak tahan dan ingin buka puasa sebelum waktunya. Menghadapi situasi ini, banyak orangtua mungkin akan memaksa anak untuk tetap menahan lapar sampai waktu berbuka tiba. Namun, Ringgo punya cara yang berbeda.
"Kalo saya, aduh maaf ya, maksudnya saya masih mencari cara untuk menjadi orangtua yang bener. Tapi dulu waktu Bjorka mau buka, ga tahan, ya biarin aja gapapa. Jam segini bagus kok," ungkap Ringgo.
Ringgo memilih untuk tidak memaksa anaknya dan memberikan apresiasi untuk usaha yang sudah dilakukan. Pendekatan bertahap ini dipilih Ringgo agar anak tidak merasa tertekan dengan puasa.
"Tapi jangan diikuti ya, mungkin cara orang 'ayo tahan dulu!' kalo saya kalo mau buka oke jam segini. Nanti besoknya kita coba lagi, lebih lama bisa ga ya. Selalu bertahap," ujarnya.
Sabai percaya bahwa motivasi terbaik untuk anak belajar puasa adalah melihat teman-teman sebayanya yang sudah bisa puasa penuh. Dorongan dari teman sebaya seringkali lebih efektif daripada paksaan dari orangtua.
Ringgo dan Sabai tidak menganggap cara mereka adalah cara yang paling benar. Mereka sadar bahwa setiap keluarga punya cara masing-masing.
"Ini bukan ngomongin keluarga yang bener atau salah ya, kita juga masih belajar. Saya sadar banget sama istri, tiap harinya adalah pembelajaran baru," ujar Ringgo dengan jujur.
Aktivitas ngabuburit bersama keluarga, apapun bentuknya, bisa menjadi momen quality time yang berkesan. Bagaimana cara Mama dan anak menunggu waktu ngabuburit di rumah?