7 Cara Membuat Anak Tenang Ketika Orangtua Alami Perceraian

Sering tanpa disadari, anak memiliki banyak pikiran ketika orangtuanya alami perceraian

18 Oktober 2021

7 Cara Membuat Anak Tenang Ketika Orangtua Alami Perceraian
Freepik/Gpointstudio

Perceraian adalah hal yang sangat dihindari oleh para orangtua, karena ini bisa berdampak pada siapapun, termasuk pada anak-anak. Namun, ketika sebuah kondisi dan situasi tak dapat dikendalikan lagi, terkadang perceraian menjadi solusi yang dipilih.

Ketika orangtua berada di tahap awal perceraian, kedua pihak memiliki banyak pertimbangan, seperti perlu memikirkan jadwal pengasuhan bersama, kemungkinan pengaturan hidup, dan banyak lagi.

Sayangnya tanpa disadari, anak juga memiliki banyak hal yang dipikirkan, dan ia mungkin tak memiliki kata-kata untuk memberi tahu bagaimana perasaannya.

Hal ini dapat membuatnya mengalami kesulitan dengan proses perpisahan dengan salah satu orangtua.

Jika itu masalah yang terjadi pada anak mama, cobalah tujuh teknik menenangkan yang telah Popmama.com rangkum berikut ini cara membuat anak tenang ketika orangtua alami proses perceraian.

1. Bicarakan dengan anak tentang emosi yang dirasakan

1. Bicarakan anak tentang emosi dirasakan
Freepik/Racool-studio

Perceraian tidak pernah mudah bagi siapa pun yang terlibat, terutama anak-anak. Sayangnya, sulit untuk mengetahui apa yang menyebabkan anak mengalami kesulitan dengan perceraian jika Mama tidak membicarakannya.

Dilansir dari Very Well Family, cobalah untuk memulai dialog dengan anak sebelum mencoba hal lain. Saat Mama pertama kali menyadari anak sedang berjuang, tanyakan apakah emosi apa yang ia rasakan dan apa yang paling mengkhawatirkannya tentang perceraian.

Jika anak khawatir tentang hal yang tidak diketahui, Mama dapat meredakan ketakutannya dengan memberi tahu seperti apa kehidupan baru anak nantinya. Seperti perceraian ini tidak mengurangi rasa kasih sayang dan perhatian dari kedua orangtua.

Jika anak kesal karena akan sulit menghabiskan waktu dengan orangtua yang akan berpisah rumah, beri tahu anak bahwa ia bisa kapan saja bertemu dan bersemangat ketika bermain ke rumahnya suatu hari nanti.

Namun, jika anak mengkhawatirkan Mama, beri tahu bagaimana Mama mampu menangani perceraian ini dan berikan mereka informasi yang cukup untuk meredakan kekhawatirannya.

Dalam banyak kasus, mempelajari apa yang ada dalam pikiran anak dan mengatasi kekhawatirannya akan membantunya merasa jauh lebih baik.

2. Tanyakan apa yang anak butuhkan

2. Tanyakan apa anak butuhkan
parenting.firstcry.com
Ilustrasi

Memahami mengapa anak kesulitan seringkali menjadi cara untuk membantunya lebih lanjut. Namun tak jarang sulit bagi orangtua untuk mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan anak saat ini.

Dilansir dari Kids Health, dalam kasus ini, cara yang terbaik adalah dengan bertanya kepada anak bagaimana Mama dapat membantu atau mendukungnya.

Saat Mama bertanya, usahakan pertanyaannya tetap terbuka, artinya katakanlah, "Apa yang akan membantumu merasa lebih baik saat ini?" Selama permintaan itu masuk akal, cobalah untuk mewujudkannya sebaik mungkin.

Namun jika anak tidak yakin apa yang akan membantunya, Mama selalu dapat menawarkan beberapa saran, dan biarkan anak memilih keputusannya sendiri.

Editors' Picks

3. Menunjukkan ketenangan ketika bersama anak

3. Menunjukkan ketenangan ketika bersama anak
Freepik/karlyukav

Ketika anak-anak menjadi khawatir atau kesal, perasaan ini dapat dengan mudah berubah menjadi kehancuran emosional.

Anak bahkan mungkin menjadi sangat marah sehingga tidak ingat apa yang membuatnya merasa kesal, dan diusianya yang masih belia, anak mungkin tidak akan tahu bagaimana menenangkan diri dari keadaan seperti itu.

Dilansir dari Child Mind Institute, penting bagi orangtua yang bercerai untuk memberikan contoh ketenangan ketika bersama anak. Anak cenderung merasa tidak terlalu khawatir jika ia melihat Mama tetap tenang dan merasa bahwa Mama dapat menangani berbagai hal dengan baik.

Demikian pula, anak cenderung tidak marah dengan salah satu atau kedua orangtua jika ia melihat Mama dapat mengasuh bersama tanpa konflik, dan mengelola kehidupan baru ini dengan normal bersama-sama.

Jika anak kesulitan mengatur emosinya, Mama dapat mengambil langkah lebih jauh dan mengajari anak teknik menenangkan seperti pernapasan atau meditasi. Teknik ini dapat memberikannya kekuatan untuk menenangkan diri, saat merasakan emosi mulai meningkat.

4. Lakukan hal-hal menyenangkan yang anak sukai

4. Lakukan hal-hal menyenangkan anak sukai
Freepik/prostooleh

Sama seperti orang dewasa, anak-anak dapat terjebak dalam pikiran mereka dari waktu ke waktu, dan ini menciptakan lingkaran setan dan ledakan emosi saat anak terus memikirkan detail kecil.

Ketika ini terjadi, anak membutuhkan orangtuanya untuk memutuskan siklus pemikiran internal sehingga ia bisa tenang. Bagaimana Mama dapat membantunya?

Yaitu dengan mengalihkan perhatiannya dengan sesuatu yang menyenangkan, atau sesuatu yang sangat anak nikmati.

Ini dapat mencakup aktivitas atau permainan, berjalan-jalan ke taman bermain, atau bahkan hanya memberikan camilan susu dan kue, apa pun yang membuat anak bahagia. Dalam banyak kasus, aktivitas cepat ini cukup untuk membuat anak sadar dan kembali normal.

5. Diskusikan apa yang jadi keraguan dalam pikiran anak

5. Diskusikan apa jadi keraguan dalam pikiran anak
Freepik/Etonastenka

Bagi banyak anak, perceraian itu sulit karena penuh dengan ketidakpastian. Namun, Mama dapat dengan mudah menjernihkan pertanyaan atau keraguan apa pun yang dimiliki anak hanya dengan mendiskusikan detailnya.

Mama dapat menjelaskan kepada anak bagaimana situasi kehidupan barunya akan berjalan, dan memberi tahu apa yang bisa anak harapkan dari hari ke hari.

Ketika harus terpisah dengan salah satu orangtua, beri tahu bahwa anak bisa pergi untuk tinggal bersama orangtuanya. Mama dapat menjelaskan berapa anak akan menghabiskan waktu di sana dan apa yang akan dapat dilakukan.

Semua detail ini akan membantu anak mengisi kekosongan dalam pikirannya. Demikian pula, Mama juga dapat bertanya apa yang paling mengganggunya, dan Mama kemudian dapat menjawab pertanyaan tersebut sehingga semua orang berada di pemahaman yang sama.

6. Hindari terlalu bersikap detail dan bicaralah dengan jujur

6. Hindari terlalu bersikap detail bicaralah jujur
Pexels/Ketut Subiyanto

Melanjutkan dari poin di atas, memang penting untuk jujur ​​dengan anak-anak apa yang terjadi, tetapi tanpa bersikap kritis terhadap mantan pasangan. Ini bisa sangat sulit ketika ada peristiwa yang menyakitkan, seperti perselingkuhan, kekerasan, dan lain-lain.

Tetapi sebagai orangtua penting untuk menunjukkan sedikit diplomasi, artinya Mama perlu menghindari permainan menyalahkan. Hal ini dapat membuat anak mengembangkan rasa dendam kepada salah satu orangtua.

Atau ketika anak merasa alasannya tidak sesuai, maka ia bisa bertanya-tanya, penuh keraguan, atau mengembangkan rasa tidak percaya. 

Secara umum, hindari terlalu banyak detail dan jelaskan dengan bahasa yang sederhana. Mama juga bisa memberi tahunya tentang perubahan dalam pengaturan hidup, sekolah, atau aktivitas lainnya.

Namun yang paling penting, adalah tetap jujur. Seberapa banyak atau sedikit detail yang diberikan, ingatlah bahwa informasi itu harus jujur di atas segalanya.

7. Menunjukkan rasa kasih sayang pada anak

7. Menunjukkan rasa kasih sayang anak
Freepik

Sebagian besar waktu, cinta adalah apa yang paling dibutuhkan anak-anak selama perceraian.

Dilansir daria HelpGuide, faktanya anak-anak dapat menyembuhkan dan mengatasi tekanan emosional dengan sangat baik ketika mereka diberi cinta dan dukungan dari kedua orangtua mereka. Ini dapat membantu anak merasa aman dan terlindungi.

Misalnya Mama dapat menemani anak tidur selama beberapa hari, memberikan pelukan, atau elusan di rambut. Namun jika anak tidak suka perilaku 'dimanjakan', Mama dapat menunjukkan kasih sayang dengan menghabiskan waktu bersama, seperti membaca dongeng, menonton televisi, dan lain-lain.

Itulah beberapa cara untuk menenangkan anak saat orangtua mengalami perceraian. Tak dapat dipungkiri bahwa perceraian tidak pernah mudah bagi anak-anak, tetapi itu tidak berarti mereka harus menderita.

Dengan memanfaatkan teknik-teknik ini, Mama dapat membantu anak mengatasi emosinya dan mencegah trauma dari pengalaman perceraian orangtuanya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.