Banyak Disensor, Bolehkah Ajak Anak Menonton “Mortal Kombat 2021”?

Film “Mortal Kombat 2021” telah disensor habis-habisan oleh LSF

17 April 2021

Banyak Disensor, Bolehkah Ajak Anak Menonton “Mortal Kombat 2021”
cinemags.co.id

“Mortal Kombat 2021” dikabarkan telah disensor habis-habisan oleh Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia. Rating R yang dilabelkan rupanya tak membuat film ini lolos tanpa disensor.

Film yang dibintangi oleh Joe Taslim sebagai tokoh antagonis Sub-Zero ini sejak awal memang dikabarkan penuh adegan aksi yang brutal dan sadis.

Namun, bagi banyak pecinta film lawas ini justru itulah daya tarik utamanya.

Penayangan film tersebut di Indonesia sudah dinanti-nanti oleh masyarakat, terutama penggemar video game “Mortal Kombat”.

Banyaknya sensor yang diberikan pada film ini membuat masyarakat kecewa.

Tayang di Indonesia setelah banyak disensor, bolehkah ajak anak nonton film Mortal Kombat 2021?

Lebih lanjut, Popmama.com bahas di bawah ini.

Editors' Picks

1. Mengapa film “Mortal Kombat 2021” disensor?

1. Mengapa film “Mortal Kombat 2021” disensor
cinemags.co.id

Film “Mortal Kombat 2021” berkisah tentang petarung MMA Cole Young yang diburu oleh Sub-Zero, seorang Cryomancer dunia lain sekaligus prajurit terbaik Kaisar Dunia Luar Shang Tsung. Film ini diadaptasi dari video game “Mortal Kombat” yang populer beberapa tahun lalu.

Baik versi game maupun film, Mortal Kombat dipenuhi pertarungan antar karakternya yang dikemas dalam turnamen gaya bebas di semesta tersebut. Mortal Kombat juga memiliki ciri khas berupa fatality. Tak heran jika banyak adegan berdarah.

LSF dalam lamannya menyatakan bahwa film “Mortal Kombat 2021” akan tayang dengan durasi 110 menit dan rating 17+. Mereka berpendapat bahwa adegan kekerasan di sepanjang film ini tetap terlalu intens, walaupun sudah disensor habis-habisan.

2. Bagaimana reaksi masyarakat?

2. Bagaimana reaksi masyarakat
cinemags.co.id

Karena menampilkan banyak kekerasan, bahasa kasar, darah, dan hal vulgar lainnya, pihak Motion Picture Association of America (MPAA) memberi rating R atau Restricted pada film ini.

Walaupun sudah diberi rating R, nyatanya film tersebut tetap tak bisa lolos tanpa sensor. Banyak bagian telah dipotong oleh LSF.

Hal ini membuat masyarakat Indonesia, terutama penggemar film ini, merasa kecewa karena tak dapat menonton konten tersebut secara orisinil.

Kehilangan orisinalitas pada film “Mortal Kombat 2021” membuat banyak orang mengajukan komplain ke akun media sosial LSF. Mereka menilai sensor yang LSF lakukan sudah kelewatan. Plot film rusak dan jalan ceritanya terganggu akibat pemotongan tersebut.

Sekian detik yang dipotong telah membuat sebagian besar adegan krusial dalam film ini hilang. Padahal, daya tarik utama film tersebut berada di unsur adegan berdarah tersebut.

3. Mengapa rating pada film perlu ditaati?

3. Mengapa rating film perlu ditaati
cinemags.co.id

Perlu digarisbawahi bahwa film “Mortal Kombat 2021” memiliki rating 17+. Rating ini tidak diberikan dengan sembarangan. Seperti yang telah dijelaskan di atas, film tersebut menampilkan adegan kekerasan yang terlalu intens.

Konten kekerasan dapat menimbulkan trauma pada anak. Mereka bisa merasa gelisah dan ketakutan bahkan menangis melihat kekerasan di depannya.

Film dengan rating dewasa juga dapat memengaruhi pola perilaku anak. Riset National Institute on Alcohol and Alcoholism menyatakan bahwa risiko anak mengonsumsi alkohol meningkat dengan menonton film yang memiliki rating R.

Hal ini berkaitan dengan sensasi untuk mencari pengalaman berisiko seperti yang ada dalam konten dewasa yang ia saksikan, sedangkan alkohol dapat menjadi sebuah perwujudan untuk merasakan sensasi tersebut.

Begitu pula dengan kecenderungan merokok di bawah umur.

Selain itu, konten kekerasan dapat membuat pikiran, emosi, dan perilaku agresif meningkat. Intinya, film dengan rating 17+ memberikan banyak efek negatif pada anak.

Oleh karena itu, taatilah peringatan rating tersebut. Pertimbangkan kembali jika Mama hendak mengajak anak di bawah umur untuk menonton film yang telah dilabeli untuk dewasa atau 17+.

Memang orangtua sulit membatasi apa yang anak tonton dan lakukan. Namun, yang pasti jangan mengajak anak menonton film yang tidak tepat sasaran secara sengaja.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.