Pexels/Anastasia Shuraeva
Cara Mama merespons tingkah laku "sulit" anak akan membentuk pola pikirnya mengenai rasa aman dan kepercayaan.
Jika anak selalu dilabeli sebagai pemanipulasi, ia akan merasa tidak dipahami dan mulai menutup diri atau justru merasa ada yang salah dengan dirinya. Sebaliknya, jika Mama hadir sebagai sosok yang membantu meregulasi emosinya, anak akan belajar bahwa perasaannya valid dan rumah adalah tempat yang aman untuk berekspresi.
Konsistensi Mama dalam memberikan batasan tanpa harus melabeli negatif akan membantu perkembangan otak prefrontal-nya tumbuh dengan lebih sehat.
Ingatlah Ma, tujuan Mama bukan untuk "menang" dalam adu argumen dengan anak, melainkan untuk membimbingnya memahami dan mengelola emosi mereka sendiri.
Intinya, Ma, memahami bahwa anak belum punya kemampuan otak untuk memanipulasi pasti bikin perasaan Mama jadi lebih lega ya, Ma. Dengan begitu, Mama jadi punya stok sabar yang lebih banyak saat menghadapi drama-dramanya setiap hari.
Setelah mengetahui cara bepikir anak, adakah label atau kata-kata tertentu yang ingin Mama hindari saat anak sedang tantrum mulai sekarang?