Benarkah Belajar Berenang Sejak Dini Bikin Anak Sehat? Ini Faktanya!

Mumpung hari Minggu nih, ajak anak mama belajar berenang agar ia dapat manfaatnya

9 Februari 2020

Benarkah Belajar Berenang Sejak Dini Bikin Anak Sehat Ini Faktanya
Unsplash/leorivasmicoud

Keberadaan waterboom dan waterpark kini makin menjamur. Sasaran utama para pengelola adalah keluarga. Banyak wahana seru ditawarkan, dan hampir kesemuanya bisa dimainkan oleh balita hingga dewasa. Bisnis ini agaknya menjanjikan karena semua orang pasti doyan main air.

Nah, mumpung hari Minggu, bolehlah Mama ajak bermain di wahana seru ini. 

Terlepas dari bersenang-senang main air, berenang memang memiliki segudang manfaat baik bagi kesehatan tubuh. Tidak heran banyak orangtua yang mengajarkan pada anaknya sejak masih bayi. Biasanya diawali dengan membawa bayi ke baby spa, di mana tersedia kolam kecil untuk bayi berenang.

Mama tertarik mengajarkan renang pada anak sejak dini?

Makin rutin berenang katanya bikin enggak gampang sakit lho! Benar tidak?

Simak penjelasanPopmama.com di bawah ini.

Fakta 1: Berenang baik untuk koordinasi otak dan jantung

Fakta 1 Berenang baik koordinasi otak jantung
Pxhere

Renang adalah olah raga kardiovaskular yang baik.

Saat berenang, denyut jantung kita meningkat dan aliran darah semakin lancar. Latihan mengatur pernapasan baik untuk menjaga kelenturan otot-otot organ dalam. Selain itu, gerakan koordinasi antara tangan dan kaki juga tak kalah baiknya dalam melatih kerja otot.

Gerakan berpola yang dilakukan saat berenang membutuhkan koordinasi dari kedua sisi tubuh, kanan dan kiri. Kegiatan ini mengaktifkan saraf-saraf di otak terutama yang berada dalam corpus callosum. Bagian otak yang satu ini mengatur komunikasi, respons terhadap rangsangan, dan interaksi antar bagian otak.

Fakta 2: Berenang bikin tubuh anak selalu bugar

Fakta 2 Berenang bikin tubuh anak selalu bugar
Pxhere

Anak yang dibiasakan berolahraga dan aktif bergerak sejak dini, memiliki tubuh yang lebih bugar. Ia akan merasa kurang nyaman jika tidak berolah raga selama beberapa hari.

Dibanding duduk atau tiduran santai sambil bermain gadget, ia lebih memilih untuk menggerakkan tubuhnya. Jadi Mama tak perlu lagi memaksanya beranjak dari sofa dan meninggalkan sejenak gadget-nya.

Fakta 3: Berenang melatih fokus sejak dini

Fakta 3 Berenang melatih fokus sejak dini
Pixabay/pexels
Aku ingin berenang dengan aman, Ma.

Dari segi kesehatan mental, berenang bisa melatih fokus anak sejak dini. Ia harus mengatur gerak tangan, kaki, dan tubuhnya secara fokus untuk mencapai titik akhir.

Sedikit saja konsentrasinya buyar, koordinasi geraknya menjadi tidak padu. Akibat tidak fokus, anak bisa tenggelam atau menelan air. Dengan mengalaminya sekali, anak akan mengerti bahwa fokus dan konsentrasi sangat penting sehingga mereka semakin terlatih.

Editors' Picks

Fakta 4: Berenang melatih mental anak sehingga tidak gelisah

Fakta 4 Berenang melatih mental anak sehingga tidak gelisah
wikimedia.org

Meski terlihat sebagai olah raga menyenangkan, berenang juga menguras banyak energi. Hal ini baik untuk menyalurkan emosi anak.

Ketika anak dalam kondisi berenergi penuh tapi tidak diimbangi dengan aktivitas sepadan, ia cenderung rewel dan gelisah. Menyalurkan energi dengan positif, membuat anak lebih sehat secara mental dan emosi. Bagus kan, Ma?

Fakta 5: Berenang meningkatkan kualitas tidur dan makan anak

Fakta 5 Berenang meningkatkan kualitas tidur makan anak
Pexels/Sam K

Berenang juga bisa meningkatkan kualitas tidur anak. Tubuhnya yang lelah setelah berenang di sore hari, membuatnya tidur lebih awal dan nyenyak.

Gak perlu lagi ribut-ribut menyuruh si Anak tidur, karena ia akan beristirahat dengan sendirinya untuk memulihkan stamina.

Tidak hanya itu, karena energinya terpakai, anak bisa lebih lapar daripada biasanya dan nafsu makannya meningkat pesat. Wow!

Fakta 6: Latihan berenang mengajarkan anak disiplin dan tanggung jawab

Fakta 6 Latihan berenang mengajarkan anak disiplin tanggung jawab
pixabay.com

Sebelum pergi ke kolam renang, Mama bisa mengajarkan anak menyiapkan perlengkapannya. Ada latihan tanggung jawab, sosialisasi, dan disiplin disini.

Ajarkan juga bagaimana menyiapkan perlengkapan berenangnya, menyimpan di loker, lalu memisahkan baju basah setelah selesai.

Mama bisa juga mengikutkan si Anak di tempat kursus berenang. Ia tak hanya berolahraga, tapi juga mendapat kesempatan untuk bersosialisasi dengan peserta lainnya dan belajar memahami instruksi dari pelatih.

Hmm, siapa tahu ia juga bisa ikut kompetisi renang. Juara!

Baca juga: Cara Melatih Anak Mengerti Menjaga Diri dan Keselamatan di Kolam Renang

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.