5 Cara Menghadapi Toddler yang Tantrum, Mama Perlu Tetap Tenang

- Tantrum pada anak usia 1–3 tahun adalah proses emosional alami yang perlu dihadapi dengan pemahaman dan ketenangan dari orangtua agar situasi tidak semakin memanas.
- Menyejajarkan posisi tubuh, menjaga bahasa tubuh tetap tenang, serta menunjukkan empati melalui gestur lembut membantu anak merasa aman dan dimengerti saat tantrum.
- Mama disarankan memberi ruang hingga emosi anak mereda sebelum menasihati atau mengalihkan perhatian, agar proses menenangkan berjalan lebih efektif.
Saat anak berusia 1–3 tahun, tidak jarang si Kecil mengalami tantrum yang cukup intens. Kondisi ini sering kali membuat Mama bingung harus bereaksi seperti apa agar anak bisa kembali tenang. Di sisi lain, respons yang kurang tepat justru bisa membuat tantrum berlangsung lebih lama.
Dilansir dari Instagram @healthiest_baby, ada beberapa hal yang perlu Mama perhatikan saat menghadapi toddler yang sedang tantrum. Dengan pendekatan yang tepat, Mama bisa membantu anak merasa lebih aman sekaligus meredakan emosinya secara perlahan.
Berikut Popmama.com rangkum 5 cara menghadapi toddler yang tantrum.
1. Pahami mengenai tantrum itu sendiri

Tantrum bisa diibaratkan seperti tarian yang melibatkan dua pihak, yaitu anak dan orangtua. Artinya, respons Mama juga ikut memengaruhi bagaimana tantrum tersebut berlangsung.
Ketika Mama memahami bahwa tantrum adalah bentuk luapan emosi yang belum bisa dikendalikan anak, Mama akan lebih mudah merespons dengan tenang. Pendekatan ini juga membantu mencegah situasi semakin memanas.
2. Sejajarkan posisi dengan anak

Saat toddler tantrum, cobalah untuk duduk di lantai atau merendahkan posisi tubuh agar sejajar dengan anak. Hindari berdiri terlalu tinggi karena hal tersebut bisa terasa mengintimidasi bagi si Kecil.
Ketika posisi Mama dan anak sejajar, anak akan merasa lebih aman dan tidak terancam. Hal ini juga membantu Mama membangun koneksi emosional yang lebih kuat saat mencoba menenangkan mereka.
3. Tunjukkan bahasa tubuh yang tenang

Toddler sangat peka terhadap bahasa tubuh orangtua. Mereka cenderung menyerap ketenangan yang ditunjukkan oleh Mama melalui ekspresi wajah, nada suara, dan gerakan tubuh.
Oleh karena itu, cobalah untuk tetap tenang, bernapas perlahan, dan hindari gerakan yang terburu-buru. Bahasa tubuh yang lembut dapat membantu anak merasa lebih nyaman dan emosinya perlahan mereda.
4. Berikan gestur bahwa Mama mengerti

Selain menjaga ketenangan, Mama juga bisa menunjukkan empati melalui gestur sederhana. Misalnya dengan mendekat, menunduk sejajar, atau menggunakan suara yang lembut dan menenangkan.
Gestur ini memberi sinyal bahwa Mama memahami perasaan mereka dan tetap hadir untuk membantu. Ketika anak merasa dimengerti, biasanya mereka akan lebih mudah menenangkan diri.
5. Tunggu hingga tantrum mulai mereda

Hal terpenting saat menghadapi tantrum adalah memberi ruang bagi anak untuk melepaskan emosinya terlebih dahulu. Hindari langsung menasihati atau mengoreksi saat anak masih sangat emosional.
Mama bisa menunggu hingga tantrum mulai mereda, lalu perlahan membantu anak kembali tenang. Setelah itu, Mama baru bisa mengajak anak berbicara atau mengalihkan perhatian dengan cara yang lebih efektif.
Menghadapi toddler yang tantrum memang tidak mudah, tetapi respons yang tenang dan penuh empati bisa membuat perbedaan besar. Dengan membantu anak merasa aman dan dimengerti, Mama juga sedang mengajarkan mereka cara mengelola emosi sejak dini.


















