7 Dampak Negatif Terlalu Memanjakan Anak yang Harus Mama Ketahui!

Cara menyayangi yang tepat bukan dengan memanjakan anak

26 November 2021

7 Dampak Negatif Terlalu Memanjakan Anak Harus Mama Ketahui
Pexels/Gustavo Fring

Beberapa orangtua mungkin tidak sadar kalau bentuk kasih sayang yang dicurahkan secara berlebihan seperti memanjakan anak bisa membentuk karakter negatif serta dampak buruk pada anak. Memanjakan anak boleh saja, namun tetap memiliki batas.

Ma, karakter anak itu terbentuk dari pola asuh dan didikan yang mereka terima dari orangtuanya. Tidak sedikit anak yang sifat dan kebiasaan sehari-harinya mirip sekali dengan orangtuanya atau hasil dari didikan yang kurang tepat. 

Mama mungkin berniat untuk memberikan apa yang mereka inginkan, apa yang mereka butuhkan, tapi ternyata itu bisa memberi dampak yang buruk untuk anak bahkan sampai nanti mereka tumbuh dewasa. 

Nah, di bawah ini Popmama.com rangkum beberapa dampak negatif yang bisa terjadi pada anak jika Mama terlalu memanjakan mereka. 

Apa saja ya, Ma kira-kira?

1. Terlalu dimanjakan membuat anak tidak bisa menerima penolakan

1. Terlalu dimanjakan membuat anak tidak bisa menerima penolakan
Ketut Subiyanto

Anak yang terlalu dimanja oleh orangtuanya, mereka cenderung terbiasa menerima segala sesuatu dengan mudah. Mereka tidak pernah mendapat penolakan, bahkan mungkin bisa saja mereka tidak tahu bentuk penolakan itu seperti apa. 

Mungkin Mama berniat memberinya dengan alasan supaya anak tidak merasa kurang, atau merasa nyaman. Namun di satu sisi, anak terbiasa merasakan kenyamanan yang bukan berasal dari usahanya sendiri. 

Sehingga ketika nanti ada satu momen yang tidak sesuai dengan keinginannya, mereka tidak bisa menerima dengan lapang dada. Anak merasa kecewa.

2. Tertarik dengan cara instan dan serba cepat

2. Tertarik cara instan serba cepat
Pexels/Elina Fairytale

Dampak negatif dari memanjakan anak salah satunya juga membuat anak kurang memiliki sifat berjuang. Anak hanya tertarik dengan sesuatu yang serba cepat dan kurangnya usaha untuk mendapatkan sesuatu.

Terbiasa diberi tanpa harus usaha terlebih dahulu membuat mereka terbiasa dengan cara instan. Ini tentunya tidak baik Ma jika anak terus seperti ini hingga beranjak dewasa. 

Menjalani kehidupan penuh perjuangan, manusia dilatih berusaha untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Namun jika anak tidak memiliki keinginan untuk berjuang karena selalu dimanja, ini akan menyulitkan kehidupan dewasanya nanti.

Editors' Picks

3. Anak menjadi pribadi yang mudah menyerah

3. Anak menjadi pribadi mudah menyerah
Pexels/MART PRODUCTION

Ma, Mama sebagai orangtua yang terlahir lebih dulu dari anak mama pastinya tahu bahwa untuk mencapai sesuatu dibutuhkan tekad yang kuat dan tidak mudah menyerah. 

Tapi ternyata, tanpa sadar perilaku memanjakan anak bisa membuat mereka memiliki mental yang tidak kuat. Ketika dihadapkan sesuatu mudah menyerah. Karena mereka terbiasa menjadi pribadi yang menerima, bukan pribadi yang berusaha dan memberi. 

Mama perlu mengurangi memanjakan anak jika Mama ingin mereka tumbuh dan berkembang dengan memiliki mental kuat. Ajarkan mereka untuk bagaimana caranya mendapatkan sesuatu dengan usahanya, supaya tercipta pribadi yang tidak mudah menyerah. 

4. Selalu bergantung pada orang lain

4. Selalu bergantung orang lain
Pexels/RODNAE Productions

Dari kecil, anak tahu bahwa dimanjakan oleh orangtuanya membuat ia merasa aman. Ia banyak bergantung pada orang lain sekecil apapun karena pada dirinya sudah tertanam kalau semua perhatian tertuju padanya. 

Mungkin ketika anak masih kecil, bergantung pada Mama dan Papa atau orang sekitar masih dianggap wajar. Lalu bagaimana ketika nanti mereka tumbuh dewasa, Ma?

Anak setidaknya harus mampu untuk mengatasi masalahnya sendiri ketika sudah dewasa, untuk itu dari kecil mereka harus dilatih mandiri. Pelan-pelan Mama bisa ajarkan mereka mandiri. Seperti halnya meletakan sepatu di tempatnya, merapikan tempat tidur jika mereka sudah memiliki kamar sendiri. 

Didikan seperti ini bisa memberi efek positif pada anak untuk terbiasa tidak bergantung dengan orang lain. 

5. Anak memiliki sifat manipulatif

5. Anak memiliki sifat manipulatif
Pexels/Ketut Subiyanto

Sering dimanjakan membuat anak jadi kurang tahu bagaimana caranya mendapatkan sesuatu dengan cara yang baik. Mereka akan melakukan berbagai cara negatif untuk mendapatkannya.

Anak yang dimanja tidak tahu bagaimana mengekspresikan diri selain dengan perilaku yang negatif. Terbiasa selalu dituruti, mereka akan menjadi anak yang pintar memanipuli untuk mendapatkan sesuatu. 

Ma, manipulatif ini tidak hanya ia lakukan ke Mama dan Papa saja. Bisa jadi ketika beranjak dewasa mereka akan seperti itu. Menggunakan cara negatif serta manipulatif agar dengan mudah mendapatkan apa yang diinginkan. 

6. Tidak memiliki rasa tanggung jawab

6. Tidak memiliki rasa tanggung jawab
Pexels/Ivan Samkov


Kebiasaan orangtua yang selalu memberikan dan menuruti keinginan anak,  membuat anak menjadi pribadi yang kurang bertanggung jawab. Anak merasa selalu ada yang mengatasi segala keinginannya. 

Dampak buruk ini tentunya akan berpengaruh untuk anak. Sebagai orangtua, Mama perlu mengurangi sikap memanjakan anak secara berlebihan ya, Ma. Semua sesuai porsinya. Apalagi kalau anak mama masih kecil, karakternya akan terbentuk dari bagaimana Mama mendidiknya. 

7. Sulit mengembangangkan kemampuannya

7. Sulit mengembangangkan kemampuannya
Pexels/August de Richelieu

Dampak negatif lainnya untuk anak yang selalu dimanjakan ialah anak akan sulit mengembangkan kemampuannya, bahkan lambat mengetahui kekurangan dan kelebihannya. 

Terbiasa dilayani segala sesuatunya membuat anak tidak tertantang untuk mengembangkan kemampuannya. Anak merasa nyaman dengan kondisi yang didapatkannya. 

Ma, saat kecil menjadi usia yang tepat untuk Mama tahu dan mengeksplor perkembangannya. Mengetahui kekurangan dan kelebihannya, namun sepertinya itu tidak bisa dilakukan jika Mama lebih memilih untuk memanjakannya. 

Itulah tadi beberapa dampak negatif terlalu memanjakan anak. Bukan Mama tidak boleh memberikan sesuatu pada anak, tapi alangkah baiknya untuk jangan berlebihan ya, Ma. 

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.