Kewajiban dan Hak Tentang Makanan, Materi Kelas 3 SD

Hak dan kewajiban harus dijalankan dengan seimbang, terutama tentang makanan

13 Oktober 2021

Kewajiban Hak Tentang Makanan, Materi Kelas 3 SD
Pexels/Ella Olsson

Hak dan kewajiban merupakan dua hal yang harus dilakukan secara beriringan. Hal ini sudah diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) sebagai sebuah aturan yang harus ditaati.

Kewajiban merupakan sesuatu hal yang harus dilakukan oleh pihak yang bertanggung jawab. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kewajiban adalah sesuatu hal yang diwajibkan, sesuatu yang diharuskan serta suatu keharusan.

Kewajiban biasanya memiliki prinsip yang dapat dituntut dengan paksa dan dilakukan oleh pihak yang memiliki kepentingan.

Berbeda dengan hak, hak adalah kekuasaan yang dilakukan untuk berbuat sesuatu, kekuasaan ini sangat berhak atas sesuatu hal atau dalam menuntut sesuatu. Hak harus didapatkan oleh setiap individu yang sudah ada semenjak dari dalam kandungan.

Hak yang didapatkan seseorang semenjak dari dalam kandungan adalah hak untuk untuk hidup serta hak untuk mendapatkan kehidupan yang layak. 

Hak dan kewajiban juga memiliki peran penting dalam kehidupan adalah hak tentang makanan. Masyarakat baik dari yang masih bayi sampai dewasa memiliki haknya untuk makan. Tidak hanya hak, namun mereka juga memiliki kewajiban terhadap makanan.

Berikut Popmama.com sudah merangkum berbagai informasi mengenai hak dan kewajiban tentang makanan yang perlu diketahui.

Editors' Picks

1. Hak tentang makanan

1. Hak tentang makanan
Pexels/cottonbro

Hak terhadap makanan terdiri dari berbagai macam, diantaranya:

  • Mendapatkan makanan yang bersih dan sehat
  • Memilih makanan yang sehat
  • Mendapatkan sarapan pagi saat sebelum berangkat sekolah
  • Mendapatkan air minum yang bersih dan sehat
  • Mendapatkan makan siang yang sehat dan juga bersih

Hak untuk makan ini sangat berkaitan dengan hidup saat sudah lahir. Tidak hanya itu, hak makanan ini juga memiliki kaitan yang erat dengan hak untuk mempunyai hidup secara layak yang sudah terdapat sedari dalam kandungan.

Agar dapat memperoleh hak-hak tersebut, tidak heran bahwa setiap manusia memiliki haknya untuk makan. Dengan memakan makanan yang sehat tentunya dapat membuat anak-anak serta orangtua mampu hidup dengan baik dan juga sehat.

2. Kewajiban seseorang terhadap makanan

2. Kewajiban seseorang terhadap makanan
Pixabay/LuidmilaKot

Setelah mengetahui hak untuk makan, maka selanjutnya yang perlu diketahui oleh anak adalah kewajiban terhadap makanan. Kewajiban tentang makanan terdiri dari berbagai macam, diantaranya:

  • Bersyukur terhadap semua makanan yang ada
  • Memakan makanan yang sudah disediakan
  • Membaca doa sebelum dan sesudah makan
  • Mengambil makanan dengan secukupnya
  • Menghabiskan semua makanan yang sudah diambil sebelumnya

Selain hak, kewajiban merupakan sebuah tindakan yang harus dilakukan karena dapat mengajarkan anak agar selalu dapat bersyukur terhadap sesuatu hal yang sudah didapatkan.

Selain itu, setiap orang juga memiliki kewajiban untuk dapat menghabiskan makanan yang sudah ia ambil. Hal ini merupakan sebuah bentuk pertanggung jawaban serta sekaligus bentuk rasa terima kasih kepada orang yang sudah membuat makanan tersebut.

3. Kebebasan dalam memilih makanan

3. Kebebasan dalam memilih makanan
Freepik/prostooleh

Mendapatkan makanan merupakan salah satu bentuk hak asasi anak terhadap makanan. Memilih makanan juga merupakan kewajiban. Namun, dalam hal ini pemberian makanan haruslah seimbang dan disesuaikan dengan gizi yang seimbang pula.

Tidak jarang orangtua sering melarang anaknya untuk mengonsumsi makanan fast food. Hal ini karena orangtua tahu bahwa anak memerlukan gizi yang seimbang dalam masa pertumbuhannya. 

Sementara fast food merupakan makanan yang tentunya dikhawatirkan dapat memberi dampak bahaya bagi sang anak.

Anak memiliki kewajiban untuk mengonsumsi buah dan sayuran guna memenuhi kebutuhan gizinya. Namun, beberapa orangtua pasti melarang anaknya apabila ia ingin mencoba memakan makanan yang tidak bergizi.

Menurut Arist Merdeka Sirait, Ketua Komnas Perlindungan Anak, mengatur dan melarang anak untuk memakan atau melakukan sesuatu hal termasuk dalam bentuk kekerasan secara psikis, terutama saat orangtua memaksakan kehendaknya.

Dengan terlalu banyak melarang tentu akan mematikan kreativitas sang anak. Hal inilah yang membuat ia menjadi takut untuk mencoba hal baru.

Seharusnya dalam hal ini, Mama dapat membiarkan anak untuk mencoba makanan yang tidak terlalu bergizi, namun tidak boleh sampai mengonsumsinya setiap hari. Hal ini tentunya karena akan berdampak pada kesehatan anak.

Nah, itulah berbagai penjelasan mengenai hak dan kewajiban tentang makanan yang perlu diketahui oleh anak mama. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.