Serba-Serbi Tes IQ Anak: Komponen yang Diuji dan Cara Membaca Hasilnya

Meski tes ini penting, tapi bukan satu-satunya pengukuran kecerdasan anak lho, Ma

5 September 2020

Serba-Serbi Tes IQ Anak Komponen Diuji Cara Membaca Hasilnya
theasianparent.com

Ada banyak metode yang bisa digunakan untuk mengukur intelegensia seseorang. Salah satu caranya adalah melalui tes Intelligence Quotient alias tes IQ.

Tes IQ merupakan tes intelegensi pertama yang digunakan dan diakui secara luas sejak awal abad ke-20 hingga hari ini. Tes ini didesain oleh Wechsler dan dipublikasikan pertama kali di tahun 1930. Skala pengukuran tes IQ merujuk pada tes Alpha and Beta yang populer pada masanya untuk menguji para pasukan militer Perang Dunia I.

Lalu, bagaimana sih cara kerja tes IQ? Dan bagaimana cara membaca hasilnya? Berikut serba-serbi seputar tes IQ yang dirangkum Popmama.com dari berbagai sumber:

Tes IQ Melibatkan Usia Sebagai Komponen Pengukuran yang Penting

Tes IQ Melibatkan Usia Sebagai Komponen Pengukuran Penting
Freepik

Rata-rata IQ manusia di dunia ini adalah 100 poin. Jika seseorang punya skor IQ lebih dari 100, ia tergolong orang yang jenius dibandingkan rata-rata manusia lainnya. Sementara, jika skor IQ-nya kurang dari 100, artinya mengalami gangguan kognitif.

Mengukur skor IQ tidak sembarangan lho, Ma. Bukan hanya sekadar melihat angka dari beberapa sesi tes yang diujikan, melainkan juga membandingkannya dengan kelompok usia. 

Dilansir dari 123test.com, misalnya anak Mama mendapat skor IQ 100 poin dengan standar deviasi 15 poin. Ini artinya 68 persen populasi mendapat skor IQ dalam interval 85-115, dan 95 persen dari skor populasi tersebut mendapat skor dalam intervasl 70-130. 

Editors' Picks

Apa Saja yang Diujikan dalam Tes IQ?

Apa Saja Diujikan dalam Tes IQ
sheknows.com

Untuk mengukur kecerdasan seseorang, tidak bisa hanya melihat satu faktor saja. Dalam tes IQ, ada empat komponen yang diujikan, yaitu:

Kecerdasan verbal

Meliputi kemampuan memahami, menggunakan dan mempelajari bahasa. Kemampuan menangkap teks dan kekayaan kosakata merupakan indikator kecerdasan verbal yang tinggi.

Kecerdasan numerik

Meliputi kemampuan berhitung. Kemampuan berhitung adalah metode tradisional yang sangat umum untuk mengukur kecerdasan seseorang

Kecerdasan spasial

Meliputi kemampuan menyelesaikan problem spasial yang kompleks

Kecerdasan logika

Meliputi kemampuan merunut suatu masalah secara logis dan beralasan

Rentangan Skor IQ

Rentangan Skor IQ
pixabay/Geralt

Setelah mengantongi skor IQ anak, orangtua tentu penasaran, apa sih makna dari skor tersebut. Berikut ini gambaran rentangan skor IQ yang berasal dari Resing and Blok (2002):

  • Skor di atas 130, artinya sangat jenius. Jumlah populasi: 2,1 persen. 
  • Skor 121-130, artinya jenius. Jumlah populasi: 6,4 persen.
  • Skor 111-120, artinya di atas rata-rata. Jumlah populasi: 15,7 persen.
  • Skor 90-110, artinya rata-rata. Jumlah populasi: 51,6 persen.
  • Skor 80-89, artinya di bawah rata-rata. Jumlah populasi: 15,7 persen.
  • Skor 70-79, artinya mengalami gangguan kognitif. Jumlah populasi: 6,4 persen.

Bagaimana Cara Meningkatkan IQ Anak?

Bagaimana Cara Meningkatkan IQ Anak
Rawpixel/84267

Bagi orangtua yang mendapati IQ anak rata-rata atau di bawah rata-rata, tentu ingin memaksimalkan potensi anak agar lebih baik lain. Berikut ini beberapa kegiatan yang bisa meningkatkan IQ anak dengan cara yang menyenangkan, antara lain:

Berlatih dan mendengarkan musik

Musik turut berkontribusi dalam meningkatkan IQ seseorang. Setidaknya, selama 10 menit per hari, Mama bisa mengajak anak mendengarkan musik. Musik klasik seperti Sonata karya Mozart dapat meningkatkan kemampuan spasial.

Berolahraga

Olahraga meningkatkan level oksigen dalam darah, sehingga otot dan otak anak menjadi lebih aktif. 

Bermain mainan yang melibatkan logika

Permainan seperti permainan balok, puzzle, LEGO atau rubik dapat meningkatkan kemampuan spasial. Sementara permainan seperti teka-teki silang akan meningkatkan kemampuan verbal.

Tes IQ memang dapat menjadi skala pengukuran kecerdasan seseorang. Tetapi ingat, Ma. Tes ini bukanlah satu-satunya cara menakar kadar kecerdasan seorang anak. Masih ada komponen lain yang juga penting dalam kecerdasan manusia, yaitu kecerdasan emosional (EQ) dan spiritual (SQ). Untuk itulah, penting mengombinasikan ketiganya agar mendapatkan hasil yang komprehensif dalam mengukur kecerdasan seorang anak. 

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.