CS Lim selaku Vice President LEGOLAND Malaysia Resort
Thila Munusamy selaku Director of Sales and Marketing LEGOLAND Malaysia Resort
Baidi Li selaku Vice President of Commercial Traveloka
Kevin Oei seorang Papa yang juga seorang penggemar LEGO
3 Alasan Bermain LEGO Bisa Eratkan Bonding Orangtua dan Anak

- LEGO bisa menjadi aktivitas sederhana yang membantu orangtua kembali terlibat dalam dunia bermain anak
- Saat bermain LEGO, anak belajar berimajinasi dan menyelesaikan masalah dengan dukungan langsung dari Mama dan Papa
- Momen merakit LEGO bersama dapat berkembang menjadi kenangan keluarga yang bermakna dan bertahan lama
Pernahkah Mama merasa waktu berkualitas bersama anak semakin sulit didapat? Pulang kerja jalanan macet, lelah karena pekerjaan di kantor, dan setibanya di rumah anak sibuk sendiri dengan gadgetnya.
Banyak orangtua mungkin tanpa sadar mengalami momen serupa dalam keseharian mereka, yang bisa menjadi pengingat untuk kembali meluangkan waktu bersama anak. Salah satu aktivitas yang bisa dipilih orangtua untuk membangun bonding bersama anak adalah bermain LEGO.
LEGOLAND Malaysia Resort menggelar media gathering berjudul “Your Break Is Just a Brick Away” pada Kamis (29/1/2026). Acara ini menghadirkan beberapa narasumber:
Berikut Popmama.com rangkum tiga alasan kenapa main LEGO bareng anak bisa jadi solusi bonding orangtua dan anak.
Table of Content
1. Melatih kreativitas dan imajinasi anak

Bermain LEGO adalah aktivitas yang membuat anak bebas berimajinasi. Tidak ada aturan baku, anak bisa membuat rumah, mobil, kastil, atau apapun yang ada di kepala mereka. Proses membayangkan sesuatu lalu mewujudkannya dalam bentuk fisik inilah yang melatih kreativitas anak.
Berbeda dengan menonton video atau bermain game di gadget yang sifatnya pasif, merakit LEGO membuat anak aktif menggunakan tangan dan pikirannya.
Mereka harus berpikir bagaimana menyusun brick demi brick agar sesuai dengan yang dibayangkan, memecahkan masalah ketika ada yang tidak pas, lalu mencoba lagi.
Anak yang biasanya sulit duduk diam, bisa menghabiskan waktu puluhan menit bahkan berjam-jam untuk menyelesaikan satu proyek LEGO.
Mereka belajar menyelesaikan tugas dari awal sampai akhir dengan fokus penuh. Dengan bermain LEGO, anak tidak terasa seperti sedang belajar, bagi mereka ini hanya bermain yang menyenangkan.
2. Orangtua punya tiga peran sekaligus

Bermain LEGO bersama anak membuat Mama dan Papa punya peran yang lebih dari sekadar pengawas. Mama dan Papa yang biasanya hanya duduk mengawasi anak bermain, kini harus ikut terlibat langsung dalam prosesnya.
Saat duduk bersama merakit LEGO, Mama dan Papa bisa menjadi teman bermain yang setara dengan anak. Anak merasa lebih nyaman karena Mama dan Papa tidak hanya mengawasi, tapi benar-benar ikut bermain bersama. Mereka bisa saling bertukar ide tentang bentuk yang ingin dibuat.
Di waktu yang bersamaan, Mama dan Papa juga bisa menjadi guru yang mengajari anak memecahkan masalah. Ketika anak bingung menyusun brick, Mama dan Papa bisa memberikan arahan tanpa terkesan menggurui. Prosesnya tetap menyenangkan, anak tetap merasa sedang bermain.
Selain itu, Mama, Papa, dan anak bisa menjadi satu tim yang bekerja sama. Membangun satu proyek bersama, Mama mengerjakan bagian ini, Papa mengerjakan itu, dan anak mengerjakan bagian lainnya.
Menyusun LEGO membutuhkan keterlibatan penuh. Inilah yang membuat bonding antara Mama, Papa, dan anak menjadi lebih kuat.
3. Membangun kenangan yang bertahan lama

Bermain LEGO bersama anak bukan hanya soal menghabiskan waktu, tapi juga tentang membangun kenangan yang akan diingat hingga mereka dewasa.
Mama atau Papa mungkin pernah bermain LEGO saat kecil, dan kini bisa kembali memainkannya bersama anak. Tak sekadar nostalgia, momen ini juga menjadi kesempatan untuk membangun memori baru.
Proses membayangkan apa yang ingin dirakit, mengerjakannya bersama keluarga, hingga menghabiskan waktu berminggu-minggu menyelesaikan satu proyek dapat menjadi momen berharga yang dikenang.
Kenangan bersama anak bisa dimulai dari rumah dengan satu set LEGO sederhana, hingga liburan keluarga ke tempat seperti LEGOLAND Malaysia Resort. Sudahkah Mama dan Papa meluangkan waktu bermain LEGO bersama anak?


















