Gawat! Banyak Anak Usia SD Kecanduan Ponsel Sampai Lupa Orangtua

Puluhan anak di Jawa Barat dan DIY Yogyakarta sampai harus dirawat di rumah sakit jiwa!

19 Oktober 2019

Gawat Banyak Anak Usia SD Kecanduan Ponsel Sampai Lupa Orangtua
Freepik

Ma, segala sesuatu yang berlebihan memang tak baik. Dalam dunia psikologi dan kesehatan, kita mengenal istilah 'candu' atau 'kecanduan'. Menurut Medical News Today, kecanduan merupakan ketidakmampuan tubuh atau psikis untuk menghentikan konsumsi kimia, obat-obatan, aktivitas atau subtansi lainnya yang dapat menyebabkan kerusakan psikologis maupun psikis. 

Istilah kecanduan tidak hanya merujuk pada ketergantungan zat-zat obat-obatan, seperti heroin atau kokain saja. Melainkan juga pada aktivitas tertentu. Salah satu bentuk kecanduan yang marak dekade ini adalah kecanduan gadget. Mirisnya, ternyata anak-anak juga bisa mengidap kecanduan gadgetsampai kehilangan arah hidup. 

Kecanduan Ponsel Sampai Lupa Orangtua

Kecanduan Ponsel Sampai Lupa Orangtua
Freepik

Mungkin terdengar miris, tetapi kecanduan ponsel memang nyata adanya. Rumah Sakit Jiwa Daerah dr Arif Zainudin Surakarta akhir-akhir ini menerima pasien kecanduan ponsel. Tiga tahun belakangan, fenomena kecanduan ponsel pada anak-anak ini memang marak. Namun, jumlahnya makin meningkat belakangan ini. 

Dilansir dari Detik, Kepala Instalasi Kesehatan Jiwa Anak Remaja RSJD dr Arif Zainudin Surakarta, Aliyah Himawati menyatakan setiap hari ada 1-2 anak yang datang an sejak tahun ajaran baru ini ada sekitar 35 anak remaja berobat. 

Kecanduan ponsel memang berdampak besar pada psikis anak dan remaja. Bukan hanya jadi malas belajar dan melakukan aktivitas fisik, bahkan ada pasien yang tidak menganggap keberadaan orangtuanya. 

Kecanduan game ekstrem di ponsel membuat anak berhalusinasi. Mereka pun enggan makan hingga tak mau sekolah. Pikiran mereka tersita saat belajar karena ingin segera bermain game. 

Pasien-pasien kecanduan ponsel ini menjalani rehabilitasi selama kurang lebih empat minggu. Penanganannya pun sesuai gejala. Selain terapi perilaku, jika perlu, obat akan diberikan sebagai langkah farmakoterapi untuk menyeimbangkan neurotransmitter pada otak. 

Mengapa Anak dan Remaja Cenderung Menjadi Pecandu Gadget?

Mengapa Anak Remaja Cenderung Menjadi Pecandu Gadget
Freepik/pressfoto

Kecanduan gadgetbanyak dialami anak dan remaja. Mengapa? Dilansir dari online-therapy.com, kedua kelompok usia ini masih sangat senang mengeksplorasi apa saja yang ada di sekitarnya. Sebagian melihat gadget sebagai sarana yang menarik untuk dieksplorasi dan dipelajari. Tetapi, sebagian yang lain melihatnya sebagai sumber hiburan, yang akhirnya membuat kecanduan. 

Dari sisi biologis, hal ini bisa dijelaskan lewat penelitian yang dilakukan oleh Hyung Suk Seo, M.D., profesor neuroradiologi Korea University, Seoul, Korea Selatan. Dilansir dari Science Daily, Dr. Seo melakukan penelitian menggunakan magnetic resonance spectroscopy (MRS) untuk menggali dampak ponsel dan internet terhadap komposisi kimiawi otak. 

Otak manusia memiliki gamma aminobutyric acid (GABA), bagian dari neurotransmitter di otak yang memperlambat sinyal ke otak, dan glutamatate-glutamine (Glx), bagian lain dari neurotransmitter yang membuat neuron otak aktif. Saat mendapat rangsangan dari smartphone dan internet, keduanya seperti mendapatkan setruman yang mengaktifkan otak. GABA pun berperan aktif mengontrol penglihatan dan motorik, serta beberapa fungsi otak lainnya, termasuk kecemasan. 

Maka itu, tak heran jika anak dan remaja tak bisa lepas dari gadget karena mereka merasa cemas saat tidak dapat mengaksesnya. 

Editors' Picks

Gejala Kecanduan Ponsel pada Anak dan Remaja

Gejala Kecanduan Ponsel Anak Remaja
Freepik/pressfoto

Pemakaian ponsel dan gadget lainnya memang menimbulkan keterikatan dan ketergantungan. Hal ini bisa nampak dari gejala-gejala berikut:

  • Kurang konsentrasi, perhatian dan hilang fokus,
  • masalah mengingat dan kesulitan mengambil keputusan,
  • sakit kepala, masalah penglihatan dan sakit punggung,
  • stres, cemas dan mengalami masalah komunikasi,
  • mengamuk saat tidak diperbolehkan mengakses ponsel dan gadget,
  • gelisah berlebih saat tidak bisa mengakses ponsel dan gadget.

Tips Mencegah Agar Anak dan Remaja Tidak Kecanduan Ponsel

Tips Mencegah Agar Anak Remaja Tidak Kecanduan Ponsel
Freepik

Mencegah lebih baik daripada mengobati, karena kecanduan ponsel dan gadget lainnya tidak semudah itu disembuhkan. Jika anak sudah ketergantungan, maka perlu rehabilitasi yang melibatkan terapi perilaku maupun obat-obatan. Bukan hanya psikis, melainkan juga fisik yang terdampak kecanduan ini. Untuk itu, Popmama.com menyarankan beberapa tips ini demi mencegah agar anak dan remaja tidak kecanduan ponsel dan gadget:

  • Hindari memberikan ponsel dan gadget pada anak-anak di usia dini. Sebagian orangtua menggunakan gadget untuk membuat anak mereka diam dan inilah kesalahan yang harus dihindari.
  • Selalu sibukkan anak dengan aktivitas fisik atau mainan non-elektronik. Saat anak menganggur, mereka akan cenderung merengek minta main gadget.
  • Terapkan batasan waktu mengakses ponsel dan gadget dan minimalisir penggunaannya hanya jika diperlukan.

Di era serba digital saat ini memang membatasi penggunaan ponsel dan gadget adalah hal yang sulit. Bukannya tidak boleh sama sekali ya, Ma, melainkan orangtua perlu berperan aktif menjaga dan mengawasi penggunaannya agar tidak menjadi bumerang bagi kehidupan anak di masa kini hingga masa depannya. Semoga informasi ini memberikan inspirasi bagi keluarga. 

Baca Juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!