Awas, Insomnia yang Dialami Orangtua dapat Memengaruhi Tidur Anak

Gangguan tidur yang dialami orangtua ternyata dapat memengaruhi seluruh keluarga

4 April 2020

Awas, Insomnia Dialami Orangtua dapat Memengaruhi Tidur Anak
Freepik

Tidur merupakan kebutuhan biologis manusia yang sangat berpengaruh besar dalam kesehatan. Khususnya bagi bayi dan anak-anak, hormon pertumbuhan bekerja aktif terutama saat mereka tidur di malam hari. Karena itulah, jika anak mengalami gangguan tidur, tumbuh-kembangnya juga tidak bisa maksimal. 

Gangguan tidur bukan hanya dialami orangtua saja. Tetapi, gangguan tidur yang dialami orangtua nyatanya juga bisa mempengaruhi siklus tidur anak. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Berikut Popmama.com merangkum informasi pentingnya, dilansir dari healthcentral.com:

Insomnia yang Diderita Orangtua Berpengaruh pada Gangguan Tidur Anak

Insomnia Diderita Orangtua Berpengaruh Gangguan Tidur Anak
Freepik

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sleep Medicine tahun 2017 melakukan penelitian terhadap 191 anak usia 7-13 tahun menjadi obyek penelitian yang dilakukan di rumah masing-masing. 

Setiap keluarga dibekali perangkat pemantauan tidur portabel yang mencatat total durasi tidur, efisiensi tidur, waktu yang dibutuhkan untuk tertidur, berapa lama waktu terjaga di malam hari, serta kuesioner yang diisi orangtua untuk mengukur persepsi mereka tentang perilaku yang berhubungan dengan gejala insomnia yang dialami dengan perilaku tidur anak mereka.

Hasilnya ditemukan keterkaitan antara orangtua yang mengalami insomnia dengan gangguan tidur yang juga dialami sang Anak.

Editors' Picks

Insomnia pada Ibu Lebih Banyak Memengaruhi Anak

Insomnia Ibu Lebih Banyak Memengaruhi Anak
Freepik/prostooleh

Dari data obyektif yang dikumpulkan dari penelitian tersebut menemukan bahwa anak dari ibu dengan gejala insomnia, lebih tinggi risiko mengalami gangguan tidur dibandingkan jika ayah yang mengalami insomnia.

Penelitian ini dilakukan di Swiss, dimana ibu cenderung menghabiskan waktu lebih banyak bersama anak-anaknya, ketimbang ayah. Faktor kedekatan dengan ibu inilah mungkin yang lebih kuat memengaruhi siklus tidur anak. 

Apa Penyebab Gangguan Tidur pada Orangtua dan Anak Ini?

Apa Penyebab Gangguan Tidur Orangtua Anak Ini
Freepik/maria_sbytova

Meski bukan termasuk penyakit keturunan, ternyata insomnia berkaitan dengan gangguan tidur anak karena faktor beberapa hal berikut ini:

  • Anak berpotensi mempelajari kebiasaan tidur dari orangtuanya.
  • Siklus tidur orangtua dan anak mempengaruhi disfungsi keluarga.
  • Sosial-ekonomi keluarga yang buruk turut mempengaruhi siklus tidur keluarga.
  • Orangtua dapat mewariskan sifat-sifat genetik yang mempengaruhi buruknya siklus tidur anak.

Yang cukup menarik juga ditemukan bahwa bayi dan anak yang lebih kecil yang mengalami kesulitan tidur, juga memengaruhi kualitas tidur orangtua dan akhirnya keduanya saling berkaitan dan berkelanjutan.

Mengatasi Insomnia pada Anak

Mengatasi Insomnia Anak
pbs.org

Insomnia dapat menurunkan kualitas istirahat anak, yang dapat berpengaruh besar pada kualitas hidup anak secara keseluruhan di masa tumbuh-kembangnya. Bersama-sama dengan anak, orangtua dapat belajar mengubah kebiasaan tidur yang buruk yang berpotensi mengembangkan gejala insomnia, antara lain dengan:

  • Menerapkan kebiasaan sebelum tidur yang baik, misalnya jam tidur dan bangun yang teratur, menghindari minuman berkafein sebelum tidur, tidak melakukan aktivitas selain tidur di atas kasur, dan lain-lain.
  • Menciptakan lingkungan tidur yang nyaman dengan lampu kamar yang redup, hawa yang sejuk dan suasana sekitar yang tenang.
  • Relaksasi sebelum tidur dengan latihan nafas dan membayangkan hal-hal yang positif.

Pengobatan terhadap gangguan tidur yang dialami anak biasanya tidak diperlukan. Dokter akan merekomendasikan untuk mencari akar masalah psikologis yang melatarbelakanginya dan mengubah kebiasaan sebelum tidur. Semoga informasi ini memberikan pencerahan ya, Ma. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.