Pernahkah Mama dan Papa mengalami situasi di saat si Anak yang terlihat aktif, cerdas, dan imajinatif, sering kesulitan saat diminta membaca kalimat sederhana atau mengerjakan tugas sekolah?
Sering kali, kondisi anak yang seperti itu membuat orangtua kebingungan karena dalam sehari-hari, si Anak tampak paham saat diajak berdiskusi, namun nilai akademiknya justru merosot di beberapa pelajaran dan materi tertentu.
Perbedaan antara kemampuan sehari-hari dengan prestasi anak yang berada di bawah potensi seringkali diabaikan dan disalahartikan sebagai tanda bahwa anak kurang dalam berusaha, bodoh, atau malas.
Padahal Ma, di balik tantangan tersebut, si Anak bisa saja mengalami Gangguan Belajar Spesifik atau Specific Learning Disorder (SLD). Gangguan ini meliputi disleksia, disgrafia, atau diskalkulia.
Gangguan belajar spesifik terjadi karena kondisi neurobiologis yang membuat otak anak bekerja dengan cara berbeda
Jika tidak disadari dan dibiarkan berlarut-larut, hambatan menetap ini dapat merusak kesehatan mental anak, memicu kecemasan, rasa tidak percaya diri, hingga membuat mereka rentan menjadi korban perundungan (bullying) karena merasa dirinya bodoh.
Untuk mengetahui dan mencegah hal tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia mengadakan seminar media dengan topik “Disleksia pada Anak” dengan narasumber dr. Farid Agung Rahmadi, M.Si.Med., Sp.A, Subsp.TKPS (K).
Berikut Popmama.com rangkum lengkap mengenai pemahaman, jenis, hingga penanganan Gangguan Belajar Spesifik (SLD) pada anak. Disimak ya, Ma!
