Belakangan ini, tren blind box dan lucky scoop semakin populer di kalangan anak-anak dan remaja. Jika blind box biasanya berisi mainan atau koleksi misterius dalam kemasan tertutup, lucky scoop menawarkan pengalaman serupa melalui video media sosial. Pembeli tidak tahu barang apa yang akan didapat sampai pesanan diambil dan dikemas oleh penjual.
Banyak anak menyukai tren ini karena menghadirkan unsur kejutan yang menyenangkan. Namun, para ahli mengingatkan bahwa konsep tersebut juga memiliki unsur ketidakpastian yang mirip dengan mekanisme permainan berbasis keberuntungan.
Bukan berarti Mama harus langsung melarang anak mengikutinya. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hobi ini tetap sehat dan tidak berkembang menjadi kebiasaan yang kurang baik.
