Manfaatkan Belajar di Rumah, Yuk Bentuk Karakter Visioner pada Anak

Kecerdasan yang diimbangi karakter visioner akan berguna bagi masa depan si Kecil

29 April 2020

Manfaatkan Belajar Rumah, Yuk Bentuk Karakter Visioner Anak
Pexels/Julia M Cameron

Masa belajar dari rumah selama pandemi virus corona ini telah mengubah kebiasaan dan menciptakan rutinitas baru. Tak hanya bagi anak, orangtua pun ikut beradaptasi dengan sistem pembelajaran baru menggunakan teknologi. 

Terkadang, proses adaptasi ini mungkin saja menimbulkan tantangan konflik antara orangtua dengan anak. Apalagi orangtua yang dituntut multiperan, sebagai pengasuh, pekerja, dan pengajar di rumah sekaligus.

Orangtua bisa saja stres bahkan melimpahkan emosi negatif sehingga si Kecil tidak dapat belajar dengan maksimal. Untuk itu, Mama dan Papa harus pintar mengatasi rintangan tersebut selama proses belajar dari rumah. 

Misalnya, dengan memberikan tempat belajar yang aman dan nyaman bagi anak. 

Selain itu, Mama juga bisa memanfaatkan masa belajar dari rumah ini dengan membentuk karakter visioner sebagai bekal anak di masa depan, lho.

Hal ini dibutuhkan agar anak bisa tumbuh menjadi individu yang aktif dan kreatif. 

Sebagai orangtua penting untuk mengetahui cara membuat anak memiliki karakter visioner. Anak bisa berpikir mandiri dan sigap menghadapi banyak kemungkinan yang mungkin terjadi di masa mendatang.

Secara lebih lanjut, berikut Popmama.com jelaskan mengenai cara tepat mengasuh anak agar memiliki karakter visioner. 

Editors' Picks

1. Membentuk karakter visioner pada anak

1. Membentuk karakter visioner anak
Pexels/Porapak Apichodilok

Karakter visioner merupakan hal penting yang perlu dipupuk sejak dini. Mengingat adanya banyak sesuatu tidak terduga, seperti adanya persaingan, perubahan dan penuh ketidakpastian di masa depan. 

Maka, diharapkan anak tidak hanya memiliki kecerdasan saja. Namun, juga perlu diimbangi dengan pendidikan karakter yang kuat agar bisa bertahan dari kemungkinan tak terduga tadi. 

Sashkya Aulia Prima, M.Psi, Psikolog sekaligus Co Founder Rumah Konsultasi Tiga Generasi dalam Media Briefing Cerebrofort Selasa (28/4/2020) menyatakan, "Terdapat 5 karakter anak visioner , yaitu memiliki goal setting, daya juang tinggi, optimis, banyak akal dan ingin berkontribusi bagi orang lain." 

2. Mind mapping sebagai metode asuh

2. Mind mapping sebagai metode asuh
Pexels/Gustavo Fring

Cara membuat anak memiliki karakter visioner yang efektif adalah dengan mendorong si Kecil terus berkembang. Dalam mencapai 5 karakter anak visioner, Mama bisa menerapkan metode mind mapping sebagai cara asuh selama belajar dari rumah ini. 

"Mind Mapping adalah salah satu cara mengelola informasi dan mengatur strategi melalui pemetaan pikiran sehingga dapat membantu mengorganisir informasi, memudahkan daya tangkap dan daya ingat otak dalam memroses informasi, dan meningkatkan engagement seseorang dalam proses belajar," jelas Sashkya Aulia Prima, M.Psi.

Namun, sebelum menerapkan metode mind mapping, orangtua harus berlatih menerapkannya pada diri sendiri. Contoh konsep mind mapping bagi orangtua adalah membuat struktur jelas dengan semua pihak di rumah.

Mulai dari jadwal hingga lokasi belajar atau bekerja, kerja sama pembagian tugas dengan pasangan atau pengasuh anak, mengatur ekspektasi, dan salah satu hal terpenting adalah self-care atau me-time sebagai apresiasi untuk diri sendiri dan mengembalikan semangat.

Dengan mind mapping, orangtua memiliki gambaran yang jelas situasi di hari itu, potensi masalah yang terjadi dan siap membentuk alternatif solusi agar semua tetap kondusif terutama dalam hal interaksi bersama anak.

Saskhya menambahkan, "Setelah orangtua dapat mengaplikasikan mind mapping dengan baik, maka Mama dapat menyusun strategi dengan sistematis agar fokus mendampingi anak menjadi visioner."

Baca juga:

3. Cara mengasuh anak visioner dengan mind mapping

3. Cara mengasuh anak visioner mind mapping
Pexels/Victoria Borodinova

Setelah memahami konsep mind mapping sebagai cara asuh orangtua dalam membentuk karakter visioner pada anak. Mama bisa menerapkannya pada si Kecil. 

Berikut contoh mind mapping yang telah dibuat oleh Sashkya Aulia Prima, M. Psi. Mungkin saja bisa Mama terapkan selama proses belajar dari rumah. 

  • Membiasakan anak punya tujuan dalam melakukan sesuatu hal

Mama bisa melatih anak untuk memiliki tujuan yang jelas dengan cara memilih menu makanan harian. Biarkan anak mengetahui bahan apa saja yang diperlukan dan bagaimana poses pembuatannya. 

  • Melatih anak untuk disiplin dan mandiri

Latihlah buah hati Mama untuk selalu disiplin dan mandiri dengan membiarkan anak menyiapkan keperluan belajarnya sendiri. Libatkan juga anak dengan aktivitas harian di rumah sesuai dengan kemampuan. 

  • Memberi anak untuk mengisi ruang kebosanan sendiri

Mama bisa menyediakan ruangan khusus untuk anak bermain sendiri, tetapi usahakan untuk tetap dalam jangkauan. Cara ini bukan bentuk penelantaran ya, Ma. Namun, biarkan anak untuk mengisi ruang kebosanannya sendiri dan mengeksplor hal lain. 

  • Membangun kemampuan empati

Bangun rasa empati dalam diri anak dengan ragam cara yang menyengkan. Misalnya, dengan bermain peran menjadi Mama-mamaan atau belajar masak-masakan. Permainan imajinasi tersebut bisa mengajarkan nilai-nilai sosial pada si Kecil. 

  • Melatih kemampuan bersyukur anak

Minta anak untuk menyebutkan atau membuat daftar hal yang membuat mereka senang atau tersenyum. Hal sederhana ini dapat melatih kemampuan bersyukur dalam dirinya. 

Itulah cara membuat anak memiliki karakter visioner yang bisa Mama terapkan mulai saat ini. Selain itu, Mama juga perlu memerhatikan asupan nutrisi dalam membentuk perkembangan otak dan pendidikan karakter anak. Jangan lupa juga untuk menjaga koneksi yang baik antara orangtua dengan anak sehingga proses pembelajaran maksimal, Ma. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.