“Makanya aku melihat isu ini perlu bantuan kita semua untuk bersuara, memberikan respons yang tepat, daripada hanya diam atau membiarkan beritanya tenggelam begitu saja,” ungkap Prilly saat press conference film Memburu Pemangsa Senin (21/9/2026) di Jakarta kemarin.
Main Film Memburu Pemangsa, Prilly Latuconsina Serukan #JagaAnakAnak

Prilly Latuconsina memerankan Cia dalam film Memburu Pemangsa, yang menyoroti kekerasan seksual pada anak melalui kekhawatiran tokohnya terhadap keselamatan keponakannya, Pandu.
Prilly menilai budaya diam masih muncul saat kasus kekerasan seksual anak terungkap, sehingga orang dewasa perlu berani bersuara dan memberikan respons yang tepat.
Prilly berharap film ini membuka pembicaraan serta menyebarkan informasi tentang isu tersebut. Prilly juga menjalani latihan fisik untuk adegan action sambil menjaga emosi karakter Cia.
Prilly Latuconsina menjadi salah satu pemeran dalam film Memburu Pemangsa yang mengangkat isu kekerasan seksual pada anak. Dalam film tersebut, Prilly berperan sebagai Cia, sosok yang memiliki rasa khawatir tinggi terhadap keselamatan keponakannya, Pandu.
Lewat perannya, Prilly turut melihat lebih dekat persoalan yang menurutnya masih membutuhkan perhatian dari banyak pihak. Ia menyoroti adanya budaya diam ketika masyarakat dihadapkan dengan kasus kekerasan seksual yang menimpa anak. Menurut Prilly, diperlukan keberanian untuk bersuara dan memberikan respons yang tepat.
Berikut Popmama.com telah merangkum peran Prilly Latuconsina di Memburu Pemangsa yang menyuarakan isu tentang kekerasan anak.
Yuk, disimak!
Table of Content
1. Prilly Latuconsina soroti budaya diam soal kekerasan seksual anak

Dok. Sinemaku Pictures Prilly Latuconsina mengatakan bahwa informasi mengenai kekerasan seksual pada anak sebenarnya sudah banyak diberitakan oleh media. Namun, Prilly melihat masih ada budaya diam di beberapa lingkungan, termasuk ketika orang-orang bingung harus melakukan apa setelah mengetahui sebuah kasus.
Menurutnya, sebuah kasus mungkin hanya ramai selama satu atau dua hari, tetapi setelah itu belum tentu mendapatkan penanganan yang tepat. Ia pun mengingatkan bahwa orang dewasa perlu memberikan respons ketika mengetahui berita mengenai anak yang menjadi korban.
Sebab, anak-anak belum memiliki kemampuan penuh untuk melindungi diri mereka sendiri.
Melalui film ini, Prilly ikut menyampaikan pentingnya kepedulian tersebut kepada penonton. Semangat tersebut dirangkum melalui seruan pesan #JagaAnakAnak
2. Prilly berharap film Memburu Pemangsa bisa menjadi medium untuk bersuara

Dok. Sinemaku Pictures Menurut Prilly Latuconsina, salah satu alasan isu kekerasan seksual pada anak sulit dibicarakan karena masih dianggap tabu di sejumlah lingkungan. Ia memahami bahwa sebagian orang mungkin merasa tidak nyaman ketika harus berhadapan dengan berita atau pembahasan mengenai kasus tersebut.
Namun, Prilly menilai rasa tidak nyaman bukan alasan untuk menghindari persoalan yang menimpa anak. Oleh karena itu, ia berharap Memburu Pemangsa dapat menjadi medium untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat dengan cara yang lebih tepat.
Ia juga berharap pesan yang dibawa film bisa menjangkau orang-orang yang membutuhkan informasi tersebut.
“Semoga film ini bisa menjadi medium untuk bisa menyebarkan informasinya ke target yang lebih tepat, sekaligus dengan cara yang tepat,” ucap Prilly.
3. Perankan Cia, Prilly juga menghadapi tantangan adegan action

Dok. Sinemaku Pictures Tidak hanya mendalami isu yang dibawa film, Prilly Latuconsina juga harus mempersiapkan diri untuk berbagai adegan fisik sebagai Cia. Ia menjalani latihan fisik dan conditioning karena karakternya memiliki sejumlah adegan kejar-kejaran.
Menurut Prilly, tantangan terbesarnya bukan hanya mengingat gerakan, tetapi juga mempertahankan emosi Cia di tengah adegan yang cukup berat secara fisik.
Cia memiliki rasa takut yang besar terhadap kemungkinan sesuatu terjadi pada Pandu, sehingga emosi tersebut harus terus dibawa dalam setiap adegan.
Prilly pun merasa menjaga kesinambungan emosi saat melakukan adegan action justru menjadi salah satu bagian tersulit.
“Malah menurut aku lebih susah menjaga continuity emosi di tengah latihan fisik yang lumayan berat,” tambah Prilly.
Prilly berharap film Memburu Pemangsa dapat menjadi salah satu medium untuk membuka pembicaraan mengenai kekerasan seksual pada anak. Ia juga mengajak orang dewasa untuk tidak hanya diam, tetapi memberikan respons yang tepat ketika mengetahui kasus yang menimpa anak.
Itulah peran Prilly Latuconsina di Memburu Pemangsa yang menyuarakan isu tentang kekerasan anak. Jangan lewatkan aksi Prilly Latuconsina sebagai Cia dalam film Memburu Pemangsa yang tayang di bioskop mulai 24 September 2026, ya.





















