Mama yang punya anak perempuan dan anak laki-laki, pernah memperlakukan mereka secara berbeda, gak?
Anak laki-laki mama sering sekali dimanja, namun anak perempuan mama justru dipaksa untuk dewasa.
Hal ini masih banyak terjadi pada keluarga di Indonesia, lho.
Anak perempuan dituntut untuk selalu mandiri, cepat dewasa, mengerjakan pekerjaan rumah, hingga menanggung beban emosional.
Sementara anak laki-laki justru lebih dimanja, boleh berleha-leha di rumah, dan bahkan selalu diberikan keinginannya.
Fenomena pengasuhan yang timpang ini sering kali memicu tanda tanya besar mengenai alasan di balik perbedaan perlakuan tersebut.
Bagi banyak Mama, hubungan dengan anak perempuan seringkali menjadi cerminan dari diri mereka sendiri di masa lalu.
Secara tidak sadar, luka yang belum sembuh, mimpi yang sempat gagal, hingga rasa sakit masa kecil dipendam sendirian dan diproyeksikan kepada anak perempuannya.
Akibatnya, anak perempuan sering kali dibebani dengan standar ketangguhan yang berat, seolah-olah mereka harus kuat menanggung berbagai ekspektasi Mama.
Melalui pemahaman mendalam mengenai dinamika psikologis ini, yuk simak di Popmama.com!
