TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Mama Perlu Tahu, 7 Penyakit yang Umum Dialami oleh Anak-Anak

Kenali gejalanya dan bagaimana penanganan pertamanya yuk Ma!

25 Desember 2021

Mama Perlu Tahu, 7 Penyakit Umum Dialami oleh Anak-Anak
heraldextra.com

Kesehatan anak tentunya menjadi prioritas orangtua, tentu tak ada orangtua yang ingin anaknya sakit, bukan? Namun dalam masa tumbuh kembangnya, bukan hal aneh jika anak sesekali jatuh sakit, apakah itu karena terserang bakteri atau virus.

Sebagai orangtua, Mama tentu harus tetap tenang dan tidak boleh panik. Sebab beberapa penyakit yang umum terjadi pada anak-anak bisa disembuhkan dengan mengetahui bagaimana penanganan pertamanya.

Mama juga perlu mempersiapkan diri dengan pengetahuan penyakit apa saja yang umum terjadi pada anak-anak, agar mampu mendeteksi gejalanya sejak dini. Lantas, apa saja penyakit yang paling sering dialami oleh anak-anak?

Berikut Popmama.com telah merangkum, tujuh penyakit yang umum dialami oleh anak-anak, di bawah ini!

1. Sakit tenggorokan

1. Sakit tenggorokan
libertypeds.com

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), penyebab sakit tenggorokan atau sore throat yang paling umum adalah virus. Namun, terkadang disebabkan oleh bakteri streptokokus grup A dan disebut sebagai radang tenggorokan atau strep throat.

Orang yang terinfeksi bakteri streptokokus dapat menyebarkan bakteri lewat droplet saat bersin atau batuk. Sehingga anak-anak bisa terkena radang tenggorokan jika menghirup droplet dan makan atau minum dari piring atau gelas yang sama dengan orang yang sakit.

Dilansir dari American Academy of Pediatrics, sakit tenggorokan yang disebabkan oleh virus tidak perlu diobati dengan antibiotik dan anak bisa sembuh dalam beberapa hari. Namun jika anak terkena radang tenggorokan, maka perlu memberikannya antibiotik yang diresepkan oleh dokter dan harus dihabiskan

2. Sakit telinga

2. Sakit telinga
Freepik/Polya_olya

Ada beberapa jenis sakit telinga yang umum dialami oleh anak-anak, misalnya seperti infeksi telinga atau otitis media, telinga perenang atau otitis eksterna, sakit gigi yang menjalar hingga telinga, dan tekanan akibat pilek atau infeksi sinus.

Risiko anak-anak terkena sakit telinga sangat tinggi. Menurut National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD), diperkirakan 5 dari 6 anak akan mengalami infeksi telinga pada tiga tahun pertama kehidupannya.

Pengobatannya berbeda-beda tergantung jenisnya. Jika menderita infeksi telinga tengah, maka dokter akan memberikan antibiotik seperti amoxicillin. Namun jika disebabkan oleh virus, dokter akan membantu meringankan rasa sakit pada telinga sampai virus hilang dengan sendirinya.

Editors' Picks

3. Pilek

3. Pilek
Freepik/Tashahorse1984

Mama tentu sudah tak asing dengan penyakit yang satu ini, bukan? Pilek atau common cold merupakan salah satu penyakit yang umum dialami anak-anak dan menyerang saluran pernapasan bagian atas. Ini terjadi ketika virus mengiritasi lapisan hidung dan tenggorokan.

Mengutip Stanford Children's Health, pilek dapat disebabkan oleh lebih dari 200 virus yang berbeda. Namun, kebanyakan diakibatkan oleh rhinovirus. Gejalanya termasuk hidung tersumbat, batuk, dan hidung meler (runny nose).

Anak bisa terinfeksi jika berada di dekat orang yang bersin atau batuk lalu menghirup droplet yang mengandung virus. Selain itu, anak bisa juga terpapar setelah menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi virus seperti gagang pintu.

4. Sinusitis

4. Sinusitis
Freepik/Borakovay

Sinusitis merupakan istilah lain dari infeksi sinus dan disebabkan oleh penumpukan cairan di sinus, yang merupakan ruang kosong di dalam tulang di antara mata, di dahi, dan di belakang tulang pipi. Dilansir dari Wake Forest Pediatrics, jika itu terjadi, maka bakteri dan virus bisa tumbuh.

Gejala yang dirasakan seperti hidung tersumbat, sakit kepala, tekanan atau nyeri di wajah, sakit tenggorokan, batuk, pilek, bau mulut, hingga post-nasal drip atau lendir menetes ke tenggorokan. Selain itu, anak mama mungkin menjadi lebih rewel dan terjadi pembengkakan di sekitar mata.

Jika sinusitis disebabkan oleh bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik oral. Namun jika diakibatkan oleh virus, maka dokter mungkin memberikan ibuprofenacetaminophen, atau kompres hangat untuk mengurangi rasa sakit.

5. Konjungtivitis

5. Konjungtivitis
westvisioncare.com

Konjungtivitis merupakan jenis infeksi mata yang umum dialami anak-anak di bawah usia lima 5 tahun. Infeksi ini merupakan peradangan, seperti pembengkakan dan kemerahan pada area konjungtiva yang merupakan selaput bening yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata.

Selain itu, konjungtivitis juga menyebabkan mata anak terlihat merah muda, sehingga kerap disebut sebagai pink eye. Gejala lainnya seperti pembengkakan pada kelopak mata, keluar air mata berlebihan, gatal pada mata, hingga keluarnya cairan berwarna kuning-hijau dari mata yang mengering ketika anak tidur.

Penyebabnya bisa infeksi virus atau bakteri yang sangat menular, maupun reaksi alergi yang tidak menular. Jika anak mengidap konjungtivitis menular, jangan biarkan ia berbagi benda dengan orang lain, misalnya handuk dan bantal, ia juga harus mencuci tangan secara teratur. 

6. Eczema atau dermatitis atopik

6. Eczema atau dermatitis atopik
health.usnews.com

Dilansir dari Allergy & Asthma Network, sekitar 15-20 persen anak-anak di dunia menderita eczema atau dermatitis atopik. Kondisi ini merujuk pada peradangan kulit kronis, tidak menular, yang menyebabkan kulit kering, kemerahan, dan gatal.

Biasanya, kondisi ini pertama kali muncul di usia 3-6 bulan. Selain karena faktor genetik, penyakit ini dipengaruhi oleh sistem kekebalan tubuh dan faktor eksternal, seperti cuaca, suhu panas, serta kurangnya kelembaban pada kulit.

Pengobatannya bervariasi, mulai dari pemberian krim atau salep kortikosteroid, antibiotik, antihistamin, krim atau salep penghambat kalsineurin, fototerapi atau terapi cahaya, hingga obat imunomodulator.

Untuk pencegahan, penting sekali untuk menjauhkan anak dari iritan atau zat pemicu peradangan, menjaga agar kuku anak tetap pendek agar tidak terluka saat menggaruk, serta memakai pelembab yang direkomendasikan dokter.

7. Karies gigi

7. Karies gigi
Freepik/Volody10

Mama mungkin sudah pernah melihat anak kecil dengan gigi berwarna kehitaman dengan permukaan yang tidak rata. Itu adalah karies gigi, yaitu kerusakan gigi yang disebabkan oleh bakteri dan makanan tinggi karbohidrat yang tertinggal di gigi.

Kondisi ini terutama disebabkan oleh mengonsumsi makanan manis yang berlebihan seperti permen, kue, soda, dan lainnya. Dilansir dari National Institute of Dental and Craniofacial Research (NIDCR), sekitar 42 persen anak usia 2-11 tahun mengalami karies gigi pada gigi susunya.

Mereka rentan mengalami karies karena enamel gigi susu jauh lebih tipis dan lunak serta lebih berisiko mengalami pembusukan. Sebagai langkah pencegahan, batasi konsumsi makanan atau minuman manis serta biasakan anak menggosok gigi, terutama pada malam hari menjelang tidur.

Kemudian, selalu rutin periksakan gigi anak ke dokter setiap 6 bulan sekali ya Ma!

Nah, itulah beberapa penyakit yang umum dialami oleh anak-anak. Dengan mengetahui informasi di atas, semoga Mama jadi lebih mampu mengenali gejala dan bagaimana penanganan pertamanya. Semoga anak selalu terhindar dari penyakit tersebut ya!

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk