Orangtua Harus Peka, 5 Tanda-Tanda Anak Merasa Tertekan

Rasa ini membuat anak tak mampu mengatakannya langsung

12 April 2021

Orangtua Harus Peka, 5 Tanda-Tanda Anak Merasa Tertekan
Freepik/Olyakomarova

Bukan rahasia umum lagi bahwa pengaruh orangtua sangat penting dalam kehidupan anak, terlebih pada masa kanak-kanaknya.

Perilaku orangtua bisa berdampak pada kebahagiaan anak, yang pada akhirnya membuat orangtua ikut bahagia melihat anak yang selalu ceria.

Namun tanpa disadari, pengaruh orangtua, lingkungan, pendidikan, membuat anak jadi tertekan tetapi ia tak mampu atau bahkan tidak berani mengungkapkannya pada Mama. Maka sebagai orangtua, Mama perlu berusaha memahami keadaan anak ketika tertekan.

Kali ini Popmama.com akan membahas lima tanda-tanda anak yang sedang tertekan. Yuk simak di bawah ini!

1. Merasa disisihkan oleh orangtuanya

1. Merasa disisihkan oleh orangtuanya
Freepik/Jiboom

Sebagai orangtua, baik Mama dan Papa harus bisa bersikap adil pada anak-anaknya. Namun kenyataannya, masih banyak orangtua yang belum bisa melakukannya secara optimal. Mungkin Mama merasa sudah adil, namun pandangan mengenai adil yang sebenarnya masih keliru.

Misalnya Mama memiliki dua putri, salah satunya memiliki bakat menyanyi, sedangkan yang satunya belum diketahui bakatnya.

Kemudian secara otomatis Mama mendaftarkan guru les vokal untuk anak yang memiliki bakat menyanyi. Sedangkan anak yang satunya dibiarkan dengan alasan akan mendapatkan les ketika sudah menemukan bakatnya,

Perilaku yang adil dapat ditunjukkan ketika Mama membawa anak yang belum terlihat bakatnya untuk mengikuti tes bakat dan minat setelah itu mendaftarkannya pada kursus yang sesuai.

Editors' Picks

2. Menarik diri dari lingkungan

2. Menarik diri dari lingkungan

Terkadang saat anak-anak yang lain sedang aktif bermain di luar rumah, ada anak yang justru diam saja seperti tidak memiliki keinginan untuk bermain. Bukankah itu adalah hal yang mencurigakan Ma?

Padahal di usianya anak senang bermain bersama teman-temannya.

Ketika anak menarik diri dari lingkunga, mungkin ada hal yang membuatnya tertekan. Mulai dari lingkungan pertemanan yang tidak nyaman, hingga mengusik ketenangan anak, sehingga ia enggan bersosialisasi dengan lingkungan luar.

Jika melihat tanda-tanda ini, Mama perlu memahami alasannya terlebih dahulu dan membantu interaksi sosial anak agar tidak terhambat.

3. Merasa tidak percaya diri sebelum menjawab pertanyaan

3. Merasa tidak percaya diri sebelum menjawab pertanyaan
Freepik/ wavebreakmedia

Apakah anak suka melihat Mama ketika ada orang lain yang bertanya padanya? Ketika anak sedang berkomunikasi dan mendapatkan pertanyaan dari orang lain dan melirik Mama sebelum menjawab, bisa jadi itu adalah tanda bahwa anak sedang tertekan.

Terlebih lagi jika pertanyaan yang seharusnya bisa dijawab langsung dan ia masih menatap mata Mama. Maka bisa dikatakan ada hal anak takuti jika ia mengungkapkannya.

Dalam hal ini, anak tak bebas berekspresi karena memiliki rasa ketakutan yang luar biasa.

4. Menjadi rapuh dan sensitif

4. Menjadi rapuh sensitif
Freepik/Tan4ikk

Tergantung dari tekanan yang dialami anak, beberapa anak yang rapuh akibat tertekan bisa berakibat fatal hingga mengakhirkan hidupnya. Anak yang rapuh bisa disebabkan oleh faktor internal dan eksternal.

Faktor internal sebagian besar disebabkan oleh ketidakmampuannya untuk menerima kekurangan yang dimiliki, sehingga anak cenderung berpikir keras untuk memerbaikinya, sedangkan kenyataannya tak bisa diperbaiki.

Namun faktor eksternal sendiri, disebabkan oleh tidak terpenuhinya kebutuhan anak sebagai bagian dari makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain. Mulai dari keluarga hingga lingkungan pertemanannya.

Dalam hal ini sebagai lingkungan terdekat anak, orangtua perlu sadar bahwa anak yang sedang rapuh membutuhkan lebih banyak kasih sayang dan perhatian.

5. Mendapatkan pengaruh negatif dari lingkungan

5. Mendapatkan pengaruh negatif dari lingkungan
Freepik/rawpixel.com

Setiap orangtua tentunya selalu ingin yang terbaik untuk anaknya, hal ini juga sejalan dengan pernyataan bahwa tak ada orangtua yang ingin menjerumuskan anaknya. Namun tak sedikit orangtua yang menjalankan eksekusinya dengan keliru.

Beberapa orangtua justru memicu lingkungan negatif bagi anak-anaknya, cara didik yang dianggap benar dan demi kebaikan, bisa jadi didikan yang paling buruk bagi anak. Misalnya, memukul anak saat ia berbuat kesalahan dengan tujuan supaya tidak diulangi lagi.

Menjadi orangtua yang sempurna memang tidak mungkin, dan hal ini juga berlaku dengan status seorang anak. Didikan yang baik adalah didikan yang tidak merugikan hingga membuat anak tertekan, karena anak yang tertekan dapat menghambat pertumbuhannya.

Maka dari itu, hindari membuat anak tertekan hanya karena alasan-alasan kecil yang seharusnya mudah diselesaikan ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.