Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
anak sakit flu
Pexels/Vika Glitter

Intinya sih...

  • 62 kasus super flu tersebar di 8 provinsi Indonesia, salah satunya banyak di Jawa Barat.

  • Anak usia 1-10 tahun rentan terinfeksi, mayoritas pasien perempuan.

  • Gejala intens dan penularan cepat, Kemenkes imbau tingkatkan kewaspadaan dan vaksinasi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan puluhan kasus infeksi Influenza A subclade K atau yang dikenal sebagai super flu di Indonesia hingga akhir Desember 2025. Temuan ini menjadi perhatian serius, terutama karena sebagian kasus dialami oleh anak-anak.

Berdasarkan pemantauan, virus ini terdeteksi dari laporan penyakit pernapasan yang dikumpulkan di berbagai wilayah. Kemenkes pun mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi penularannya yang tergolong mudah.

Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.

1. Tercatat 62 kasus super flu tersebar di delapan provinsi

Freepik

Juru Bicara Kemenkes RI, Widyawati, menyampaikan bahwa hingga akhir Desember 2025 terdapat 62 kasus Influenza A subclade K yang terkonfirmasi di Indonesia. Data ini dihimpun dari 88 laporan sentinel influenza like illness (ILI) dan severe acute respiratory infection (SARI) yang tersebar di berbagai daerah.

Dari delapan provinsi yang melaporkan kasus, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah temuan terbanyak. Kondisi ini menandakan perlunya peningkatan kewaspadaan, khususnya di daerah dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.

2. Anak usia 1–10 tahun termasuk kelompok yang rentan terinfeksi

Freepik

Selain sebaran wilayah, Kemenkes juga menyoroti kelompok usia yang terdampak. Anak-anak berusia 1 hingga 10 tahun menyumbang sekitar 35 persen dari total kasus super flu yang tercatat. Angka ini menunjukkan bahwa anak menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap infeksi virus ini.

Tak hanya itu, mayoritas kasus juga dilaporkan terjadi pada perempuan, yakni sekitar 64 persen dari total pasien. Kondisi ini memperkuat pentingnya perlindungan kesehatan keluarga, terutama bagi anak-anak yang masih aktif berinteraksi di sekolah atau lingkungan bermain.

3. Gejala super flu dan perbedaannya dengan flu biasa

Pixabay/sweetlouise

Super flu atau Influenza A subclade K umumnya serupa dengan flu musiman pada umumnya, tetapi sering terasa lebih intens:

  • Demam tinggi mendadak

  • Batuk kering

  • Sakit tenggorokan

  • Nyeri otot dan tubuh

  • Sakit kepala

  • Lemas parah

  • Bersin dan hidung tersumbat

  • Sesak napas atau nyeri dada pada kasus yang lebih berat

Lantas apa perbedaan super flu dan flu biasa?

Super flu sering disebut berbeda dari flu biasa karena tingkat penyebaran yang lebih cepat dan intensitas gejala. Varian ini menunjukkan dominasi yang lebih tinggi dibanding subtipe lain yang pada musim tertentu dapat membuat musim flu terlihat lebih berat.

4. Kemenkes imbau masyarakat tingkatkan kewaspadaan dan vaksinasi

Freepik

Menanggapi temuan tersebut, Kemenkes menegaskan bahwa peningkatan jumlah kasus menjadi peringatan dini agar masyarakat tidak lengah. Virus Influenza A subclade K diketahui dapat menular dengan cepat, terutama melalui droplet atau kontak dekat.

Masyarakat diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mengenali gejala seperti demam, batuk, pilek, hingga sesak napas, serta segera memeriksakan diri jika keluhan muncul. Selain itu, vaksinasi influenza juga dianjurkan sebagai langkah pencegahan untuk menekan risiko penularan maupun keparahan penyakit.

Itulah tadi informasi mengenai 62 kasus super flu di Indonesia banyak menyerang anak. Waspada dan tetap lindungi si Kecil karena virus ini lebih mudah menular. 

Editorial Team