Mana yang Lebih Baik untuk Anak, Face Shield atau Masker?

Face shield vs Masker, mana yang jadi pilihan Mama?

6 Januari 2021

Mana Lebih Baik Anak, Face Shield atau Masker
Freepik/Kwanchaichaiudom

Perkembangan virus corona di Indonesia saat ini membuat hampir setiap orangtua berusaha untuk menghindarkan anak dari virus yang satu ini. Selain mengurangi kegiatan di luar rumah, Mama tentunya sudah menyiapkan masker atau face shields untuk anak.

Sebelumnya, masker dianggap sebagai bentuk perlindungan terbaik terhadap penyakit. Namun membuat anak menggunakan masker memang tidak mudah, karena Mama harus terus memastikan anak menggunakannya dengan benar dan nyaman saat digunakan anak.

Itulah sebabnya, saat ini banyak orangtua yang bergantung pada face shields untuk anak. Namun tahukah Mama, mana di antara masker atau face shields yang bisa memberikan perlindungan lebih baik untuk anak?

Berikut ini Popmama.com akan membahas informasi selengkapnya di bawah ini. Yuk simak informasinya!

1. Masker menyebabkan rasa tidak nyaman sehingga kebanyakan anak tidak suka memakainya

1. Masker menyebabkan rasa tidak nyaman sehingga kebanyakan anak tidak suka memakainya
Freepik/Waridsara.p

Selama masa penyebaran virus corona, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan penggunaan masker kain untuk mengontrol penyebaran COVID-19.

Masker harus dipakai anak setiap pergi ke tempat umum, atau di dekat orang-orang di luar rumah, terutama ketika sulit menjaga jarak.

Tak dapat dipungkiri bahwa, masker memiliki beberapa kelemahan seperti panas dan tidak nyaman, tidak menutupi mata, dan kebanyakan anak tidak suka memakainya.

Itulah mengapa beberapa orang tua beralih ke pelindung wajah. Penghalang yang berbahan plastik ini menutupi seluruh wajah bahkan termasuk mata dengan pembatas transparan.

2. CDC tidak merekomendasikan penggunaan face shield sebagai pengganti masker

2. CDC tidak merekomendasikan penggunaan face shield sebagai pengganti masker
Freepik/Rawpixel-com

Terlepas dari popularitasnya di kalangan orangtua, CDC tidak merekomendasikan penggunaan face shield sebagai pengganti masker.

Menurut CDC, belum diketahui tingkat perlindungan apa yang diberikan pengguna face shield kepada orang disekitarnya dari tetesan droplet. Selain itu, juga belum ada cukup bukti untuk mendukung keefektifan face shield untuk penggunanya itu sendiri.

Sebagai gantinya, para ahli merekomendasikan agar orangtua memilih untuk menggunakan face shield hanya bersamaan dengan masker untuk perlindungan ekstra terhadap Covid-19.

Editors' Picks

3. Keuntungan ketika anak menggunakan face shield

3. Keuntungan ketika anak menggunakan face shield
Freepik/arrow-smith2

Face shield umumnya terbuat dari plastik, bertindak sebagai pelindung wajah yang menjadi penghalang di seluruh wajah anak. Memberikan face shield memiliki beberapa manfaat bagi anak, yaitu sebagai berikut:

  • Face shield tidak langsung menyentuh wajah, dan pelindung tersebut tetap terpasang dengan ikat kepala bawaan atau berbentuk kacamata. Desain ini mungkin terasa lebih nyaman untuk anak terutama yang tinggal di iklim panas dan lembab.
  • Covid-19 dapat ditularkan terutama melalui tetesan pernapasan yang mungkin masuk melalui selaput lendir mata. Tidak seperti masker wajah, face shield membuat pelindung di atas mata.
  • Pelindungnya yang transparan membuat komunikasi lebih mudah bagi populasi tuna rungu, serta anak-anak dengan kebutuhan khusus dan gangguan belajar.
  • Anak yang menggunakan face shield tidak perlu sering menyesuaikannya sesering masker. Sehingga lebih sedikit kontak tangan dengan wajah, yang berarti lebih sedikit kemungkinan penularan Covid-19.
  • Pelindung wajah bisa dicuci dan dipakai kembali.

4. Kekurangan face shield dalam melindungi anak dari virus corona

4. Kekurangan face shield dalam melindungi anak dari virus corona
Freepik/arrow-smith2

Selain penularan dari selaput lendir mata, virus corona juga menyebar melalui tetesan pernapasan dari batuk dan bersin. Mungkin juga ditularkan melalui partikel di udara yang dilepaskan dengan berbicara, menghembuskan napas, batuk, atau bersin.

Masker wajah berguna untuk menahan partikel-partikel ini, yang melindungi semua orang di sekitar individu yang tertular, bahkan jika orang yang sakit tersebut tanpa gejala atau pra-gejala.

“Saat dikenakan dengan benar, masker harus menutupi mulut dan hidung anak, pas di bawah dagu, dan menempel dengan pas di sisi wajah,” Menurut Marnie Granados, M.D., seorang dokter anak CHOC Children yang dilansir dari Parents.com.

Sebaliknya, face shield tidak memberikan tingkat perlindungan yang sama terhadap Covid-19. Penghalang plastik tersebut tidak pas dengan permukaan, artinya partikel infeksi masih bisa masuk melalui bagian bawah dan samping.

5. Memberikan perlindungan ekstra yaitu menggunakan masker dengan tambahan face shield

5. Memberikan perlindungan ekstra yaitu menggunakan masker tambahan face shield
Freepik/Thannaree

Jika Mama ingin memberikan anak pertahanan tambahan terhadap Covid-19, anak bisa memakai masker wajah dengan tambahan face shield. Karena keduanya dapat menutupi mulut, hidung, dan mata, yang mengurangi kemungkinan anak tertular virus.

Jika anak mengidap Covid-19 dengan tanpa gejala, pra-gejala, atau dengan gejala, mengenakan masker dengan face shield dapat lebih melindungi orang-orang di sekitarnya dari tertular. Namun, ingatlah bahwa bayi tidak boleh memakai face shield, karena dapat berisiko tercekik.

Pastikan anak mencuci tangan atau menggunakan pembersih tangan dengan setidaknya 60 persen alkohol, sebelum memegang pelindung wajah. Bersihkan pelindung antara setiap penggunaan dengan lap atau kain bersih yang dibasahi dengan larutan disinfektan.

Mama juga dapat menghilangkan residu dengan air bersih atau alkohol, dan membiarkan pelindung kering di saat penggunaan. Selalu ingatkan anak untuk cuci tangan setelah membersihkan pelindung. Face shield yang berjenis sekali pakai harus dibuang setelah digunakan.

6. Face shield degan penutup kepala juga dapat memberikan perlindungan lebih

6. Face shield degan penutup kepala juga dapat memberikan perlindungan lebih
Lazada.com.ph

Jika anak Mama mengalami kesulitan memakai masker wajah karena sulit mendengar, berinteraksi dengan individu tunarungu, memiliki masalah sensorik, dan lain-lain, dilansir dari Parents.com, dalam kasus ini CDC merekomendasikan penggunaan pelindung plastik yang menutupi sisi wajah pemakainya dan meluas ke bawah dagu.

Face shield dengan penutup kepala juga dapat memberikan perlindungan lebih terhadap Covid-19.

Nah, Ma itulah informasi seputar lebih baik anak menggunakan masker atau face shield untuk aktivitas sehari-harinya. Alangkah baiknya untuk membiasakan anak menggunakan masker dalam kegiatan sehari-hari. Selalu ingatkan untuk tetap menjaga jarak, serta cuci tangan dengan sabun dan air bersih.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.