Ayo, Dorong Anak agar Punya Prestasi di Sekolah Dengan 5 Cara Ini

Ciptakanlah suasana rumah yang nyaman

6 Januari 2020

Ayo, Dorong Anak agar Pu Prestasi Sekolah 5 Cara Ini
Freepik

Tentunya anak yang berprestasi adalah impian setiap orangtua. Namun untuk mewujudkannya, bukan saja tanggung jawab anak semata. Orangtua pun berperan penting agar anak semakin cemerlang di sekolah, yakni ada sejumlah hal yang perlu dilakukan.

Orangtua harus memiliki berbagai cara agar dapat mendongkrak semangat dan memotivasinya dengan benar.  Untuk itu, ada 5 cara mendorong anak agar punya prestasi di sekolah. Berikut rangkuman selengkapnya dari Popmama.com:

1. Menciptakan suasana rumah yang nyaman dan kondusif

1. Menciptakan suasana rumah nyaman kondusif
Freepik/prostooleh

Pastinya memiliki anak cerdas menjadi kebahagiaan tersendiri bagi orangtua. Lalu apa yang dapat orangtua lakukan untuk mendorong anak agar berprestasi di sekolah?

Ya, sebisa mungkin membuat mereka betah belajar dan tidak merasa tertekan saat di rumah.

Salah satu hal terpenting untuk mendukung anak agar memiliki prestasi di sekolah adalah dengan menciptakan suasana rumah yang nyaman dan kondusif. Sediakanlah tempat belajar yang baik dan bersih. Selain itu, buatlah keadaan rumah yang damai dan rukun agar konsentrasi belajarnya tidak terpecah.

Editors' Picks

2. Luangkan waktu untuk mendampingi anak belajar

2. Luangkan waktu mendampingi anak belajar
Freepik

Kini untuk anak memiliki waktu belajar di rumah merupakan tantangan terbesar bagi orangtua.

Sedangkan upaya membantu anak agar berprestasi di sekolah ialah dengan mengajarkannya tanggung jawab, melatih kedisiplinan dan manajemen waktu. Tapi yang tak kalah penting yaitu mengadakan kegiatan belajar bersama. Luangkan waktu Mama untuk mendampingi dan terlibat di dalamnya.

Hal ini akan membuat anak merasakan dukungan sebagai sumber semangatnya.

3. Hindarilah mengomentari dan mengkritik anak

3. Hindarilah mengomentari mengkritik anak
Freepik/katemangostar

Saat anak tidak mendapat nilai ujian yang orangtua harapkan, maka hindarilah mengomentarinya. Hati-hati dalam berucap. Berteriak, memarahi dan mengibas-ngibaskan jari adalah kesalahan yang fatal.

Kalimat-kalimat kritikan terhadap nilainya bisa membuat kepercayaan diri anak jadi menurun. Bahkan ia akan merasa sebagai anak yang tidak mampu menyenangkan orangtua.

Dampak berikutnya mereka bisa tertekan dan stres. Hal ini berujung pada turunnya tingkat prestasi anak di sekolah.

4. Memberi kesempatan pada anak untuk mengikuti kursus musik

4. Memberi kesempatan pada anak mengikuti kursus musik
Freepik

Anak-anak yang terlatih secara musikal biasanya memiliki kemampuan memori kerja yang lebih baik dan akan mempertajam fungsi otaknya. Pasalnya belajar musik juga membutuhkan tingkat konsentrasi yang signifikan, yakni melatih anak memusatkan perhatian mereka untuk periode yang berkelanjutan.

Orangtua bisa mempertimbangkan untuk memberi kesempatan pada sang anak untuk mengikuti kursus musik yang sesuai dengan minat dan usianya.

Dilansir dari Learning Potential, studi dalam ilmu saraf menunjukkan bahwa kegiatan bermain musik dapat meningkatkan fungsi otak pada anak-anak.

5. Memberikan anak asupan makanan yang bergizi

5. Memberikan anak asupan makanan bergizi
Freepik/tirachardz

Makanan dengan nutrisi seimbang dan jumlah yang cukup akan menjaga daya tahan tubuh anak tetap dalam kondisi prima. Dalam upaya mendorong prestasi anak di sekolah, orangtua juga harus memberikan asupan makanan yang bergizi.

Selain sayur atau buah, susu dan ikan juga sangat penting untuk perkembangan otaknya. Apalagi ikan, di mana makanan ini merupakan sumber vitamin D dan omega 3 yang sangat baik untuk otak.

WebMD memaparkan, bahwa makanan yang anak-anak makan itu penting. Sebab makanan memengaruhi fokus dan keterampilan kognitif di masa depannya.

Dengan terbiasa melakukan kelima cara dalam mendorong anak untuk berprestasi, ia pun akan memiliki mental kompetisi yang baik. Ayo, dukung dan beri penghargaan ketika anak berprestasi.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.