7 Kesalahan yang Menyebabkan Rendahnya Harga Diri pada Anak

Membandingkan anak dengan teman sebayanya dapat menyebabkan harga diri yang rendah

30 November 2021

7 Kesalahan Menyebabkan Rendah Harga Diri Anak
Pixabay/publicdomainpictures

Seperti yang mungkin sudah Mama ketahui, harga diri adalah pendapat seseorang tentang diri mereka sendiri,. Namun ini secara langsung atau tidak langsung dipengaruhi oleh dunia di sekitarnya atau bagaimana orang lain berinteraksi dengan kita.

Harga diri yang tinggi dapat membuat seorang anak merasa percaya dengan kamampuan diri sendiri, sehingga ia lebih mudah memilah mana yang ingin ia jalani atau tidak dengan percaya diri, tanpa berdasarkan tuntutan dari siapa pun.

Seringkali harga diri seorang anak mulai cukup tinggi, tetapi bisa turun dengan cepat. Apa sajakah yang menyebabkan hal tersebut?

Simak informasinya seputar hal-hal yang menyebabkan rendahnya harga diri pada anak, yang telah Popmama.com rangkum di bawah ini!

1. Orangtua memberikan kritikan atas usaha anak

1. Orangtua memberikan kritikan atas usaha anak
Freepik

Setiap orangtua tentu ingin anaknya memiliki prestasi agar berhasil dan sukses di masa depan. Tak jarang banyak orangtua yang akhirnya menetapkan ekspektasi tinggi pada anak di masa-masa pendidikannya. 

Namun sama seperti semua orang dalam usia berapapun, setiap anak dapat mengalami keterlambatan atau kegagalan di masa belajarnya. Apakah itu karena kesulitan mengikuti materi hingga memiliki nilai tugas atau ujian yang rendah.

Kritikan yang diterima anak karena usahanya yang dianggap gagal dapat menyebabkan harga diri rendah. Faktanya, dilansir dari Kids Health, pesan yang anak terima tentang dirinya sendiri, yang didapatkan dari orang lain dapat dengan mudah mengubah bagaimana cara anak melihat dirinya sendiri.

Sehingga ketika orangtua melontarkan kritik keras, itu sebenarnya akan mengikis harga diri seorang anak. Untuk alasan ini, sebaiknya orangtua harus memilih kata-kata mereka dengan hati-hati. Terutama ketika memberikan umpan balik atau mengomentari penampilan, kemampuan, atau sifat kepribadian anak.

2. Orangtua tidak melibatkan diri pada kehidupan anak

2. Orangtua tidak melibatkan diri kehidupan anak
Freepik/freepik

Sebuah studi yang dilansir dari Psychology Today, menunjukkan bahwa waktu berkualitas dengan orangtua secara intens berdampak pada harga diri anak yang meningkat. Ini juga berarti terjadi kebalikannya, jika orangtua yang tidak terlibat atau tidak hadir, bisa berdampak negatif pada harga diri anak.

Hal ini karena, ketika orangtua tidak meluangkan waktu, anak-anak akhirnya merasa dirinya tidak penting dan dilupakan. Menurut psikolog Suzanne Lachmann, ini pada akhirnya dapat menyebabkan anak-anak berpikir bahwa mereka harus meminta maaf atas seluruh keberadaan mereka di hidup orangtuanya.

Editors' Picks

3. Orangtua memberikan tekanan yang berlebihan pada anak

3. Orangtua memberikan tekanan berlebihan anak
Pexels/August de richelieu

Seperti yang disebutkan di atas, ketika anak-anak mulai tumbuh, orangtua mulai mengharapkan hal-hal tertentu darinya.

Dalam beberapa kasus, anak-anak mungkin merasa berkewajiban untuk memenuhi atau bahkan melebihi harapan ini, sehingga dapat memunculkan kecemasan yang disebabkan oleh kinerja. Ketika ini terjadi, harga diri seorang anak terus merosot dengan setiap langkah yang ia lewatkan di sepanjang jalan.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Child Psychology, juga mengatakan bahwa anak-anak dapat merasa lebih buruk tentang diri mereka sendiri ketika orangtuanya menyampaikan rasa kecewaannya.

Hasilnya, tekanan kinerja yang dikombinasikan dengan kritik, dapat menghancurkan harga diri anak yang awalnya paling sehat sekalipun.

4. Orangtua suka membandingkan anak dengan teman sebayanya

4. Orangtua suka membandingkan anak teman sebayanya
freepik

Menurut Fakultas Kedokteran Universitas Indiana, anak-anak mulai membandingkan diri mereka dengan orang lain di masa kanak-kanak, yang berarti antara usia 6 tahun hingga 11 tahun.

Ada beberapa alasan mengapa anak-anak mulai membandingkan diri mereka dengan teman sebaya pada usia ini, tetapi kebanyakan karena mereka ingin "menyesuaikan diri" dan menemukan posisi mereka dalam kelompok sosial.

Sayangnya, kebiasaan orangtua yang juga suka membandingkan anak, juga dapat merusak harga dirinya. Terlebih lagi jika anak terus-menerus merasa kurang saat dibandingkan dengan teman sebayanya.

5. Anak memiliki kinerja akademik yang buruk

5. Anak memiliki kinerja akademik buruk
Freepik/gpointstudio

Karena kebanyakan anak ingin menyesuaikan diri dengan teman sebayanya dan menerima pujian dari orangtua, mereka jadi termotivasi untuk berprestasi baik di sekolah.

Ketika ini tidak terjadi, anak-anak sering merasa bahwa prestasinya yang buruk adalah cerminan langsung dari kemampuannya, yang berarti hal ini berdampak langsung pada harga diri mereka.

Faktanya, bahkan serangan kecil dari prestasi akademik yang buruk, dapat menyebabkan anak-anak kehilangan kepercayaan diri mereka sepenuhnya.

6. Anak memiliki kondisi medis yang menyertai

6. Anak memiliki kondisi medis menyertai
Freepik/rawpixel-com

Dilansir dari The Better Health Channel, kondisi medis seperti sakit kronis, penyakit jangka panjang, atau cacat fisik juga dapat menyebabkan rendahnya harga diri pada anak.

Meskipun kesehatan fisik dan mental anak sering diabaikan sebagai penyebab rendahnya harga diri, ini penting karena ini menjadi salah satu masalah yang mungkin paling sulit untuk diatasi. Demikian pula, kondisi kesehatan mental yang mendasari juga dapat menurunkan harga diri ana. 

Untuk alasan ini, penting bagi anak-anak untuk tumbuh dengan orang-orang yang berasal dari latar belakang yang sangat beragam, sehingga anak-anak dapat melihat ada banyak orang-orang dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Anak juga mendengar bagaimana mereka mengatur kehidupan sehari-hari, dan menjadi sosok inspirasi untuknya.

7. Anak mengalami penindasan, trauma, atau pelecehan

7. Anak mengalami penindasan, trauma, atau pelecehan
Freepik/Pixabay

Seperti yang mungkin sudah Mama duga, pelecehan fisik, seksual, atau emosional juga dapat menyebabkan harga diri rendah. Bahkan, itu salah satu penyebab paling signifikan karena menyebabkan anak-anak kehilangan kepercayaan pada diri mereka sendiri.

Penindasan dan pelecehan menyebabkan anak-anak merasa malu, dan rasa malu dapat dengan cepat mengikis citra diri. Bahkan jika trauma atau pelecehan itu hanya berjangka pendek, itu akan melekat pada seorang anak selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun.

Dan sampai seorang anak menemukan cara untuk memproses emosi mereka di sekitarnya, mereka akan terus menderita dengan harga diri yang rendah hingga perasaan tidak berharga.

Itulah beberapa hal yang menyebabkan rendahnya harga diri anak. Anak-anak tidak dilahirkan dengan harga diri yang rendah. Sebaliknya, harga diri mereka bisa memburuk dari waktu ke waktu jika terkena salah satu dan semua penyebab di atas.

Meskipun orangtua mungkin tidak dapat melindungi anak-anak kita dari segalanya, Mama dapat melakukan segala upaya untuk menunjukkan kepada anak betapa Mama mencintainya dan bagaimana anak sangat berarti bagi Mama dunia ini.

Itulah yang dapat membantu menangkal penyebab harga diri negatif.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.