Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Taruna Nusantara MUN Jadi Wadah Diplomasi 301 Pelajar Indonesia
Dok. AYIMUN Presents Taruna Nusantara MUN
  • AYIMUN Taruna Nusantara MUN 2026 berlangsung 29–30 September di Magelang, menghimpun 301 pelajar dari 31 provinsi, termasuk enam kampus Taruna Nusantara dan perwakilan 40 sekolah lain.

  • Program MUN perdana hasil kolaborasi SMA Taruna Nusantara dan International Global Network ini melatih kepemimpinan, diplomasi, riset, serta wawasan global melalui simulasi sidang PBB.

  • Delegasi membahas diskriminasi pekerja disabilitas atau sakit kronis, hukuman mati, serta ketegangan Kamboja-Thailand; sidang dipandu fasilitator internasional dan diproyeksikan menjadi agenda tahunan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sebanyak 301 pelajar dari 31 provinsi datang ke Magelang untuk bermain sidang seperti PBB. Mereka belajar bicara, berdiskusi, dan mencari jalan keluar untuk masalah dunia. SMA Taruna Nusantara bekerja sama dengan IGN membuat acara ini. Ada pembimbing dari beberapa negara. Acara ini akan dibuat setiap tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Membentuk generasi muda yang kritis dan berwawasan global ternyata tidak cukup melalui pembelajaran di dalam kelas.

Untuk memfasilitasi hal tersebut, kegiatan simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) hadir sebagai sarana yang tepat bagi pelajar untuk melatih kepemimpinan serta diplomasi.

​Hal inilah yang diwujudkan melalui ajang AYIMUN Taruna Nusantara Model United Nations (MUN) 2026 yang berlangsung pada 29–30 September 2026 di Magelang, Jawa Tengah.

Mengusung tema “From Taruna Nusantara to the Global Stage,” ajang kolaborasi antara SMA Taruna Nusantara dan International Global Network (IGN) ini berhasil menjadi sorotan.

​Lantas, apa saja hal menarik di balik AYIMUN Presents Taruna Nusantara ini ?

Intip Popmama.com rangkuman informasi mengenai AYIMUN Presents Taruna Nusantara MUN jadi wadah diplomasi 301 pelajar Indonesia. Disimak Ma!

1. Dihadiri oleh 301 pelajar dari 31 Provinsi di Indonesia

Dok. AYIMUN Presents Taruna Nusantara MUN

Ajang AYIMUN Presents Taruna Nusantara MUN 2026 ini menjadi bukti nyata antusiasme generasi muda Indonesia dalam mempelajari dunia diplomasi.

Konferensi ini berhasil menghimpun 301 pelajar yang datang dari 31 provinsi di seluruh Indonesia. Kehadiran para peserta dari berbagai penjuru tanah air ini menciptakan dinamika diskusi yang kaya keberagaman sudut pandang dan latar belakang budaya.

​Peserta utama konferensi ini berasal dari enam kampus SMA Taruna Nusantara, yaitu:

​SMA Taruna Nusantara Magelang

​SMA Taruna Nusantara Cimahi

​SMA Taruna Nusantara IKN

​SMA Taruna Nusantara Langowan

​SMA Taruna Nusantara Malang

​SMA Taruna Nusantara Pagar Alam

​Tak hanya menjadi wadah internal, tercatat ada 40 sekolah non-Taruna Nusantara yang turut mengirimkan perwakilannya.

Sebaran daerah para peserta non-Taruna Nusantara ini sangat luas dan mencakup wilayah dari ujung barat hingga timur Indonesia, seperti Aceh, Bali, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, D.I. Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, hingga Papua Barat Daya.

2. Kolaborasi perdana Taruna Nusantara dengan International Global Network (IGN)

Dok. AYIMUN Presents Taruna Nusantara MUN

Penyelenggaraan AYIMUN Presents Taruna Nusantara MUN 2026 mencatatkan sejarah baru. Yaitu, sebagai program Model United Nations (MUN) pertama yang diinisiasi oleh SMA Taruna Nusantara berkolaborasi dengan International Global Network (IGN).

​Bagi SMA Taruna Nusantara, kolaborasi strategis ini bukan sekadar menggelar acara akademik, melainkan bentuk konkret dari implementasi visi pendidikan sekolah.

Melalui ajang ini, SMA Taruna Nusantara berupaya melahirkan generasi penerus bangsa yang memiliki keunggulan akademis dan karakter kepemimpinan yang kuat, juga berwawasan global serta memiliki semangat pengabdian bagi masyarakat dunia.

President of International Global Network, Muhammad Fahrizal, menyoroti pentingnya momen ini bagi para peserta.

"Perjalanan kalian menuju panggung global tidak dimulai suatu hari nanti. Perjalanan itu dimulai ketika kalian mengangkat placard, ketika kalian memilih dialog daripada permusuhan, dan ketika kalian mengubah sebuah gagasan menjadi tindakan. Dan perjalanan itu dimulai di sini, di AYIMUN Presents Taruna Nusantara MUN," ungkap Fahrizal.

3. Mengupas 3 isu global kritis

Dok. AYIMUN Presents Taruna Nusantara MUN

Selama dua hari penyelenggaraan konferensi, para delegasi tidak hanya belajar berpidato, tetapi juga dituntut melakukan riset mendalam dan mencari solusi atas isu-isu mendesak dunia.

Para peserta dibagi ke dalam tiga dewan atau council utama dengan fokus pembahasan yang berbeda:

  1. ​International Labour Organization (ILO). Mengusung topik “Addressing Stigma and Discrimination Against Workers with Chronic Illness and Disabilities”. Peserta diharapkan merumuskan kebijakan global terkait penghapusan stigma dan diskriminasi di tempat kerja.

  2. United Nations Human Rights Council (UNHRC). Mengangkat topik “Reassessing the Necessity of the Death Penalty”, dewan ini menantang para delegasi untuk mengkaji dan mengevaluasi kembali penerapan hukuman mati dari berbagai sudut pandang.

  3. Disarmament and International Security Committee (DISEC). Dengan topik “The Good Neighbour: De-escalating Tensions among Cambodia and Thailand”, peserta diharapkan berfokus pada dinamika keamanan regional.

4. Didampingi oleh chairs dan fasilitator berpengalaman tingkat internasional

Dok. AYIMUN Presents Taruna Nusantara MUN

Untuk memastikan jalannya alur simulasi sidang tetap terarah dan sesuai dengan standar PBB.

Menariknya setiap dewan didampingi langsung oleh chairs atau pimpinan sidang dan fasilitator berpengalaman dari berbagai negara.

Kehadiran pimpinan sidang internasional ini turut memberikan atmosfer persidangan yang nyata bagi para pelajar:

​Dewan DISEC: Dipimpin oleh Lillian Hung dari Taiwan sebagai Head Chair, didampingi oleh Arsyarrahman Setiawan dari Indonesia sebagai Co-Chair.

​Dewan UNHRC: Dipimpin oleh Cornelia Evers dari Prancis sebagai Head Chair, didampingi oleh Hanan Abdila dari Indonesia sebagai Co-Chair.

​Dewan ILO: Dipimpin oleh Peter Zakhar dari Slovakia sebagai Head Chair, didampingi oleh Wina Panjali dari Indonesia sebagai Co-Chair.

​Kolaborasi antara chairs internasional dan nasional ini memberikan bimbingan intensif bagi para delegasi muda dalam mengasah kemampuan diplomasi hingga mengarahkan penyusunan solusi atas isu-isu yang dibahas.

5. Menjadi agenda tahunan menuju level internasional

Dok. AYIMUN Presents Taruna Nusantara MUN

Penyelenggaraan AYIMUN Presents Taruna Nusantara MUN 2026 tidak berhenti sebagai acara satu kali saja, melainkan diproyeksikan sebagai agenda tahunan untuk terus ditingkatkan hingga mencapai level internasional secara penuh.

​Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Magelang, Mayor Jenderal TNI M.I. Gogor A. A., S.IP., M.Han., menegaskan bahwa acara ini merupakan wujud nyata komitmen sekolah dalam mencetak calon-calon pemimpin berkaliber global:

​"Tema AYIMUN Presents Taruna Nusantara MUN tahun ini adalah From Taruna Nusantara to the Global Stage. Hal ini mencerminkan komitmen kami untuk mempersiapkan para siswa tidak hanya mencapai keunggulan akademik, tetapi juga berpartisipasi dalam dunia yang semakin saling terhubung," ujar Mayjen TNI M.I. Gogor.

​Langkah ini mempertegas posisi SMA Taruna Nusantara sebagai lembaga pendidikan unggulan yang siap menjembatani para pelajarnya menuju kontribusi nyata, baik di tingkat nasional maupun di panggung internasional.

Itulah informasi mengenai Taruna Nusantara MUN wadahi 301 pelajar di Indonesia. Dengan di agendakan tiap tahunnya, para pelajar mendapatkan wadah yang tepat untuk mengasah kemampuan menyampaikan argumen dan berdiskusi layaknya delegasi internasional.

Curated For You

Editorial Team

Related Article