5 Tanda Anak Mengalami Food Sensitivity dan Cara Mengatasinya

Kepekaan makanan pada anak seringkali disalahartikan sebagai alergi makanan

22 Juli 2021

5 Tanda Anak Mengalami Food Sensitivity Cara Mengatasinya
Health.clevelandclinic.org

Pernahkah Mama melihat anak memiliki reaksi tertentu setelah makan? Jika iya, Mama mungkin menganggap bahwa anak memiliki alergi tertentu. Reaksi yang muncul setelah anak makan belum tentu menjadi tanda alergi lho, Ma!

Karena mungkin saja anak memiliki food sensitivity atau kepekaan pada makanan tertentu. Sensitivitas makanan pada anak-anak sering disalahartikan sebagai alergi makanan, padahal kedua masalah tersebut tidak sama.

Ada beberapa tanda-tanda kepekaan makanan yang menunjukkan perbedaan dengan alergi makanan. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak informasinya yang telah Popmama.com rangkum berikut ini!

Apa Perbedaan Alergi Makanan dan Kepekaan Makanan?

Apa Perbedaan Alergi Makanan Kepekaan Makanan
Healthline.com

Dilansir dari Harvard Health Publishing, ada beberapa hal yang membedakan alergi makanan dan kepekaan makanan. 

Sensitivitas makanan
Meskipun ada kontroversi seputar apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh yang sensitif terhadap makanan, kondisi ini terjadi ketika paparan terhadap makanan tertentu dapat menciptakan reaksi kekebalan yang menghasilkan banyak gejala.

Gejalanya tidak mengancam jiwa, tetapi bisa sangat mengganggu, termasuk nyeri sendi, sakit perut, kelelahan, ruam, dan kabut otak.

Reaksi makanan, terutama kepekaan, dapat memudar seiring waktu. Tubuh, sistem kekebalan, dan mikrobioma usus terus berubah, dan apa yang mungkin tidak sesuai hari ini mungkin baik untuk dimiliki di kemudian hari.

Alergi makanan
Masalah yang lebih parah terjadi ketika anak mengembangkan reaksi alergi yang sebenarnya, ketika sistem kekebalan tubuh merespon berlebihan terhadap zat yang tampaknya tidak berbahaya, dalam hal ini, makanan.

Alergi makanan dapat muncul kapan saja dalam hidup, bahkan selama masa anak-anak hingga dewasa yang lebih tua.

Jika Mama merasa anak memiliki alergi makanan, pertimbangkan tes dan pengobatan alergi, terutama jika gejalanya parah seperti, ruam yang signifikan, pembengkakan wajah, dan masalah pernapasan.

Setelah mengetahui perbedaannya, Mama mungkin sudah dapat membedakan apakah anak memiliki kepekaan makanan atau alergi makanan. Jika Mama curiga anak memiliki kepekaan makanan, simak beberapa gejalanya berikut ini:

1. Mual dan muntah

1. Mual muntah
Kkidspot.com.au

Ini mungkin terlihat seperti sesuatu yang menunjukkan anak tidak suka makanannya atau makanan yang ia konsumsi tidak enak, atau Mama mungkin berpikir untuk mengaitkan gejalanya dengan penyakit perut yang umum. Tetapi, sensitivitas makanan bisa dipertimbangkan jika mulai melihat polanya.

Misalnya, jika setiap kali anak merasa mual saat sarapan telur, atau susu dalam serealnya, ada baiknya Mama berkonsultasi dengan dokter anak.

Seringkali kepekaan terhadap makanan pertama-tama akan menunjukkan dirinya sebagai sakit perut, dan orangtua mungkin tidak melihat korelasi antara makanan dan gejalanya sampai siklus tersebut berulang beberapa kali.

Jika Mama mulai memerhatikan sebuah pola, cobalah membuat jurnal harian makanan dan catat kapan dan seberapa sering anak bereaksi terhadap makanan tersebut.

Ingatlah bahwa reaksi pertama terhadap makanan seringkali ringan dan akan meningkat intensitasnya jika diberikan lebih banyak paparan, jadi penting untuk membawa anak ke dokter anak lebih cepat daripada nanti.

2. Diare dan sakit perut

2. Diare sakit perut
Freepik

Tanda umum dari sensitivitas adalah gangguan pencernaan seperti sakit perut dan diare. Ini bisa disalahartikan sebagai sejumlah penyakit, sehingga Mama harus waspada terhadap pola antara makanan dan sakit perut atau buang air besar pada anak.

Salah satu sensitivitas yang paling umum untuk anak-anak adalah protein susu, dan gejala umumnya adalah tinja berwarna hijau dan berlendir yang mungkin mengandung garis-garis darah.

Dilansir dari The Health, ini berasal dari iritasi yang disebabkan oleh protein di dalam lapisan usus, dan akan hilang begitu protein penyebab tidak lagi ada dalam tubuh. 

Seringkali solusi yang dapat mengatasi masalah ini adalah menghilangkan produk susu dari makanan anak. Walaupun ada banyak istilah, tetapi beberapa nama umum untuk protein susu pada daftar bahan adalah whey, kasein, kaseinat, laktulosa, buttermilk, dan penyedap mentega buatan.

Editors' Picks

3. Masalah perilaku

3. Masalah perilaku
Freepik/Gelpi

Beberapa anak menunjukkan perubahan perilaku negatif setelah mengonsumsi beberapa makanan yang dapat menyebabkan sensitivitas, seperti gluten, pewarna makanan, dan produk susu.

Jika Mama memerhatikan bahwa setiap kali anak diberi pewarna makanan dengan pewarna buatan, ia menjadi mudah tersinggung atau agresif, mungkin ia bereaksi terhadap intoleransi atau kepekaan terhadap warna buatan di dalam tubuhnya.

Untuk menguji teori ini, Mama dapat menghilangkan semua pewarna buatan dari makanan anak, dan ganti dengan makanan yang hanya menggunakan zat pewarna berbasis makanan. 

4. Serangan asma

4. Serangan asma
Freepik

Reaksi yang kurang umum terhadap kepekaan makanan adalah serangan asma pada anak yang memiliki intoleransi atau kepekaan terhadap sulfit. Bahan kimia ini dapat terjadi secara alami atau ditambahkan ke banyak makanan olahan, termasuk keripik, buah-buahan kering, dan makanan yang dipanggang.

Jika Mama mendapati anak yanf tampak mengi atau mulai batuk setelah menikmati camilan olahan favoritnya, mungkin sudah saatnya untuk melihat lebih memerhatikan daftar bahan-bahannya.

Sebagian besar serangan asma dimulai dengan rasa sesak di dada, diikuti dengan mengi dan sesak napas disertai batuk. Gejala apa pun yang muncul dengan kesulitan bernapas harus segera ditangani dengan dokter anak, karena kepekaan semacam ini dapat mengancam jiwa.

Nama umum untuk sulfit pada daftar bahan adalah sulfur dioksida, kalium bisulfat, kalium metabisulfat, dan natrium sulfit.

5. Sakit kepala

5. Sakit kepala
Freepik/yanalya

Pada beberapa anak, sensitivitas makanan dapat memicu sakit kepala sebagai akibat dari respons peradangan dalam tubuh, dan penting bagi orangtua untuk menyadari makanan sebagai penyebab potensial.

Seperti setiap gejala lainnya, jika orangtua dapat melihat pola makan anak dan gejala sakit kepala, sangat penting untuk menyebutkan hal ini kepada dokter atau penyedia layanan kesehatan, karena begitu banyak kondisi yang bisa menjadi akar penyebabnya.

Bagaimana Proses Diagnosa Kepekaan Makanan pada Anak?

Bagaimana Proses Diagnosa Kepekaan Makanan Anak
Freepik/Pressfoto

Dilansir dari Rush University Children's Hospital, ada beberapa cara untuk mendiagnosa penyebab kepekaan anak terhadap makanan. Dokter mungkin menggunakan satu atau lebih pendekatan berikut untuk melihat apa yang menyebabkan gejala anak:

  • Riwayat medis terperinci: Dokter akan menanyakan serangkaian pertanyaan kepada Mama. Ini akan mencakup pertanyaan tentang apa yang anak makan dan minum, dan berapa lama gejala muncul setelah makan atau minum. Ini akan membantu dokter menentukan apakah kepekaan makanan adalah penyebab masalah anak.
  • Tes diagnostik: Ini mungkin termasuk tes darah, endoskopi bagian atas atau kolonoskopi.
  • Diet eliminasi: Anak mungkin akan disarankan untuk berhenti mengonsumsi makanan yang mungkin bermasalah. Kemudian, Kembali ditambahkan ke dalam makanan anak satu per satu untuk mengetahui mana yang menyebabkan reaksi.
  • Tes kulit perkutan: Dokter menempatkan sejumlah kecil alergen pada kulit anak dengan menusukkan zat tersebut agar merembes ke bawah permukaan kulit.
  • Tes tempel: Dokter menempatkan sejumlah kecil alergen yang dicurigai langsung pada kulit anak.
  • Tes napas: Tes yang melibatkan minum cairan dan meniup secara berkala ke perangkat untuk membantu dokter anak mendiagnosis intoleransi laktosa, intoleransi fruktosa, dan pertumbuhan bakteri usus kecil yang berlebihan.

Setelah Mama mengetahui makanan mana yang menyebabkan gejala anak, tim perawatan kesehatan akan bekerja sama dengan orangtua untuk mengembangkan strategi yang membantu anak tetap mendapatkan nutrisi yang terbaik.

Cara Mengatasi Kepekaan Makanan pada Anak

Cara Mengatasi Kepekaan Makanan Anak
Freepik/Tirachardz

Ketika anak memiliki sensitivitas pada makanan tertentu, Mama mungkin khawatir tentang bagaimana anak mendapatkan nutrisi yang optimal untuk tumbuh kembangnya. Namun ada beberapa cara yang membantu anak tetap sehat dengan cara yang aman:

Penghindaran: Menghilangkan makanan dan minuman yang mengandung bahan-bahan yang memicu gejala, dapat meningkatkan kualitas hidup anak . Tim perawatan kesehatan umumnya akan memberikan daftar hal-hal yang harus dihindari.

Konseling nutrisi: Ahli diet dapat membantu merencanakan diet sehat untuk anak. Mereka dapat menginformasikan Mama dan keluarga tentang segala hal mulai dari membaca label bahan hingga mengolah makanan sehat.

Obat-obatan: Dalam beberapa kasus, obat-obatan dapat mengurangi gejala. Misalnya, jika anak memiliki intoleransi laktosa, suplemen enzim laktase dapat membantu.

Mengatasi masalah akar: Jika dokter mencurigai penyakit celiac atau sindrom iritasi usus besar sebagai penyebab gejala anak, ahli gastroenterologi anak umumnya dapat mengembangkan rencana perawatan.

Memberikan dukungan: Penting bagi orangtua untuk menunjukkan dukungan pada anak, terlepas apapun kondisinya. Dokter mungkin juga akan memberikan tips tentang cara bekerja sama dengan sekolah terkait diet anak.

Itulah beberapa tanda-tanda kepekaan makanan pada anak dan cara mengatasinya. Meskipun banyak kepekaan dan alergi makanan akan muncul dengan gejala sejak dini dalam kehidupan seorang anak, masalah ini dapat muncul kapan saja.

Dalam hal ini, Mama harus berusaha untuk mempertahankan tingkat kewaspadaan yang tinggi dalam hal makanan anak dan reaksi apa pun yang mungkin terjadi dari makanan tertentu, karena beberapa gejala sensitivitas makanan bisa serius atau mengancam jiwa.

Jika ragu, Mama harus berhati-hati dan selalu mendiskusikan masalah makanan atau kesehatan apa pun dengan dokter anak, karena kepekaan dapat meningkat seiring waktu dan paparan, serta reaksi yang dihasilkan tubuh sebagai respons.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.