Apa Sih Manfaatnya Anak Ikut Program Ekstrakurikuler? Ini Jawabannya!

Ikut ekstrakurikuler bikin nilai sekolah anak jeblok? Baca dulu faktanya berikut ini, Ma

20 Maret 2019

Apa Sih Manfaat Anak Ikut Program Ekstrakurikuler Ini Jawabannya
Pexels.com/pixabay

Dalam proses perkembangannya, anak usia sekolah perlu mendapatkan aktivitas yang seimbang. Tak melulu fokus dengan belajar hal-hal teoritis di dalam ruang kelas, melainkan juga didukung dengan kegiatan yang mengasah ketrampilan soft skill-nya alias ekstrakurikuler.

Namun, masih banyak orangtua yang berpikiran kegiatan ekstrakurikuler itu menambah kesibukan anak dan merepotkan. Tak jarang pula orangtua melarang anak ikut kegiatan ekstrakurikuler karena khawatir anak kecapekan setelah seharian belajar di kelas.

Di sisi lain, kegiatan ekstrakurikuler ternyata mengajarkan banyak hal bagi anak-anak yang berguna sebagai bekalnya di masa depan. Dilansir dari crimsoneducation.org, kegiatan ekstrakurikuler membutuhkan komitmen waktu dan inisiatif anak, berbeda dengan kegiatan hiburan lain yang hanya bersifat temporer.

Berikut manfaat kegiatan ekstrakurikuler bagi anak menurut Popmama.com.

1. Meningkatkan kemampuan akademik

1. Meningkatkan kemampuan akademik
Pexels.com/Pragyan Bezbaruah

Seperti yang sempat disinggung di atas, sebagian orangtua khawatir nilai anak merosot karena ikut kegiatan ekstrakurikuler. Tetapi studi berkata sebaliknya, Ma.

Dilansir dari jurnal yang ditulis oleh Kimiko Fujita dan diterbitkan di situs kon.org, anak yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler memiliki performa akademik yang memuaskan karena sikap positif yang terbentuk di kegiatan ekstrakurikuler akan berpengaruh pada kehidupan sosialnya di ranah akademik.

2. Membantu anak menemukan minatnya

2. Membantu anak menemukan minatnya
Pexels.com/Sharon McCutcheon

Saat anak berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang berbeda, ia memiliki perspektif yang lebih luas tentang minat dan passion-nya. Dengan cara ini, anak bisa menemukan potensi dalam diri yang mungkin tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Editors' Picks

3. Meningkatkan kepercayaan diri anak

3. Meningkatkan kepercayaan diri anak
Pexels.com/Pragyan Bezbaruah

Setiap manusia di dunia ini punya kemampuan dan karakter berbeda-beda yang tak bisa dipukul rata. Begitu pula dengan anak-anak kita, Ma. Saat ia lemah dalam hal akademik di sekolah, bisa jadi ia unggul di kegiatan ekstrakurikuler. Ini akan meningkatkan rasa percaya diri anak karena ia punya hal lain yang bisa dibanggakannya walau tak bisa unggul di hal lain.
 

4. Membantu anak bersosialisasi

4. Membantu anak bersosialisasi
Pexels.com/Anton Belitskiy

Berteman, bagi sebagian anak, adalah hal yang sangat sulit dilakukan. Jika anak Mama memiliki kecenderungan sulit berteman, melibatkannya dalam kegiatan ekstrakurikuler adalah solusi yang baik. 

Setiap kegiatan ekstrakurikuler akan melibatkan anggotanya dengan anggota-anggota lain. Tak menutup kemungkinan melebarkan kesempatan anak untuk bersosialisasi dengan orang-orang di luar lingkaran pergaulannya selama ini. Hal ini tentu akan membantu meningkatkan keterlibatan sosialnya.

5. Mendorong anak lebih produktif

5. Mendorong anak lebih produktif
Pexels.com/pixabay

Sekolah, rumah, tempat les. Apakah itu rute sehari-hari yang anak Mama jalani? Bagi anak, rutinitas tersebut tentu menjenuhkan. Apalagi jika tak ada tantangan berarti dalam kegiatan-kegiatan yang dijalaninya. 

Lewat kegiatan ekstrakurikuler, anak punya hiburan yang positif selain kegiatan sekolah biasanya. Hal ini akan mendorong anak lebih produktif dan memancing kreativitas anak.

Saat ini, berbagai sekolah dan universitas serta kesempatan beasiswa, mensyaratkan kegiatan ekstrakurikuler bagi calon pelamarnya. Mengapa? Anak yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler mengembangkan kemampuan sosial dan intrapersonal yang lebih baik ketimbang yang tidak. Misalnya, kepemimpinan dan problem solving yang lebih terasah.

Yang jelas, dengan serangkaian tambahan kegiatan, bantu anak mengidentifikasi mana kegiatan yang benar-benar sesuai dengan kata hatinya dan sesuai dengan kemampuan ya, Ma.

Baca Juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!