10 Potret Ajaib Sistem Tata Surya yang Paling Mengagumkan

Alam semesta tak pernah kekurangan keindahan yang juga membuat kita selalu terheran-heran

31 Mei 2022

10 Potret Ajaib Sistem Tata Surya Paling Mengagumkan
Forbes.com

Tata surya kita besar, bahkan sangat besar. Di dalam luasnya tata surya ini, terdapat berbagai keajaiban yang mengagumkan.

Mulai dari matahari dengan permukaan plasmanya, Bumi dengan kelimpahan kehidupan dan lautan yang sangat besar, hingga awan Jupiter yang memesona.

Dengan penemuan-penemuan baru yang terjadi setiap saat, ada beberapa keajaiban tata surya yang mungkin kamu belum ketahui.

Berikut Popmama.com telah menyiapkan 10 potret ajaib sistem tata surya yang paling mengagumkan. Lihat keajaibannya sampai habis ya!

1. Kawah Utopia Planitia, Mars

1. Kawah Utopia Planitia, Mars
uahirise.org

Cekungan terbesar yang diakui di tata surya, Utopia Planitia, memiliki kawah yang membentang lebih 3.300 kilometer, melintasi dataran utara Mars.

Cekungan ini diyakini telah terjadi sejak awal sejarah Mars, sehingga kemungkinan Utopia pernah menjadi tuan rumah lautan purba.

Pada tahun 2016, sebuah instrumen bernama Mars Reconnaissance Orbiter NASA, menambah teori ini setelah mendeteksi jumlah besar air es di bawah permukaan kawah tersebut.

Diperkirakan terdapat air sebanyak volume Danau Superior, yang mungkin terletak pada endapan yang terletak 1 hingga 10 meter di bawah permukaan.

Sumber daya yang mudah diakses ini terbukti sangat bermanfaat bagi misi berbasis manusia di masa depan ke planet merah.

2. Gunung tertinggi yang terdapat di asteroid Vesta

2. Gunung tertinggi terdapat asteroid Vesta
space.com

Meskipun diameternya sekitar 530 km saja, asteroid Vesta adalah rumah bagi gunung tertinggi di tata surya kita.

Berpusat di dalam kawah yang disebut Rheasilvia, puncak gunung yang belum memiliki nama ini, memiliki tinggi sekitar 23 km, atau setinggi dua Gunung Everest yang bertumpuk. "Mega-gunung" ini diyakini telah terbentuk 1 miliar tahun yang lalu.

Faktanya, diperkirakan bahwa sekitar 5 persen dari semua batuan luar angkasa di Bumi berasal dari Vesta.

3. Ngarai luas Valles Marineris di Mars

3. Ngarai luas Valles Marineris Mars
vision4thefuture.co

Ngarai atau canyon di Planet Mars ini adalah yang terbesar di tata surya, membentang lebih dari 4.000 km, dan memiliki dasar hingga 7.000 meter) ke permukaan planet merah ini.

Menurut NASA, Valles Marineris kemungkinan merupakan retakan tektonik di kerak Mars yang terbentuk saat planet mendingin. Teori lain menunjukkan itu adalah saluran yang dibuat oleh lava yang mengalir dari gunung berapi perisai terdekat.

Terlepas dari itu, geografinya yang bervariasi dan kemungkinan perannya dalam menyalurkan air di Mars, akan menjadikann Ngarai Valles Marineris ini sebagai target yang menarik untuk misi berbasis manusia ke planet merah.

4. Geyser es di Enceladus

4. Geyser es Enceladus
space.com

Enceladus, bulan terbesar kedua Saturnus, yang diselimuti es tebal, dan rumah bagi lautan air di bawah permukaan yang diperkirakan sedalam 10 km.

Beberapa fitur yang paling khas dari Enceladus adalah geyser spektakulernya, yang meletus dari retakan di permukaannya dan mengirim gumpalan ke luar angkasa.

Pada tahun 2015, NASA mengirim pesawat luar angkasa Cassini untuk melintasi salah satu gumpalan ini, dan mengungkapkan terdapat air asin yang kaya akan molekul organik.

Secara khusus, Cassini mendeteksi keberadaan molekul hidrogen, karakteristik kimia dari aktivitas hidrotermal.

Dengan demikian, geyser Enceladus yang indah ini menunjukkan jalan ke tempat yang paling layak huni untuk kehidupan di tata surya kita di luar Bumi.

Editors' Pick

5.'Puncak Cahaya Abadi' di bulan Bumi

5.'Puncak Cahaya Abadi' bulan Bumi
jorgemanesrubio.com

Meskipun disebut "Puncak Cahaya Abadi" di bulan Bumi adalah keliru, mereka tetap mengesankan untuk dilihat, bukan? 

Pertama kali 'Puncak Cahaya Abadi' ini disebutkan oleh sepasang astronom pada akhir abad ke-19, istilah ini berlaku untuk titik-titik tertentu pada benda langit yang hampir selalu bermandikan sinar matahari.

Namun topografi bulan yang dikumpulkan oleh Lunar Reconnaissance Orbiter NASA, tidak menemukan titik di bulan di mana cahaya bersinar tanpa henti.

Tetapi mereka menemukan ada empat puncak, yang bisa disinari lebih dari 80 hingga 90 persen dari waktu.

Jika suatu hari manusia menjelajah bulan, maka kemungkinan pangkalan pertama akan didirikan di salah satu puncak ini, terutama untuk memanfaatkan energi matahari yang melimpah.

6. Titik merah Jupiter

6. Titik merah Jupiter
inverse.com

Diyakini berusia beberapa ratus tahun, Titik Merah Besar atau Great Red Spot (GRS) Jupiter dicurigai disebabkan oleh badai antisiklon (berputar berlawanan arah jarum jam) kira-kira 1,3 kali lebih lebar dari Bumi.

Meskipun tidak ada jawaban pasti tentang apa yang menyebabkan Titik Merah Besar pada Planet Jupiter ini, ada satu hal yang diyakini yaitu, ukurannya yang kian menyusut.

Pengamatan yang direkam yang diambil pada 1800-an mengukur diameter badai sekitar 56.000 km, atau sekitar empat kali diameter Bumi.

Namun ketika Voyager 2 terbang melewati Jupiter pada tahun 1979, ukurannya telah berkurang menjadi sedikit lebih dari dua kali ukuran planet kita.

Bahkan, mungkin saja selama 20 hingga 30 tahun ke depan, Titik Merah Besar akan hilang sama sekali.

7. Gerhana matahari total dari bumi

7. Gerhana matahari total dari bumi
timeanddate.com

Tak ada tempat di tata surya kita yang mengalami gerhana matahari total yang begitu sempurna selain dari Bumi kita sendiri.

Seperti yang terjadi di Amerika Utara pada tahun 2017, fenomena ini terjadi saat bulan melintas di antara Bumi dan matahari. Selama totalitas, piringan bulan tampak melindungi seluruh permukaan matahari dengan sempurna, hanya menyisakan atmosfernya yang berapi-api. 

Meskipun diameter bulan sekitar 400 kali lebih kecil dari matahari, diameternya juga sekitar 400 kali lebih dekat. Ini menciptakan ilusi di langit dari kedua objek dengan ukuran yang sama.

Bulan, bagaimanapun, tidak statis dalam orbitnya mengelilingi Bumi. Satu miliar tahun yang lalu, ketika jaraknya sekitar 10 persen lebih dekat, itu akan menghalangi keseluruhan matahari.

Tapi 600 juta tahun dari sekarang, dengan kecepatan 4 centimeter per tahun, bulan mungkin akan melayang cukup jauh sehingga tidak lagi menutupi kulit matahari.

8. Menara es Callisto

8. Menara es Callisto
science.nasa.gov

Callisto, bulan terbesar kedua Jupiter, memiliki permukaan tertua dan paling banyak berkawah di tata surya.

Untuk waktu yang lama, para astronom juga menganggap planet itu mati secara geologis. Namun, pada tahun 2001, semua berubah setelah pesawat ruang angkasa Galileo NASA melewati 137 km di atas permukaan Callisto dan menangkap sesuatu yang aneh.

Yaitu ada menara yang tertutup es, setinggi 100 meter yang menonjol dari permukaan. Para peneliti percaya bahwa menara itu kemungkinan terbentuk oleh material yang dikeluarkan dari dampak meteor, dengan bentuk bergerigi yang khas akibat "erosi".

Seperti Titik Merah Besar Jupiter atau gerhana matahari total Bumi, ini adalah salah satu keajaiban yang bersifat sementara. Karena mereka terus mengikis dan akhirnya akan menghilang.

9. Cincin Saturnus yang masih menjadi misteri

9. Cincin Saturnus masih menjadi misteri
physicsworld.com

Kamu tentu sudah mengenal Planet Saturnus sebagai planet bercincin, bukan? Yup, cincin Saturnus, yang membentang sekitar 386.000 km ini, terdiri dari 99,9 persen air murni es, debu, dan batu.

Terlepas dari ukurannya, sebenarnya mereka sangat tipis, dengan ketebalan mulai dari hanya 9 hingga 90 meter. Cincin-cincin ini diyakini sangat tua, berasal dari pembentukan planet itu sendiri 4,5 miliar tahun yang lalu.

Meski cincin Saturnus indah, mereka juga menjadi misteri. Beberapa orang percaya bahwa cincin ini adalah bahan sisa dari terbentuknya Saturnus.

Namun yang lain berteori bahwa cincin ini adalah sisa-sisa bulan kuno yang terkoyak oleh kekuatan pasang surut planet yang sangat besar.

10. Tebing terbesar di tata surya yang bernama Verona Rupes

10. Tebing terbesar tata surya bernama Verona Rupes
iaaa.org

Di bulan Miranda, satelit Uranus terkecil, terdapat tebing terbesar yang diketahui di tata surya. Permukaan tebing yang disebut sebagai Verona Rupes ini, ditemukan selama penerbangan Voyager 2 pada tahun 1986

Diyakini tebin ini menampilkan penurunan vertikal sejauh 19 km, atau 63.360 kaki. Sebagai perbandingan, permukaan tebing tertinggi di Bumi, yang terletak di Gunung Thor di Kanada, memiliki penurunan vertikal sekitar 1.250 meter saja. 

Nah itulah 10 potret ajaib sistem tata surya yang paling mengagumkan. Tentunya, alam semesta tidak pernah kekurangan keindahan yang juga membuat kita terheran-heran ya! 

Dari 10 potret di atas, mana yang paling membuatmu kagum?

Baca juga:

The Latest