Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
30 Hari Meal Plan untuk Buka Puasa Anak Usia 6-9 Tahun, Lezat Bergizi
Freepik
  • Artikel menghadirkan inspirasi meal plan 30 hari untuk buka puasa anak usia 6–9 tahun, dengan menu lezat dan bergizi yang mudah dibuat di rumah.
  • Setiap menu dirancang seimbang, mengandung karbohidrat, protein, sayur, dan buah untuk membantu pemulihan energi serta mendukung tumbuh kembang anak selama Ramadan.
  • Tersedia juga tips memilih makanan berbuka yang tepat bagi anak, mulai dari porsi ringan, keseimbangan nutrisi, hingga pentingnya menjaga asupan cairan dan membatasi makanan manis berlebihan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bulan Ramadan selalu menjadi momen spesial bagi keluarga, termasuk untuk anak-anak yang mulai belajar berpuasa. Pada usia 6–9 tahun, si Kecil umumnya sudah mampu menjalani puasa setengah hari hingga penuh, sehingga kebutuhan energi dan nutrisinya saat berbuka perlu diperhatikan dengan baik. 

Menu buka puasa bukan hanya soal mengenyangkan, tetapi juga harus mampu mengembalikan energi, menjaga hidrasi, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Agar Mama tidak bingung menentukan menu setiap hari, menyiapkan meal plan bisa menjadi solusi praktis sekaligus menyenangkan. 

Nah, berikut Popmama.com rangkum inspirasi 30 hari meal plan buka puasa untuk anak usia 6–9 tahun yang lezat, bergizi, dan mudah dibuat di rumah.

Meal Plan Buka Puasa Anak Usia 6–9 Tahun untuk Hari 1–10

Pexels/Vitaliy Haiduk

Hari 1: Nasi + ayam kecap + tumis buncis wortel
Menu ini memberikan kombinasi karbohidrat dari nasi sebagai sumber energi utama, protein hewani dari ayam untuk membantu perbaikan jaringan tubuh, serta vitamin A dan serat dari sayur yang mendukung kesehatan pencernaan anak setelah seharian berpuasa.

Hari 2: Sup ayam kentang + nasi + potongan pepaya
Sup ayam hangat mudah dicerna dan membantu menghidrasi tubuh, sementara kentang memberi tambahan karbohidrat kompleks. Pepaya kaya serat dan enzim papain yang membantu pencernaan tetap nyaman saat berbuka.

Hari 3: Nasi + ikan goreng tepung + capcay sayur
Ikan merupakan sumber protein dan omega-3 yang baik untuk perkembangan otak anak. Capcay menghadirkan beragam sayuran dengan vitamin dan mineral yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Hari 4: Nasi + telur dadar sayur + sop jagung
Telur menyediakan protein lengkap dan kolin yang penting bagi fungsi otak, sedangkan jagung mengandung karbohidrat serta antioksidan lutein yang baik untuk kesehatan mata anak.

Hari 5: Nasi + ayam teriyaki + tumis brokoli
Ayam teriyaki memberi protein untuk pertumbuhan, sementara brokoli kaya vitamin C, serat, dan kalsium yang membantu menjaga imunitas sekaligus mendukung kesehatan tulang.

Hari 6: Nasi + perkedel kentang + sayur bayam bening
Perkedel menjadi sumber energi tambahan dari kentang, sedangkan bayam kaya zat besi dan folat yang penting untuk pembentukan sel darah merah agar anak tidak mudah lelah.

Hari 7: Nasi + ikan kuah kuning + timun tomat
Kuah ikan yang ringan membantu memenuhi kebutuhan cairan, sementara ikan mengandung protein dan asam lemak sehat. Lalapan timun tomat memberi vitamin serta sensasi segar saat berbuka.

Hari 8: Nasi + ayam goreng + tumis sawi putih
Ayam goreng menjadi favorit anak sekaligus sumber protein, sementara sawi putih menyediakan serat, vitamin C, dan antioksidan yang membantu menjaga kesehatan pencernaan.

Hari 9: Nasi + bakso kuah + wortel rebus
Bakso kuah hangat membantu mengembalikan cairan tubuh, sedangkan wortel memberi beta karoten yang penting untuk kesehatan mata serta daya tahan tubuh anak.

Hari 10: Nasi + nugget ayam homemade + salad buah yogurt
Nugget homemade lebih terkontrol gizinya dan menjadi sumber protein. Untuk dessert, ada salad buah dengan yogurt memberikan vitamin, kalsium, dan probiotik yang baik bagi kesehatan usus.

Meal Plan Buka Puasa Anak Usia 6–9 Tahun untuk Hari 11–20

Pexels/Low and Slow Life

Hari 11: Nasi + ayam bakar madu + tumis kangkung
Ayam bakar madu menawarkan protein dengan rasa manis alami yang disukai anak. Tambahkan tumis kangkung yang mengandung zat besi dan serat untuk membantu menjaga energi serta kesehatan pencernaan.

Hari 12: Nasi + ikan saus asam manis + jagung rebus
Ikan kaya protein dan omega-3, tambahkan dengan saus asam manis untuk meningkatkan selera makan anak. Mama juga bisa menyediakan jagung rebus untuk menambah asupan karbohidrat dan serat, sehingga anak merasa kenyang lebih lama.

Hari 13: Mi kuah ayam sayur + telur rebus
Mi kuah dapat memberikan energi cepat setelah puasa, kemudian tambahan ayam, telur, dan sayur membuat menu ini tetap seimbang dengan protein serta vitamin yang dibutuhkan tubuh.

Hari 14: Nasi + tempe orek + sayur lodeh labu
Tempe merupakan protein nabati tinggi serat dan probiotik alami, lalu ada lodeh labu yang memberikan vitamin A dan cairan untuk membantu proses hidrasi saat berbuka.

Hari 15: Nasi + ayam popcorn + sup wortel kentang
Ayam popcorn bertekstur renyah dapat menjadi sumper protein hewani. Tambahkan dengan sup sayur berisi wortel dan kentang yang dapat membantu tubuh kembali segar setelah seharian berpuasa.

Hari 16: Nasi + telur balado manis + tumis kacang panjang
Bukan rahasia lagi bahwa telur mampu memberi protein dan lemak sehat. Untuk sayurannya, Mama bisa menyediakan kacang panjang kaya serat serta vitamin B yang berperan dalam produksi energi dan metabolisme tubuh.

Hari 17: Nasi + ikan bakar + sayur bening bayam jagung
Ikan bakar dapat menjadi sumber protein rendah lemak, sementara bayam dan jagung memberikan zat besi, vitamin, dan antioksidan yang mendukung kesehatan darah serta daya tahan tubuh.

Hari 18: Nasi + ayam saus tiram + brokoli wortel tumis
Ayam saus tiram mampu memberi protein dengan rasa gurih. Tambahkan dengan brokoli dan wortel yang menyediakan vitamin A, C, serta serat untuk membantu pertumbuhan dan kesehatan pencernaan.

Hari 19: Bubur ayam + telur puyuh + jeruk manis
Jika anak ingin berbuka dengan menu ringan, Mama dapat menyiapkan bubur ayam yang dipercaya dapat memberikan energi dan protein. Hidangkan pula jeruk manis untuk menambah vitamin C dalam tubuh anak demi meningkatkan imunitas.

Hari 20: Nasi + sate ayam + sup bening sayur
Sate ayam menyediakan protein yang mendukung pembentukan otot, sementara sup bening sayur membantu hidrasi serta memberi vitamin dan mineral penting bagi tubuh anak.

Meal Plan Buka Puasa Anak Usia 6–9 Tahun untuk Hari 21–30

Freepik/chandlervid85

Hari 21: Nasi + ayam semur + tumis kol wortel
Semur ayam bisa memberikan protein dengan kuah manis gurih yang menggugah selera, tambahkan dengan tumis kol dan wortel karena kaya serat serta vitamin yang mendukung kesehatan usus.

Hari 22: Nasi + ayam goreng mentega + lalap
Ayam goreng mentega menjadi sumber protein dan energi. Jangan lupa untuk menyediakan lalapan segar demi membantu menambah asupan serat, vitamin, serta memberi sensasi segar setelah berbuka.

Hari 23: Nasi + ikan crispy + sup makaroni sayur
Ikan crispy mampu memberi protein dan omega-3, sementara sup makaroni sayur menyediakan karbohidrat tambahan serta vitamin yang membantu tubuh kembali bertenaga.

Hari 24: Nasi + tahu telur saus kecap + tumis bayam
Tahu dan telur menghadirkan kombinasi protein nabati dan hewani. Padukan dengan bayam kaya zat besi dan folat yang penting untuk mencegah anak mudah lelah.

Hari 25: Nasi + ayam katsu + salad sayur
Ayam katsu menjadi sumber protein yang disukai anak. Untuk menu sayurnya, Mama bisa menghidangkan salad sayur karena dikenal memberi vitamin, serat, dan antioksidan yang membantu menjaga keseimbangan nutrisi.

Hari 26: Nasi + ikan kuah tomat + tumis sawi hijau
Kuah tomat dapat memberikan rasa segar sekaligus vitamin C, sementara ikan dan sawi hijau menyediakan protein, kalsium, serta serat untuk pertumbuhan anak.

Hari 27: Nasi + omelete keju + sup brokoli
Omelete keju bisa jadi andalan selanjutnya karena kaya protein dan kalsium untuk kesehatan tulang. Padukan dengan sup brokoli untuk memberikan vitamin C dan serat yang mendukung daya tahan tubuh.

Hari 28: Nasi + ayam rica manis + jagung tumis
Ayam rica manis menghadirkan protein dengan rasa ringan yang cocok untuk anak, sedangkan jagung memberi energi dan antioksidan yang baik untuk kesehatan mata.

Hari 29: Nasi + bakso saus tomat + capcay kuah
Bakso menjadi sumber protein dan energi. Hidangkan dengan capcay kuah berisi berbagai sayuran yang memberikan vitamin, mineral, serta cairan tambahan saat berbuka.

Hari 30: Nasi + ayam panggang + sup buah dingin
Ayam panggang menyediakan protein rendah lemak yang membantu pemulihan energi. Sajikan sup buah dingin karena dapat memberi vitamin, cairan, dan rasa manis alami sebagai penutup buka puasa yang menyegarkan.

Tips Memilih Buka Puasa untuk Anak

Freepik

Memilih menu buka puasa untuk anak tidak bisa sembarangan, terutama karena tubuh mereka baru saja menahan lapar dan haus selama beberapa jam. 

Agar energi kembali optimal sekaligus tetap mendukung tumbuh kembang, Mama perlu memperhatikan keseimbangan nutrisi, tekstur makanan, hingga porsi yang diberikan. 

Berikut beberapa tips memilih menu buka puasa untuk anak yang bisa diterapkan di rumah:

1. Awali dengan makanan ringan yang mudah dicerna

Setelah berpuasa, sistem pencernaan anak perlu beradaptasi kembali. Mama bisa memulai dengan makanan ringan seperti buah potong, puding susu, atau sup hangat agar perut tidak ‘kaget’ sebelum masuk ke makanan utama.

2. Prioritaskan sumber karbohidrat sebagai energi

Karbohidrat membantu mengembalikan energi anak dengan cepat. Pilih sumber karbohidrat yang mengenyangkan seperti nasi, kentang, roti, atau pasta agar anak kembali aktif tanpa mudah lemas.

3. Tambahkan protein untuk pertumbuhan

Protein penting untuk memperbaiki jaringan tubuh dan mendukung pertumbuhan anak. Mama bisa memilih ayam, ikan, telur, tahu, tempe, atau olahan daging sebagai lauk utama saat berbuka.

4. Jangan lupakan sayur dan buah

Sayur dan buah menyediakan vitamin, mineral, serta serat yang membantu daya tahan tubuh dan kesehatan pencernaan. Kombinasikan sayur dalam lauk atau sup, serta sajikan buah sebagai hidangan pembuka atau penutup.

5. Pilih makanan dengan rasa yang familiar bagi anak

Anak cenderung lebih lahap saat disajikan menu favoritnya. Mama bisa memodifikasi makanan kesukaan anak menjadi versi lebih sehat, misalnya nugget homemade atau ayam katsu dengan tambahan sayur.

6. Perhatikan kecukupan cairan

Dehidrasi bisa terjadi setelah puasa, sehingga penting memastikan anak minum cukup air. Biasakan pola minum bertahap mulai dari berbuka, setelah makan, hingga sebelum tidur.

7. Batasi makanan terlalu manis dan gorengan berlebihan

Makanan manis dan gorengan memang menggoda, tetapi konsumsi berlebihan dapat membuat anak cepat kenyang tanpa nutrisi cukup. Sajikan secukupnya sebagai selingan, bukan menu utama.

Nah, itu dia 30 hari meal plan buka puasa untuk anak usia 6–9 tahun yang bisa jadi referensi. Semoga bisa diterapkan di rumah ya, Ma.

FAQ Buka Puasa Anak Usia 6–9 Tahun

1. Apa makanan terbaik untuk mengawali buka puasa anak?

Makanan terbaik untuk mengawali buka puasa anak adalah yang ringan dan mudah dicerna, seperti buah potong, kurma, puding, atau sup hangat. Jenis makanan ini membantu tubuh beradaptasi setelah puasa sekaligus mengembalikan energi secara bertahap tanpa membuat perut terasa penuh.

2. Apakah anak perlu makan besar saat langsung berbuka?

Tidak harus. Anak sebaiknya berbuka dengan makanan ringan terlebih dahulu, lalu dilanjutkan makan utama setelah salat magrib atau jeda sekitar 20–30 menit. Pola ini membantu pencernaan bekerja lebih nyaman dan mencegah anak merasa begah.

3. Berapa porsi makan buka puasa yang ideal untuk anak usia 6–9 tahun?

Porsi makan ideal menyesuaikan kebutuhan dan nafsu makan anak. Mama bisa memulai dengan porsi kecil berisi karbohidrat, protein, dan sayur, lalu menambah jika anak masih lapar. Prinsipnya adalah cukup, seimbang, dan tidak berlebihan.

4. Minuman apa yang paling baik untuk anak saat berbuka?

Air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk menghidrasi tubuh anak. Selain itu, Mama bisa memberikan susu, infused water, atau jus buah tanpa tambahan gula sebagai variasi minuman sehat.

Editorial Team