Mengalami mimpi buruk tentu menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan bagi siapa pun, terutama pada remaja. Selain mengganggu kenyamanan tidur, mimpi buruk yang terjadi berulang kali dapat memengaruhi suasana hati, menurunkan konsentrasi belajar, serta mengganggu kesehatan mental secara keseluruhan. Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko memicu gangguan tidur kronis, hingga menimbulkan stres berkepanjangan jika tidak ditangani dengan tepat.
Menurut data dari American Academy of Sleep Medicine (AASM), sekitar 20 hingga 30 persen remaja dilaporkan mengalami mimpi buruk berulang, terutama saat berada dalam kondisi tekanan emosional yang tinggi.
Stres akademik, konflik sosial, perubahan hormon, hingga paparan konten digital yang intens dinilai turut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko gangguan tidur pada kelompok usia ini. Jika berlangsung terus-menerus, mimpi buruk tidak hanya mengganggu kualitas istirahat, tetapi juga dapat menghambat proses perkembangan kognitif, regulasi emosi, serta daya tahan mental remaja.
Untuk memahami informasi ini lebih lanjut, berikut ini Popmama.com telah merangkum tujuh cara efektif mengatasi mimpi buruk pada remaja yang dapat diterapkan di rumah. Disimak, ya!
