7 Cara Menunjukkan Rasa Sayang dan Dukungan pada Anak Autisme

Menunjukkan cinta dan dukungan dapat menjadi kekuatan pada anak autisme

30 November 2021

7 Cara Menunjukkan Rasa Sayang Dukungan Anak Autisme
Freepik/Olganosova

Ketika anak mama memiliki Gangguan Spektrum Autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD), Mama mungkin bertanya-tanya dan khawatir tentang apa yang akan terjadi selanjutnya, atau merasa tak yakin tentang cara terbaik untuk membantu anak, dan bingung dengan saran pengobatan yang perlu diberikan.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), 1 dari 54 anak-anak hidup dengan autisme. Meskipun benar bahwa ASD bukanlah sesuatu yang "tumbuh dari" seseorang, ada banyak perawatan yang dapat membantu anak-anak memperoleh keterampilan baru dan mengatasi berbagai tantangan perkembangan.

Menjadi kuat secara emosional memungkinkan Mama untuk menjadi orangtua terbaik bagi anak mama yang membutuhkan. Selain itu, Mama selalu dapat menunjukkan rasa sayang dan dukungan kepada anak autisme dengan tujuh cara yang telah Popmama.com rangkum di bawah ini.

1. Tunjukkan dukungan Mama pada minat anak

1. Tunjukkan dukungan Mama minat anak
Freepik/Freepic-diller

Banyak anak dengan spektrum autisme memiliki minat khusus pada sesuatu. Faktanya, dilansir dari Simons Foundation Powering Autism Research (SPARK) mengatakan minat khusus adalah salah satu karakteristik paling umum dari penderita autisme.

Sayangnya, lingkungan sekolah dan teman sebaya terkadang dapat mengecilkan minat khusus ini. Namun, sebagai orangtua, Mama dapat menunjukkan dukungan dan cinta kepadanya, dengan mendukung minat khusus dan bahkan mendorong anak untuk mengeksplorasinya lebih jauh.

Apakah anak mama menyukai kereta api, dinosaurus, atau memasak, dengarkan secara aktif ketika ia berbicara tentang minatnya dan temukan cara untuk terlibat dalam minat tersebut.

Belikan mereka buku tentang topik tersebut, bawa anak ke tempat yang sesuai dengan minatnya, atau cukup tunjukkan betapa terkesannya Mama dengan pengetahuanmya.

Hal-hal kecil ini bisa sangat bermanfaat. Dalam banyak kasus, minat khusus ini sebenarnya dapat menjadi kekuatan bagi anak autisme dan bahkan dapat membawanya ke jalur karier.

2. Hormati batasannya

2. Hormati batasannya
Freepik/Kuprevich

Sebanyak anak dengan autisme memiliki minat khusus yang ia sukai, anak juga memiliki rangsangan sensorik tertentu yang membuatnya merasa tidak nyaman atau bahkan kesal.

Beberapa orang mungkin mengatakan orangtua harus memaksakan paparan untuk membantu anak "membangun toleransi" atau "mengatasinya," tetapi ini tidak selalu menjadi caranya.

Alih-alih memaksa anak ke dalam situasi yang menyakitkan dan intens secara emosional dengan tekstur, suara, atau gerakan yang tidak menyenangkan, tunjukkan kepada anak bahwa Mama menghormati permintaannya untuk membatasi hal-hal yang tidak menyenangkan baginya.

Dengan mengenali dan memvalidasi perasaan anak, ini menunjukkan kepadanya bahwa Mama mencintainya dan ingin anak merasa aman.

Editors' Picks

3. Berikan pujian pada prestasi yang dicapai oleh anak

3. Berikan pujian prestasi dicapai oleh anak
Freepik/Pch.vector

Karena kita hidup di dunia dengan perbandingan terus-menerus, beberapa orangtua akhirnya terus-menerus membandingkan anak mereka dnegan spektrum autisme dengan teman-teman yang non-autistik atau saudara kandung neurotipikal yang tidak mempunyai diagnosis autisme.

Namun, itu adalah salah satu hal harus dihindari. Seringkali prestasi anak autisme terlihat berbeda dengan anak-anak neurotipikal pada usia yang sama. Maka itu, penting bagi orangtua untuk merayakan pencapaian, prestasi, dan bahkan tantangan yang harus diatasi oleh anak autisme.

Dilansir dari Raising Children, mengakui pencapaian ini dapat membantu anak dengan autisme membangun kepercayaan diri dan mengenali kekuatannya sendiri. Hal ini memungkinkan anak untuk menjadi lebih mandiri dan juga lebih tangguh ketika hambatan di masa depan muncul.

4. Hubungkan anak dengan teman sebaya

4. Hubungkan anak teman sebaya
Freepik

Seiring bertambahnya usia anak dengan ASD, ia tentu akan menyadari betapa berbeda dirinya. Ini mungkin membuat anak merasa sangat terisolasi dan bahkan malu dengan siapa dirinya yang sebenarnya.

Namun, orangtua dapat membantu anak untuk mengatasi hal ini dengan menghubungkannya dengan teman sebaya dan panutan autis lainnya sejak usia muda.

Dengan melakukan ini, Mama tidak hanya akan membantu anak menemukan rasa kebersamaan, tetapi juga akan menunjukkan kepada anak bahwa Mama menghargainya apa adanya, serta membantu anak melihat bahwa tidak apa-apa untuk hidup dengan autisme.

5. Menormalkan teknik koping yang anak lakukan untuk menenangkan diri

5. Menormalkan teknik koping anak lakukan menenangkan diri
Freepik

Selain minat khusus, banyak anak autis juga melakukan apa yang disebut "stimming", yaitu gerakan motorik berulang, penggunaan objek, atau suara ucapan membantunya menenangkan diri, tetapi kadang-kadang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dilansir dari Child Mind Institue, untuk alasan ini banyak orangtua mencoba menghentikan stimming, tetapi itu sebenarnya bukan pendekatan terbaik.

Ketika Mama memberi tahu seorang anak untuk tidak stimming atau mencoba untuk menghentikan perilakunya, itu mengirimkan pesan pada anak bahwa ada sesuatu yang "salah" dengan dirinya.

Sebagai gantinya, Mama dapat menunjukkan kepada anak bahwa Mama mencintai dan mendukungnya, dengan menormalkan keterampilan koping ini, dan bahkan bergabung dengannya dalam melakukan teknik koping ini dari waktu ke waktu.

Selama rangsangan yang anak lakukan tidak mengganggu kehidupan, maka itu tidak masalah.

6. Bantu anak dan lingkungan sekitar untuk mengenal kondisi autisme

6. Bantu anak lingkungan sekitar mengenal kondisi autisme
Freepik/Racool-studio

Tak sedikit lingkungan yang melihat autisme sebagai hal yang "buruk". Namun, autisme bukanlah kata "buruk", dan orang-orang dalam gangguan spektrum ini bukanlah orang "jahat". Sehingga penting bagi Mama untuk membantu mengubah narasi hal ini.

Dengan mendidik anak tentang apa arti autisme dan membantunya belajar lebih banyak tentang kondisinya, maka Mama memberikannya 'alat' yang anak butuhkan untuk membela dirinya sendiri saat ia sudah tumbuh dewasa.

Demikian pula, dengan mendidik orang lain, Mama juga memberi dunia wawasan untuk membantu menghentikan stigma pada neurodivergensi dan kondisi seperti autisme secara keseluruhan.

7. Beritahu anak bahwa Mama mencintainya

7. Beritahu anak bahwa Mama mencintainya
Pexels/RODNAE Productions

Beberapa anak dengan gangguan spektrum autisme tidak menangkap isyarat nonverbal atau memberi petunjuk seperti yang diasumsikan kebanyakan orang dewasa. Karena alasan ini, anak mungkin tidak selalu mengenali isyarat dan gerakan halus tentang cinta atau bahkan mengenali bahasa cinta yang tidak harfiah.

Namun, ketika orangtua dan anggota keluarga lainnya dapat membantu memperjelas cinta dan pujiannya dengan mengucapkan kata-kata seperti "Aku mencintaimu" secara lisan kepada anak dari waktu ke waktu.

Tidak ada kesalahpahaman dalam kata-kata itu, dan kata-kata itu membuat semua orang merasa hebat, termasuk anak dengan autisme. Selain itu, mengungkapkan cinta dapat menjadi sangat penting jika anak tidak nyaman dengan pelukan atau bentuk sentuhan fisik lainnya.

Nah itulah beberapa cara menunjukkan rasa sayang dan dukungan kepada anak autisme. Saat merawat anak dengan ASD, penting juga untuk menjaga diri sendiri. Semoga tips-tips mengasuh anak di atas dapat membantu membuat kesehatian Mama dengan anak menjadi lebih mudah dan bahagia.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.