Sikap Siswa SMP Pembakar Sekolah di Temanggung Sehari-hari

Kepala sekolah: "Dia caper dibanding teman-temannya"

4 Juli 2023

Sikap Siswa SMP Pembakar Sekolah Temanggung Sehari-hari
Unsplash

Beberapa waktu lalu, internet digegerkan dengan berita seorang siswa laki-laki yang nekat membakar sekolahnya, SMPN 2 Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Siswa SMP berinisial R (14)  dikabarkan melakukan pembakaran sekolahnya akibat sakit hati di-bully teman-teman dan guru-guru lainnya. Tindakan nekat ini mendapat sorotan netizen mengenai kesehariannya.

Berikut ulasan Popmama.comtentang keseharian siswa SMP pembakar sekolah di Temanggung.

1. Kronologi kejadian kebakaran

1. Kronologi kejadian kebakaran
mypertamina.id

Pada hari Selasa (27/6), R datang ke sekolahnya pada dini hari, pukul 02:00 WIB. R menyalakan api dengan 3 botol bahan bakar yang dibawanya menggunakan tas ransel.

Melihat kobaran api, warga datang di TKP dan menemukan R yang masih berada di lokasi. R pun mengakui pembakaran sekolahnya setelah diinterogasi warga.

Warga membawa R ke Polsek Pringsurat untuk investigasi lebih lanjut.

Editors' Pick

2. Bakar sekolah karena di-bully

2. Bakar sekolah karena di-bully
Pixabay/Counselling

Kapolres Temanggung AKBP Agus Puryadi mengungkapkan motif R membakar sekolahnya karena sudah sakit hati di-bully.

"(R) sering di-bully teman-temannya. Termasuk oleh guru, siswa ini kurang diperhatikan." sebut Agus

R pun membeberkan aksi-aksi perundungan yang diterimanya, seperti dikeroyok oleh teman-temannya dan disobek tugasnya oleh guru-guru.

3. Guru-guru: anak ini minta perhatian lebih

3. Guru-guru anak ini minta perhatian lebih
smpn2pringsurat.sch.id

Selaku Kepala Sekolah SMPN 2 Pringsurat, Bejo Pranoto mengklaim anak tersebut bukan lah anak yang nakal.

"(Dia) Tidak, tidak nakal. (Kami) sangat terkejut (atas kejadian pembakaran sekolah" sebut Bejo.

Bejo pun menyingkapi pernyataan sejumlah guru terhadap sosok R.

"Anak ini memang minta perhatian lebih dari guru. Dia sering membuat suatu ulah-ulah. Otomatis saat dia berbuat kesalahan dan dipanggil begitu, dia ndak berani. Ia pura-pura muntah, pura-pura kesurupan. "

"Pokoknya dia caper dibandingkan teman-temannya," berikut pernyataan guru-guru melalui Kepsek Bejo.

4. Psikiater Jiemi: bukan caper, ini tanda anak punya isu kesehatan mental

4. Psikiater Jiemi bukan caper, ini tanda anak pu isu kesehatan mental
Pexels/cottonbro

Berita ini mengumpulkan berbagai opini dari netizen, salah satunya psikiater dr. Jiemi Ardian, SpKJ. Dr. Jiemi meng-tweet pada akun Twitter pribadinya @jiemiardian.

"Kalau ada anak yang bereaksi kuat ketika ditegur, termasuk (tapi tidak terbatas pada) keluhan fisik yang mengganggu, atau kesadaran yang bermasalah (yang sering diasumsikan sebagai kesurupan); maka ini semua bukan caper ya. Ini tanda anak punya isu mental health"

Dr. Jiemi meminta guru-guru untuk tidak cepat menyebut siswa "caper" tanpa memberikan bantuan. Menurut beliau, reaksi-reaksi kuat yang dilakukan siswa merupakan tanda anak memiliki isu kesehatan mental.

Atas tindakannya membakar sekolah tersebut, R terancam pidana hukuman 6 tahun penjara atas Pasal 187 Ayat 1 Huruf e KUHP. Sekian berita tentang keseharian siswa SMP pembakar sekolah di Temanggung.

The Latest